<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://bgnnews.id/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://bgnnews.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>UIN Suska Riau Gelar Pekan Riset Internasional 28–31 Oktober, Peserta Nasional dan Mancanegara Siap Berkompetisi</title><link>https://bgnnews.id/detail/4997/uin-suska-riau-gelar-pekan-riset-internasional-28–31-oktober-peserta-nasional-dan-mancanegara-siap-berkompetisi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat (LPRPM) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau akan menggelar &lt;strong&gt;Pekan Riset Internasional&lt;/strong&gt; pada 28–31 Oktober 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan UIN Suska Riau tersebut akan mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain menjadi ajang kompetisi akademik dan kreativitas mahasiswa, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang untuk memperkuat jejaring dan silaturahmi antarkampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah cabang perlombaan akan digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya debat, esai, &lt;i&gt;business plan&lt;/i&gt;, desain infografis, dan video kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kedatangan para finalis dari berbagai daerah dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, pada 29 Oktober, panitia akan menggelar &lt;i&gt;Opening Ceremony&lt;/i&gt; sebagai pembukaan resmi Pekan Riset Internasional. Dalam agenda tersebut, sejumlah pejabat pemerintahan dijadwalkan hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki 30 Oktober, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan agenda penutupan dan pembagian hadiah kepada para finalis. Sejumlah &lt;i&gt;influencer&lt;/i&gt; juga dijadwalkan hadir untuk turut memeriahkan kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, pada 31 Oktober, para peserta dijadwalkan mengikuti &lt;i&gt;field trip&lt;/i&gt; atau kunjungan ke sejumlah daerah bersejarah di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan sejarah, adat, serta kekayaan budaya Riau kepada para peserta yang berasal dari berbagai daerah, termasuk peserta internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum LPRPM UIN Suska Riau, M. Zainul Arifin, mengatakan Pekan Riset Internasional tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga diarahkan untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dan perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kehadiran peserta dari dalam dan luar negeri menjadi momentum untuk membangun jejaring akademik sekaligus memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Event ini diadakan untuk mempererat silaturahmi antarkampus, baik dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, event ini juga merupakan wadah untuk mengenalkan adat dan kultur budaya yang ada di wilayah Provinsi Riau,” ujar M. Zainul Arifin kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Jumat (25/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana Pekan Riset Internasional, Restu Hamdi, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Restu, panitia telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan kesiapan teknis dan penyambutan peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Event ini telah dipersiapkan kurang lebih selama empat bulan. Susunan panitia juga sudah memaksimalkan persiapan untuk menyambut seluruh peserta, baik peserta dalam negeri maupun luar negeri,” kata Restu Hamdi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Pekan Riset Internasional tersebut, LPRPM UIN Suska Riau menargetkan terciptanya ruang interaksi dan kolaborasi antarmahasiswa serta perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aspek akademik dan kreativitas, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk memperkenalkan sejarah, adat, dan budaya Riau kepada peserta dari berbagai daerah dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan rangkaian agenda yang berlangsung selama empat hari, Pekan Riset Internasional LPRPM UIN Suska Riau diharapkan menjadi wadah pertemuan mahasiswa lintas perguruan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat nasional dan internasional. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/54838667882-img-20260926-wa0033.jpg"/><pubDate>Sun, 27 Sep 2026 22:53:10 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4997/uin-suska-riau-gelar-pekan-riset-internasional-28–31-oktober-peserta-nasional-dan-mancanegara-siap-berkompetisi</guid></item><item><title>PW KAMMI Riau Tegaskan Muswillub Bukan Agenda KAMMI Independen</title><link>https://bgnnews.id/detail/4996/pw-kammi-riau-tegaskan-muswillub-bukan-agenda-kammi-independen</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Provinsi Riau menegaskan bahwa agenda Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) yang belakangan berkembang bukan merupakan agenda resmi KAMMI Riau yang independen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum KAMMI Riau, Febriansyah, mengatakan dinamika terkait Muswillub perlu dilihat secara menyeluruh, terutama menyangkut pihak yang menggagas, mekanisme yang digunakan, dasar konstitusional organisasi, serta kepentingan yang menyertai agenda tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan itu disampaikan Febriansyah kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Minggu (20/9/2026), saat menanggapi berkembangnya wacana pelaksanaan Muswillub yang mengatasnamakan KAMMI di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Febriansyah, terdapat kelompok yang mengatasnamakan KAMMI dan mendorong agenda Muswillub. Ia menyebut kelompok tersebut memiliki kedekatan dengan salah satu partai politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Posisi kami jelas. Muswillub tersebut bukan agenda KAMMI independen. Agenda itu merupakan agenda kelompok yang dalam dinamika politik hari ini memiliki kedekatan atau berada dalam pengaruh salah satu partai politik. Karena itu, tidak tepat apabila kemudian agenda tersebut diposisikan sebagai representasi seluruh KAMMI Riau,” tegas Febriansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Febriansyah menegaskan, persoalan Muswillub tidak semata&#45;mata berkaitan dengan pelaksanaan sebuah forum organisasi, tetapi juga menyangkut prinsip independensi gerakan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, KAMMI harus tetap memiliki ruang kelembagaan yang independen dalam menentukan sikap, arah gerakan, dan kebijakan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“KAMMI tidak boleh ditempatkan sebagai instrumen untuk kepentingan politik praktis pihak tertentu. Organisasi harus memiliki ruang yang independen untuk menentukan arah gerakannya,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Febriansyah mengatakan KAMMI tetap menghormati pilihan politik setiap kader sebagai hak pribadi. Menurutnya, pilihan politik individu maupun kelompok tidak semestinya dibawa menjadi kepentingan kelembagaan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menghormati pilihan politik setiap individu. Tetapi organisasi harus tetap independen. Jangan sampai kepentingan politik individu atau kelompok kemudian dibawa masuk dan dipaksakan menjadi kepentingan organisasi,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah berkembangnya informasi mengenai Muswillub, PW KAMMI Riau meminta seluruh kader tidak terburu&#45;buru mengambil sikap hanya berdasarkan informasi atau narasi yang beredar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Febriansyah menilai kader perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar konstitusional, mandat organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, serta pihak&#45;pihak yang terlibat dalam setiap agenda yang mengatasnamakan KAMMI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, tabayun dan pemahaman terhadap aturan organisasi diperlukan agar dinamika internal tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau ada perbedaan pandangan, mari kita selesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi. Jangan sampai kepentingan eksternal justru membuat kader terpolarisasi dan soliditas organisasi terganggu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PW KAMMI Riau selanjutnya menyerukan kepada seluruh kader, mulai dari tingkat komisariat, daerah, hingga wilayah, untuk menjaga ukhuwah dan soliditas organisasi dalam menghadapi dinamika tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kader juga diminta mengedepankan tabayun, konstitusi, independensi, dan kepentingan organisasi dalam menyikapi informasi terkait Muswillub.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Febriansyah meyakini kader di tingkat akar rumput memiliki kedewasaan dalam menyikapi dinamika organisasi dan dapat melihat persoalan secara objektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“KAMMI harus tetap menjadi gerakan mahasiswa yang kritis dan independen. Kalau ada agenda politik dari kelompok tertentu, silakan menjadi agenda kelompok tersebut. Tetapi jangan kemudian mengatasnamakannya sebagai agenda seluruh KAMMI,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, energi kader semestinya diarahkan pada agenda yang berkaitan dengan kaderisasi, penguatan gerakan intelektual, advokasi masyarakat, serta kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita tidak ingin kader terjebak dalam konflik internal yang tidak produktif. Yang harus kita jaga adalah organisasi, kaderisasi, ukhuwah, dan kontribusi KAMMI bagi masyarakat,” pungkas Febriansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PW KAMMI Riau menegaskan bahwa independensi organisasi menjadi salah satu prinsip yang perlu dijaga bersama. Di tengah dinamika mengenai Muswillub, soliditas kader di seluruh tingkatan organisasi dinilai penting agar perbedaan pandangan tidak menghambat pelaksanaan program dan kerja&#45;kerja organisasi. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/17754012338-img-20260920-wa0005.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 20:59:56 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4996/pw-kammi-riau-tegaskan-muswillub-bukan-agenda-kammi-independen</guid></item><item><title>Pagu PJU Rohil Disebut Capai Rp11 Miliar, Mahasiswa Pertanyakan Jalan Masih Gelap</title><link>https://bgnnews.id/detail/4995/pagu-pju-rohil-disebut-capai-rp11-miliar-mahasiswa-pertanyakan-jalan-masih-gelap</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Sorotan terhadap pengelolaan anggaran penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali mencuat. Mahasiswa mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp11 miliar, sementara sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut dilaporkan masih mengalami persoalan penerangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden Mahasiswa STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru sekaligus Pengurus BEM SI Daerah Riau, Noprianda Ramadhan, meminta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir membuka informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga realisasi anggaran PJU kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan itu disampaikan Noprianda kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; pada Kamis (17/9/2026). Menurutnya, sorotan tersebut bukan semata&#45;mata mengenai lampu jalan yang mati, melainkan juga menyangkut transparansi pengelolaan keuangan daerah, kualitas pelayanan publik, efektivitas belanja APBD, serta pertanggungjawaban pemerintah atas penggunaan uang masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan sampai APBD kita terang di laporan, tetapi gelap ketika masyarakat membutuhkan pelayanan. Jangan sampai angka miliaran rupiah hanya terlihat indah di dokumen anggaran, sementara jalan rakyat tetap gelap,” kata Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noprianda menyebut munculnya sorotan tersebut berkaitan dengan pemberitaan mengenai kondisi sejumlah lampu PJU yang tidak berfungsi di beberapa ruas jalan di Bagansiapiapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyinggung pemberitaan pada Juni 2026 mengenai transparansi pengelolaan PJU yang dikaitkan dengan penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik di Kabupaten Rokan Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Noprianda menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang menuduh adanya tindak pidana ataupun penyimpangan anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, besarnya nilai anggaran yang disorot dan adanya laporan mengenai PJU yang masih bermasalah merupakan alasan bagi publik untuk meminta penjelasan secara terbuka dari pemerintah daerah dan instansi terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rakyat membayar pajak dan pungutan yang berkaitan dengan penerangan jalan. Maka ketika masyarakat mempertanyakan mengapa jalan masih gelap, pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Uang publik adalah amanah publik. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa meminta pemerintah tidak berhenti pada penjelasan administratif, tetapi juga menunjukkan kesesuaian antara anggaran, pekerjaan dan kondisi PJU di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Noprianda, informasi yang perlu dibuka antara lain jumlah titik lampu yang direncanakan, lokasi pekerjaan, jenis dan spesifikasi lampu, nilai kontrak, progres pekerjaan, hingga realisasi anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, pihaknya meminta adanya evaluasi terhadap titik&#45;titik PJU yang dilaporkan mati atau tidak berfungsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rp11 miliar bukan angka kecil. Ini bukan persoalan satu atau dua lampu. Rp11 miliar adalah uang rakyat. Karena itu, jangan meminta masyarakat percaya hanya berdasarkan laporan administrasi. Tunjukkan hasilnya di lapangan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pernyataannya, Noprianda menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan pihak terkait, antara lain membuka secara transparan dokumen dan rincian anggaran PJU yang menjadi sorotan publik, menjelaskan jumlah titik lampu, lokasi pekerjaan, spesifikasi, nilai kontrak, progres, serta realisasi pekerjaan PJU, memastikan pekerjaan PJU sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan, serta melakukan audit dan evaluasi terhadap titik&#45;titik PJU yang dilaporkan mati atau tidak berfungsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan pihak terkait juga diharapkan untuk membuka informasi mengenai pihak pelaksana atau pemenang pengadaan serta mekanisme pengadaannya sesuai ketentuan yang berlaku, meminta DPRD Kabupaten Rokan Hilir menjalankan fungsi pengawasan secara terbuka terhadap penggunaan anggaran PJU, serta memproses secara hukum apabila pemeriksaan dan bukti yang memadai nantinya menemukan adanya pelanggaran, sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang&#45;undangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noprianda mengatakan Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru bersama jaringan mahasiswa di Riau siap menggunakan mekanisme penyampaian pendapat di muka umum apabila pemerintah daerah maupun instansi terkait tidak memberikan penjelasan yang dinilai terbuka dan memadai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, langkah tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak mengancam pemerintah. Kami sedang mengingatkan pemerintah bahwa ada hak rakyat yang harus dipenuhi. Jika pertanyaan publik tidak dijawab dengan transparansi, maka kami akan menyampaikannya dengan pengeras suara di ruang publik,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noprianda berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui keterbukaan informasi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami ingin Rohil terang, bukan hanya dalam laporan pertanggungjawaban. Kami ingin anggaran daerah benar&#45;benar kembali menjadi manfaat bagi rakyat. Jika jalan rakyat masih gelap, sementara anggaran penerangan mencapai miliaran rupiah, maka pertanyaan publik wajib dijawab. Dan jika tidak dijawab, mahasiswa akan datang menagih jawabannya,” tutup Noprianda. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/81545367727-img-20260918-wa0004.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 23:10:33 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4995/pagu-pju-rohil-disebut-capai-rp11-miliar-mahasiswa-pertanyakan-jalan-masih-gelap</guid></item><item><title>Ikan Mati di Sungai Takus, Mahasiswa Desak Pemerintah Buka Hasil Uji Laboratorium</title><link>https://bgnnews.id/detail/4994/ikan-mati-di-sungai-takus-mahasiswa-desak-pemerintah-buka-hasil-uji-laboratorium</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;XIII Koto Kampar, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Temuan ikan mati di aliran Sungai Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, memicu perhatian mahasiswa dan masyarakat. Dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan aktivitas PT Padasa Enam Utama didesak untuk segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian ikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa asal Kecamatan XIII Koto Kampar, Muhammad Ikhsan, mengatakan persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebatas temuan ikan mati. Menurutnya, Sungai Takus merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat karena menjadi salah satu sumber penghidupan warga, termasuk nelayan yang menggantungkan kebutuhan keluarga dari hasil sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau benar kematian ikan ini berkaitan dengan pencemaran limbah, maka persoalannya bukan lagi sekadar lingkungan. Ini menyangkut kehidupan masyarakat. Ada nelayan yang menggantungkan kebutuhan keluarganya dari sungai ini,” kata Ikhsan kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikhsan meminta pemerintah dan instansi berwenang tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pengamatan visual ataupun pemeriksaan administratif. Menurut dia, dugaan pencemaran harus dibuktikan melalui metode ilmiah dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mendesak dilakukan pengambilan sampel serta pengujian laboratorium terhadap kualitas air Sungai Takus. Pemeriksaan, katanya, perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada titik yang diduga menjadi sumber pencemaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mendesak dilakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium terhadap kualitas air Sungai Takus. Periksa sumber dan saluran pembuangan, kondisi air di titik sebelum dan sesudah lokasi yang diduga menjadi sumber pencemaran, serta parameter lain yang relevan untuk mengetahui penyebab kematian ikan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Ikhsan, pemeriksaan juga perlu melihat kondisi lingkungan di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan adanya aktivitas atau sumber lain yang dapat memengaruhi kualitas air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut dinilai penting agar penyebab kematian ikan tidak langsung diarahkan kepada pihak tertentu tanpa dukungan bukti ilmiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain kualitas air, Ikhsan meminta instansi berwenang memeriksa kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan lingkungan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemeriksaan tersebut, menurut dia, dapat mencakup dokumen dan perizinan lingkungan, pemenuhan baku mutu, pengelolaan serta pemantauan lingkungan, sistem pengolahan limbah, hingga prosedur operasional yang berkaitan dengan potensi dampak terhadap lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, maka harus ada tindakan sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai pelanggaran lingkungan hanya berakhir pada teguran administratif sementara masyarakat terus menanggung dampaknya,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan kewenangan instansi terkait diperlukan penghentian sementara terhadap kegiatan tertentu untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas, langkah tersebut harus dipertimbangkan sesuai ketentuan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikhsan juga meminta proses pemeriksaan dilakukan secara transparan. Ia menilai masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai kondisi Sungai Takus dan hasil pemeriksaan yang dilakukan pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi Sungai Takus. Jangan biarkan masyarakat hanya menerima kesimpulan tanpa melihat dasar datanya. Kalau air dinyatakan aman, tunjukkan hasil pengujiannya. Kalau ditemukan pencemaran, jelaskan sumbernya dan tindakan apa yang akan dilakukan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat tidak berada dalam ketidakpastian sekaligus mencegah berkembangnya berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian ikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikhsan menegaskan bahwa mahasiswa tidak bermaksud menghakimi ataupun menyimpulkan PT Padasa Enam Utama sebagai pihak yang bertanggung jawab sebelum adanya hasil pemeriksaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak datang untuk menghakimi siapa pun. Kami meminta kebenaran dibuktikan melalui data. Kalau perusahaan tidak terbukti melakukan pelanggaran, sampaikan secara terbuka. Kalau terbukti ada pelanggaran, tindak sesuai hukum. Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena persoalan ini dibiarkan berlarut&#45;larut,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai aktivitas ekonomi dan investasi tetap dapat berjalan, tetapi harus disertai perlindungan terhadap lingkungan serta kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Ikhsan, penanganan dugaan pencemaran Sungai Takus tidak semestinya berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang salah atau benar. Hal terpenting, kata dia, adalah memastikan kondisi lingkungan berdasarkan data ilmiah serta memberikan kepastian kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sungai Takus bukan sekadar air yang mengalir. Di sana ada kehidupan, ada nelayan, ada keluarga yang menggantungkan harapan. Karena itu, dugaan pencemaran ini harus diusut sampai terang, berdasarkan bukti dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Muhammad Ikhsan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini disusun, pernyataan yang tersedia dalam bahan pemberitaan ini merupakan desakan dari pihak mahasiswa. Penyebab kematian ikan dan ada atau tidaknya pencemaran Sungai Takus masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel, serta pengujian laboratorium oleh instansi yang berwenang. Karena itu, dugaan keterkaitan dengan aktivitas PT Padasa Enam Utama belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa hasil pemeriksaan resmi. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/23405494075-img-20260918-wa0005.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 23:08:04 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4994/ikan-mati-di-sungai-takus-mahasiswa-desak-pemerintah-buka-hasil-uji-laboratorium</guid></item><item><title>Unisbank Sambut Mahasiswa Baru 2026, Dorong Generasi Baru Aktif Berorganisasi</title><link>https://bgnnews.id/detail/4993/unisbank-sambut-mahasiswa-baru-2026-dorong-generasi-baru-aktif-berorganisasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Paguyuban Bidikmisi (Padiksi) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menyambut mahasiswa baru penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP&#45;K) angkatan 2026 melalui kegiatan bertajuk “&lt;i&gt;New Generation, New Connection, One Padiksi in Action&lt;/i&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut digelar di Ruang D6.2 Kampus Unisbank Semarang, Selasa (8/9/2026). Selain menjadi ajang penyambutan, kegiatan dirancang untuk memperkenalkan Padiksi kepada mahasiswa baru sekaligus membangun koneksi dan rasa kebersamaan di antara penerima KIP&#45;K.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan rilis yang diterima redaksi &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, kegiatan merupakan program kerja Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang berkolaborasi dengan Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Padiksi Unisbank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan Padiksi, mulai dari latar belakang dan tujuan paguyuban, struktur organisasi, visi dan misi, hingga peran serta program kerja setiap departemen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta juga memperoleh informasi mengenai hak dan kewajiban mahasiswa penerima KIP&#45;K, aturan yang berlaku, serta berbagai hal yang perlu dipahami selama menjadi bagian dari Padiksi Unisbank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Bidikmisi, kemudian dilanjutkan laporan Ketua Pelaksana Temu Maba, sambutan Ketua Umum Padiksi, serta sambutan Rektor Unisbank dan Pembina Padiksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rektor Unisbank, Elen Puspitasari, dalam sambutannya memberikan arahan sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru penerima KIP&#45;K agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Keaktifan dalam organisasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menambah pengalaman, membangun relasi, serta meningkatkan kemampuan di luar kegiatan akademik,” ujar Elen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengenalan organisasi dilanjutkan dengan pemaparan struktur kepengurusan Padiksi. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan Ketua dan Wakil Ketua Padiksi, termasuk tugas dan fungsi Sekretaris serta Bendahara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, masing&#45;masing departemen memaparkan peran dan program kerja kepada mahasiswa baru. Departemen tersebut meliputi PSDM, Hubungan Masyarakat (Humas), Infokom, Sosial Masyarakat (Sosmas), Krimbat, dan Ekotif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengenalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa baru memahami ruang kontribusi yang tersedia di dalam organisasi sekaligus menentukan bidang yang sesuai dengan minat dan potensi masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, kegiatan tidak sepenuhnya berlangsung secara formal. Panitia menyisipkan sesi perkenalan peserta, &lt;i&gt;games&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;ice breaking&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal dan membangun keakraban sebagai sesama penerima KIP&#45;K di Unisbank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi. Pada sesi ini, mahasiswa baru diberi kesempatan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Padiksi, KIP&#45;K, serta lingkungan kampus Unisbank.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan dan diskusi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai hal yang perlu diketahui selama mengikuti perkuliahan dan menjadi bagian dari keluarga Padiksi.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/900;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/90e15d76e2862bea28534bdca213a17a.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;900&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tema “&lt;i&gt;New Generation, New Connection, One Padiksi in Action&lt;/i&gt;” menjadi pesan utama kegiatan tersebut. Tema itu mengajak mahasiswa baru membangun koneksi, memperluas pertemanan, serta tumbuh dan berkembang bersama dalam lingkungan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semangat &lt;i&gt;One Padiksi in Action&lt;/i&gt; juga menggambarkan harapan agar seluruh anggota Padiksi dapat membangun kebersamaan, berkolaborasi, mengembangkan potensi, serta berkontribusi melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan lingkungan kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan penyambutan mahasiswa baru KIP&#45;K angkatan 2026 tersebut, Padiksi Unisbank berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami organisasi, hak dan kewajiban sebagai penerima KIP&#45;K, serta lingkungan kampus, tetapi juga mampu membangun relasi dan menumbuhkan rasa kebersamaan sejak awal masa perkuliahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan sebagai akhir dari rangkaian “Penyambutan Maba KIP&#45;K Angkatan 2026”. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/43297990979-img-20260919-wa0010.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 23:03:09 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4993/unisbank-sambut-mahasiswa-baru-2026-dorong-generasi-baru-aktif-berorganisasi</guid></item><item><title>STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Kepedulian Ekoteologi</title><link>https://bgnnews.id/detail/4992/stai-alazhar-pekanbaru-tekankan-integritas-adaptasi-dan-kepedulian-ekoteologi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026–2027 pada 12–13 September 2026. Kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai momentum membangun budaya akademik, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PBAK tahun ini mengusung tema “Membangun Budaya Akademik yang Unggul dan Berintegritas untuk Membangun Generasi Muda yang Adaptif dan Peduli Ekoteologi.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tema tersebut menjadi landasan dalam rangkaian kegiatan yang memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan akademik, struktur kelembagaan, kehidupan organisasi kemahasiswaan, serta nilai&#45;nilai yang diharapkan menjadi bekal selama menjalani pendidikan di STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aspek akademik dan kemahasiswaan, penyelenggara juga menempatkan isu lingkungan dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Konsep ekoteologi diperkenalkan sebagai pendekatan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tanggung jawab moral dan keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan PBAK berlangsung dengan antusiasme dan semangat kebersamaan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, antara lain Ketua STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Dr. Hj. Mutia Eliza, M.M., Wakil Ketua I Bidang Akademik Ali Wardana, S.E.I., M.E.Sy., serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Plt. Wakil Ketua II Bambang Wahyu Susanto, M.Si.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir pula Ketua LP2M Dr. H. Suhaimi, Lc., M.A., Sekretaris LP2M Yusnimar Yusri, M.Pd.I., Ketua LPM Assoc. Prof. Dr. Khairul Amien, M.Pd.I., dan Sekretaris LPM Marzuenda, M.Pd.I.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari unsur program studi, kegiatan dihadiri Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr. Mulyadi, M.A., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Mashuri, M.Pd.I., Ketua Prodi Ekonomi Syariah Dr. Mawardi Dalimunte, M.Sy., serta Ketua Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Aliando, S.H., M.H.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Polda Riau, Kompol Dr. Reza Aditya Syahputra, S.E., M.Ak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran unsur pimpinan perguruan tinggi, program studi, dan kepolisian tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial dan kehidupan kemahasiswaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden Mahasiswa STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PBAK TA 2026–2027.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Noprianda, PBAK harus dipandang sebagai tahap awal pembentukan karakter mahasiswa, bukan sekadar seremoni penyambutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“PBAK bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah pintu masuk untuk membangun budaya akademik yang unggul, membentuk karakter yang berintegritas, serta menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya,” kata Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam merespons perubahan sosial dan perkembangan zaman. Namun, kemampuan beradaptasi, menurutnya, tetap harus berjalan seiring dengan prinsip dan integritas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mahasiswa hari ini harus adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi adaptif bukan berarti kehilangan prinsip. Kita membutuhkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” sambung Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noprianda juga menyoroti pentingnya memperkenalkan gagasan ekoteologi kepada mahasiswa. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak semata&#45;mata berkaitan dengan persoalan ekologis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Peduli ekoteologi berarti membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi Islam, kepedulian terhadap alam harus menjadi bagian dari karakter kita,” ujar Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Noprianda mengajak mahasiswa baru untuk tidak berhenti sebagai penerima ilmu pengetahuan di ruang perkuliahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mendorong mahasiswa agar aktif membaca persoalan, berdiskusi, berorganisasi, serta mengambil peran dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, duduk di kelas, kemudian pulang. Jadilah mahasiswa yang berpikir, berdiskusi, berorganisasi, membaca persoalan, dan berani memberikan solusi. Karena masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya menunggu, tetapi oleh mereka yang mau belajar dan bergerak,” pungkas Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PBAK TA 2026–2027, Ikromil, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan pada 12–13 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut kelancaran kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan tanggung jawab panitia, DEMA, serta dukungan pihak kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, PBAK TA 2026–2027 yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026 dapat berjalan dengan lancar. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan tanggung jawab seluruh panitia, DEMA, serta dukungan dari pihak kampus,” kata Ikromil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikromil berharap materi dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa baru selama PBAK dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap PBAK ini tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari saja. Apa yang didapatkan selama kegiatan harus menjadi bekal untuk menjalani proses perkuliahan, organisasi, dan kehidupan sosial ke depannya,” ujar Ikromil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas nama panitia, Ikromil juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, para ketua program studi, perwakilan Polda Riau, DEMA, seluruh panitia, serta mahasiswa baru yang telah mengikuti kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1138/683;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/e0c23f3c66e0e7d4c45484093aab07bc.jpg&quot; width=&quot;1138&quot; height=&quot;683&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan PBAK TA 2026–2027 menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan di STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Integritas, kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan teknologi, dinamika sosial, serta tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, PBAK tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi sebagai langkah awal untuk memperkenalkan nilai&#45;nilai akademik dan kemahasiswaan yang diharapkan dapat diterapkan sepanjang perjalanan pendidikan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PBAK telah berakhir, tetapi proses pembentukan karakter mahasiswa baru baru dimulai. Budaya akademik yang kuat diharapkan melahirkan intelektualitas, integritas membangun kepercayaan, kemampuan beradaptasi membentuk ketangguhan, sementara kepedulian terhadap lingkungan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan kehidupan. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/56824708986-img-20260914-wa0018.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 23:11:06 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4992/stai-alazhar-pekanbaru-tekankan-integritas-adaptasi-dan-kepedulian-ekoteologi</guid></item><item><title>STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola</title><link>https://bgnnews.id/detail/4991/stai-alazhar-pekanbaru-dorong-penguatan-mutu-akademik-dan-tata-kelola</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru menyambut kepemimpinan baru kampus dengan sejumlah harapan. Selain mendorong peningkatan mutu akademik, mahasiswa meminta jajaran pimpinan memperkuat tata kelola kelembagaan, membuka ruang kolaborasi, serta membangun komunikasi yang lebih konstruktif dengan seluruh civitas akademika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ucapan tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, menyusul pelantikan pimpinan baru STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru beserta jajaran pada 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Noprianda, pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk menghadirkan terobosan baru dan membawa kampus menjadi institusi pendidikan yang lebih adaptif, progresif, berintegritas, serta mampu menjawab perkembangan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Selamat dan sukses atas pelantikan pimpinan baru STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru beserta seluruh jajaran. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujar Noprianda kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap kepemimpinan baru tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu memperkuat kualitas akademik, memperbaiki tata kelola kelembagaan, dan menciptakan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang serta berkontribusi dalam kehidupan kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noprianda yang juga merupakan pengurus BEM SI Daerah Riau menilai mahasiswa merupakan salah satu unsur penting dalam ekosistem perguruan tinggi. Karena itu, komunikasi antara pimpinan dan mahasiswa dinilai perlu diperkuat agar tercipta iklim akademik yang sehat, demokratis, dan produktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mahasiswa merupakan bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi. Karena itu, sinergi dan komunikasi antara pimpinan kampus dan mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam membangun iklim akademik yang sehat, demokratis, dan produktif,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan masyarakat membutuhkan kepemimpinan kampus yang memiliki visi dan mampu beradaptasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut mampu menjalankan aspek administratif dan kelembagaan, tetapi juga harus memiliki visi yang kuat dalam menjawab tantangan pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun jajaran pimpinan STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru yang baru dilantik terdiri atas Ketua Dr. Hj. Mutia Eliza, MM., Wakil Ketua I Bidang Akademik Ali Wardana, SE.I., ME.Sy., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Plt. Wakil Ketua II Bambang Wahyu Susanto, M.Si., Ketua LP2M Dr. H. Suhaimi, Lc., MA., Sekretaris Yusnimar Yusri, M.Pd.I., Ketua LPM Assoc. Prof. Dr. Khairul Amien, M.Pd.I., Sekretaris LPM Marzuenda, M.Pd.I., Ketua Prodi PAI Dr. Mulyadi, MA., Ketua Prodi MPI Mashuri, M.Pd.I., Ketua Prodi Studi Ekonomi Dr. Mawardi Dalimunte, M.Sy., dan Ketua Prodi HTN Aliando, SH., MH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah kepemimpinan Noprianda Ramadhan, DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru menyatakan siap membangun sinergi dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DEMA juga menegaskan bahwa kemajuan kampus merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa siap menjadi mitra strategis dalam mengawal berbagai agenda pengembangan kampus, sekaligus tetap menjalankan fungsi intelektual dan kritis secara objektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap kritis tersebut, menurut DEMA, bukan untuk membangun jarak dengan pihak kampus, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas kehidupan akademik dan memastikan berbagai kebijakan berjalan secara konstruktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan semangat kolaborasi dan integritas, DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru berharap kepemimpinan baru mampu membawa kampus menjadi institusi pendidikan yang semakin unggul, progresif, responsif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/53703706770-img-20260909-wa0021.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 21:53:26 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4991/stai-alazhar-pekanbaru-dorong-penguatan-mutu-akademik-dan-tata-kelola</guid></item><item><title>UIN Suska Riau Gerakkan Penghijauan Desa di Bengkalis</title><link>https://bgnnews.id/detail/4990/uin-suska-riau-gerakkan-penghijauan-desa-di-bengkalis</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bengkalis, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mendorong gerakan penghijauan di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, melalui program “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan” yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 1.000 bibit tanaman disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat di 10 RT yang mencakup 768 kepala keluarga (KK). Melalui program ini, mahasiswa KKN mendorong agar kegiatan penghijauan tidak hanya dilakukan di ruang publik, tetapi juga dimulai dari lingkungan rumah masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan” mengusung pesan sederhana bahwa setiap rumah dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan bagi masyarakat pada masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian bibit dan penanaman. Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program. Masyarakat diajak untuk merawat dan menjaga tanaman yang telah diberikan agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami ingin program KKN tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak yang dapat terus dirasakan masyarakat. Melalui 1.000 bibit yang didistribusikan ke 10 RT, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar Robbi, Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Suska Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Robbi, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan penggerak, sedangkan keberlanjutan gerakan penghijauan sangat bergantung pada kepedulian serta komitmen masyarakat dalam merawat tanaman yang telah ditanam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gerakan penghijauan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya peduli lingkungan di Desa Beringin. Kehadiran tanaman di lingkungan rumah masing&#45;masing diharapkan dapat menciptakan suasana permukiman yang lebih hijau dan asri sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Penanaman satu bibit di satu rumah, disertai kepedulian untuk merawatnya, dinilai dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui gerakan “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan”, mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap kegiatan penghijauan di Desa Beringin dapat terus berjalan meskipun masa KKN telah berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari harapan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, masyarakat yang semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.000 bibit, 768 keluarga, 10 RT. Satu gerakan bersama untuk menumbuhkan harapan dan menghijaukan Desa Beringin. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/35263691004-img-20260909-wa0022.jpg"/><pubDate>Mon, 31 Aug 2026 21:49:54 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4990/uin-suska-riau-gerakkan-penghijauan-desa-di-bengkalis</guid></item><item><title>Mahasiswa FISIP Unri Sulap Limbah Plastik Menjadi Eco Paving Block di Muara Fajar Timur</title><link>https://bgnnews.id/detail/4989/mahasiswa-fisip-unri-sulap-limbah-plastik-menjadi-eco-paving-block-di-muara-fajar-timur</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Kepedulian terhadap persoalan sampah mendorong mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) menghadirkan inovasi pengelolaan limbah plastik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui program FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Kelompok 37, mahasiswa mengolah limbah plastik menjadi &lt;i&gt;eco paving block &lt;/i&gt;yang diperkenalkan kepada masyarakat Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sosialisasi sekaligus penyerahan hasil inovasi tersebut berlangsung di Kantor Lurah Muara Fajar Timur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inisiatif tersebut berangkat dari perhatian mahasiswa terhadap persoalan sampah plastik yang masih ditemukan di lingkungan Kelurahan Muara Fajar Timur, termasuk di sejumlah lokasi pembuangan sampah. Melalui program ini, mahasiswa mencoba menghadirkan alternatif sederhana dengan memanfaatkan kembali limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, FBN Kelompok 37 memperlihatkan &lt;i&gt;eco paving block&lt;/i&gt; yang telah dibuat melalui proses pengolahan dan uji coba beberapa hari sebelumnya. Produk itu kemudian diperkenalkan kepada pihak kelurahan dan masyarakat sebagai contoh bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi material yang memiliki fungsi praktis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa menilai tingginya penggunaan plastik dalam aktivitas sehari&#45;hari dapat menjadi persoalan lingkungan apabila tidak diikuti dengan pengelolaan yang baik. Karena itu, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami pentingnya mengurangi, memilah, dan memanfaatkan kembali sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dorong Kesadaran Masyarakat. Lurah Muara Fajar Timur, Muchlis, S.KM., M.Si., mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa FBN Kelompok 37. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa FBN Kelompok 37. Program ini menunjukkan bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan,” ujar Muchlis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menghasilkan &lt;i&gt;eco paving block&lt;/i&gt;, program tersebut juga diarahkan sebagai kegiatan edukasi mengenai pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah plastik. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diperkenalkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengelola sampah dari lingkungan masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keunikan program FBN Kelompok 37 terletak pada pendekatan yang menjadikan limbah plastik sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Sampah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan coba diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai guna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, pemanfaatan limbah plastik sebagai &lt;i&gt;eco paving block&lt;/i&gt; tetap membutuhkan pengelolaan dan pengujian yang tepat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan kelayakan penggunaan. Karena itu, inovasi tersebut dapat menjadi langkah edukatif sekaligus awal bagi pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui program ini, FBN Kelompok 37 FISIP Universitas Riau berharap inovasi pemanfaatan limbah plastik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kelurahan Muara Fajar Timur. (bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/59318208626-img-20260831-wa0013.jpg"/><pubDate>Fri, 31 Jul 2026 18:47:19 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4989/mahasiswa-fisip-unri-sulap-limbah-plastik-menjadi-eco-paving-block-di-muara-fajar-timur</guid></item><item><title>Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla Riau</title><link>https://bgnnews.id/detail/4988/prabowo-turun-langsung-tangani-karhutla-riau</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS&lt;/strong&gt; — Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Dalam rapat koordinasi di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (24/8/2026), Presiden mengapresiasi kerja gabungan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta berbagai unsur lainnya yang dinilai berhasil menekan karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD Riau M. Edy Afrizal kepada Presiden, luas lahan yang terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare. Dalam periode yang sama tercatat 10.514 hotspot, dengan 521 titik di antaranya terdeteksi telah menjadi titik kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kondisi terkini menunjukkan penurunan signifikan. Hingga 23 Agustus 2026, masih terdapat tujuh titik api yang tersebar di empat kabupaten, yakni Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar. Sekitar 900 hektare lahan disebut masih dalam kondisi terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dari Januari sampai Agustus, saya kira cukup bagus. Saya ucapkan terima kasih. Yang tujuh titik api ini saya kira segera bisa dipadamkan,” kata Presiden Prabowo mengapresiasi langkah cepat jajaran di Riau dalam mengendalikan kebakaran yang telah terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prabowo juga meminta TNI dan Polri terus mengerahkan kekuatan untuk menuntaskan titik api yang masih tersisa. Jika kemampuan daerah tidak mencukupi, ia meminta kebutuhan tambahan segera dilaporkan kepada pemerintah pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski kondisi karhutla Riau dinilai semakin terkendali, Presiden mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Menurutnya, penanganan harus dilakukan sejak titik panas terdeteksi, bukan setelah berkembang menjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Tolong masuk ke titik hotspot, segera ambil tindakan dini,” kata Presiden Prabowo memberi arahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arahan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam rapat. Presiden meminta sekitar 300 titik hotspot yang terdeteksi segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan, termasuk pembangunan sumber air melalui pengeboran agar tim di lapangan memiliki dukungan air apabila kondisi berkembang menjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut menunjukkan perubahan penekanan penanganan karhutla, dari sekadar pemadaman setelah api muncul menjadi deteksi dini, pencegahan, respons cepat, dan penanganan terpadu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memperkuat operasi pemadaman, Presiden juga memerintahkan penambahan dua helikopter water bombing serta pasokan oksigen guna mendukung penanganan karhutla dan mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalian minta tambahan dua helikopter water bombing dan oksigen. Segera kirimkan,” kata Presiden Prabowo dalam rapat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain dukungan udara, Presiden memastikan kemampuan personel untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. TNI diminta menyiapkan unsur dengan kemampuan khusus, termasuk penerjun freefall, untuk mendukung operasi di medan yang sulit dijangkau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penegakan Hukum terhadap Pelaku dan Korporasi&lt;/strong&gt;. Penanganan karhutla juga tidak hanya diarahkan pada aspek pemadaman, tetapi mencakup penegakan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam laporan kepada Presiden, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menyampaikan bahwa sepanjang 2026 hingga Agustus terdapat 33 laporan polisi dengan 36 tersangka terkait kasus karhutla, dengan luas area terbakar yang terkait perkara tersebut mencapai sekitar 806,57 hektare. Secara kumulatif sejak 2025 hingga Agustus 2026, Polda Riau melaporkan telah menangani 94 laporan polisi dengan 106 tersangka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden meminta aparat tidak ragu menindak pihak yang terbukti melakukan pembakaran maupun pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pencegahan kebakaran tetapi tidak menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, setiap dugaan keterlibatan korporasi tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum yang berlaku. Dengan demikian, keberadaan kebakaran di suatu wilayah konsesi tidak serta&#45;merta membuktikan bahwa perusahaan merupakan pelaku pembakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perusahaan Diminta Perkuat Sistem Pencegahan&lt;/strong&gt;. Arahan Presiden juga menjadi peringatan bagi perusahaan perkebunan dan pemegang konsesi di Riau untuk memastikan seluruh sistem pencegahan dan penanggulangan karhutla benar&#45;benar berjalan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaan perlu memastikan kesiapan personel, patroli, sarana komunikasi, sumber air, pompa, kendaraan pemadam, menara pemantau, pemantauan hotspot, serta mekanisme respons cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan pendekatan deteksi dini yang ditekankan Presiden, perusahaan tidak cukup hanya menunjukkan bahwa fasilitas penanggulangan karhutla tercantum dalam dokumen. Kesiapan tersebut harus dapat dibuktikan secara faktual ketika terjadi hotspot maupun kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasi kegiatan patroli, pemantauan hotspot, koordinasi dengan aparat, pengerahan personel, penggunaan peralatan, serta tindakan pemadaman juga menjadi bagian penting dalam menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gambut dan Sumber Air Jadi Perhatian&lt;/strong&gt;. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian karhutla di Riau. Karena itu, ketersediaan sumber air dan kesiapan infrastruktur pembasahan menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Instruksi Presiden untuk membangun sumber air di sekitar titik hotspot menunjukkan bahwa ketersediaan air harus dipersiapkan sebelum kebakaran berkembang. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat prinsip bahwa penanganan karhutla harus dilakukan sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Riau Dinilai Berhasil, tetapi Operasi Belum Selesai&lt;/strong&gt;. Presiden Prabowo menilai sinergi berbagai unsur di Riau dalam menangani karhutla patut diapresiasi. Penanganan tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, perusahaan, masyarakat, dan relawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, apresiasi tersebut bukan berarti operasi telah selesai. Tujuh titik api yang masih tersisa harus segera dituntaskan, sementara seluruh jajaran diminta tetap waspada terhadap munculnya hotspot baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan utama Presiden dalam rapat tersebut jelas: jangan menunggu api membesar. Setiap hotspot harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan luas area terbakar yang mencapai lebih dari 16 ribu hektare sepanjang Januari–Agustus 2026, pengendalian karhutla Riau masih membutuhkan kewaspadaan dan kerja terpadu. Pemerintah pusat pun menegaskan bahwa keberhasilan penanganan tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mencegah hotspot berkembang menjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat Presiden Prabowo di Pekanbaru pada 24 Agustus 2026 akhirnya menempatkan strategi karhutla pada tiga garis utama: deteksi dini, respons cepat, dan penegakan hukum. Riau dinilai telah menunjukkan kemajuan dalam menekan kebakaran, tetapi operasi belum berakhir hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/75343283625-1787548704.jpg"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 18:03:07 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4988/prabowo-turun-langsung-tangani-karhutla-riau</guid></item><item><title>Korban Gempa Capai 91 Orang, 161 Ribu Mengungsi, Bantuan Terus Dikirim</title><link>https://bgnnews.id/detail/4987/korban-gempa-capai-91-orang-161-ribu-mengungsi-bantuan-terus-dikirim</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;FLORES, NTT, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih terus berlangsung. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 91 orang, sementara lebih dari 161 ribu warga mengungsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data BNPB sehari sebelumnya mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang luka&#45;luka, dan 150.576 orang mengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak. Korban meninggal terdiri atas 31 orang di Manggarai, 30 di Manggarai Timur, 13 di Nagekeo, 9 di Sikka, 4 di Ngada, 2 di Ende, dan 1 di Manggarai Barat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;954 Ton Bantuan Telah Didistribusikan. Pemerintah melalui BNPB terus memperkuat distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak. Hingga 22 Agustus 2026, sebanyak 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan melalui 68 sorti penerbangan, dengan rincian 651 ton menuju Labuan Bajo dan 303 ton menuju Maumere.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bantuan yang dikirim mencakup sembako, makanan siap saji, mi instan, obat&#45;obatan, tenda, matras, selimut, velbed, perlengkapan kebersihan, pakaian, genset, toilet portabel, serta alat penjernih air.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1240/698;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/56558f96bd2bdb7784161fa8de3df3d3.jpg&quot; width=&quot;1240&quot; height=&quot;698&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain bantuan logistik, pelayanan kesehatan juga diperkuat. KRI dr. Soeharso&#45;990 telah memberikan pelayanan medis dan mendirikan rumah sakit lapangan di wilayah Manggarai. Kapal rumah sakit tersebut memiliki fasilitas untuk tindakan medis serta ruang rawat inap berkapasitas hingga 75 pasien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bantuan Menjangkau Pulau Terluar. Distribusi bantuan tidak hanya dilakukan di wilayah daratan Flores. BNPB pada Minggu (23/8) kembali mengirim bantuan ke Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, di Pulau Sukun, yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga terdampak.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1290/726;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/09374acb62cd0b17fca150c9b3fe4a78.jpg&quot; width=&quot;1290&quot; height=&quot;726&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bantuan dikirim menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mencakup perangkat internet berbasis satelit, obat&#45;obatan dan paket medis. Sebelumnya, bantuan berupa beras, sembako, minyak goreng, air mineral, selimut, telur, popok bayi, terpal, mi instan, perlengkapan kebersihan, tikar, dan kebutuhan kesehatan juga telah dikirim melalui kapal cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah. Selain penanganan darurat, pemerintah mulai menyiapkan tahap pemulihan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyiapkan pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah bagi masyarakat terdampak di Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:700/395;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/d57c96555ddbb39338fedffdf60b1711.jpg&quot; width=&quot;700&quot; height=&quot;395&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kementerian Sosial juga mulai menyalurkan santunan duka kepada ahli waris korban meninggal dunia, termasuk 13 ahli waris korban di Kabupaten Nagekeo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih berlangsung. BMKG mencatat ribuan gempa susulan pascagempa utama dan mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan distribusi bantuan serta pelayanan kepada masyarakat terdampak. Penanganan saat ini diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, tetapi juga mempercepat pemulihan rumah, layanan kesehatan, pendidikan, komunikasi, dan infrastruktur di wilayah terdampak. (&lt;i&gt;detik, cbsnews, koranjakarta, fpntt, bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/99532948731-img-20260823-wa0016.jpg"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 23:21:44 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4987/korban-gempa-capai-91-orang-161-ribu-mengungsi-bantuan-terus-dikirim</guid></item><item><title>Gempa M7,7 Guncang Flores, 91 Orang Meninggal Dunia</title><link>https://bgnnews.id/detail/4986/gempa-m77-guncang-flores-91-orang-meninggal-dunia</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;NUSA TENGGARA TIMUR&lt;/strong&gt; — Gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB, dengan kekuatan magnitudo M7,7. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT dan menyebabkan kerusakan bangunan serta korban jiwa. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 91 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka&#45;luka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung. BMKG mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa utama dan mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi serta mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan BNPB. (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/61004473393-retouch_2026082322262522.jpg"/><pubDate>Sat, 15 Aug 2026 23:01:51 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4986/gempa-m77-guncang-flores-91-orang-meninggal-dunia</guid></item><item><title>AMP2K Gelar Aksi di Mabes Polri Desak Pengusutan PETI di Mandailing Natal</title><link>https://bgnnews.id/detail/4985/amp2k-gelar-aksi-di-mabes-polri-desak-pengusutan-peti-di-mandailing-natal</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid III di depan Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026). Massa mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut dan menertibkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam aksinya, AMP2K menyoroti dugaan aktivitas PETI di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Kota Nopan, Lingga Bayu, Batang Natal, Muara Batang Gadis, serta kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator aksi AMP2K, Noprianda Ramadhan Nasution, mengatakan aksi tersebut kembali digelar sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar serius menangani dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami meminta Kapolri segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Mandailing Natal. Aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa ada penindakan hukum yang jelas,” ujar Noprianda dalam keterangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Soroti Dugaan Pembiaran. AMP2K juga mengaitkan tuntutannya dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI pada 14 Agustus 2026 mengenai persoalan pertambangan ilegal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut AMP2K, pernyataan tersebut harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin, termasuk kemungkinan adanya pihak&#45;pihak yang mengetahui, melindungi, atau terlibat dalam aktivitas tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMP2K menduga masih beroperasinya aktivitas PETI di sejumlah wilayah Madina menunjukkan adanya persoalan dalam pengawasan dan penegakan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, berbagai tudingan mengenai keterlibatan atau penerimaan setoran oleh aparat maupun pihak tertentu yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan klaim dan dugaan dari AMP2K yang masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Menurut kami, persoalan PETI di Madina perlu ditelusuri lebih jauh. Sudah berulang kali muncul pemberitaan dan informasi mengenai kembali beroperasinya alat berat di sejumlah wilayah, mulai dari Batang Natal, Lingga Bayu, Kota Nopan, Muara Batang Gadis hingga perbatasan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal,” kata Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Soroti Dugaan Korban Jiwa. Selain aktivitas pertambangan ilegal, AMP2K turut menyoroti informasi mengenai dugaan adanya korban jiwa dalam aktivitas PETI di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka meminta aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMP2K mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam aksi Jilid III tersebut, AMP2K menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Mabes Polri dan institusi terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, AMP2K mendesak Kapolri segera menertibkan aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, AMP2K meminta arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberantasan pertambangan ilegal ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penegakan hukum terhadap pihak&#45;pihak yang terbukti mengetahui atau terlibat dalam aktivitas PETI di wilayah Mandailing Natal hingga kawasan Sungai Batang Gadis dan perbatasan Tapanuli Selatan&#45;Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, AMP2K meminta Kapolri memerintahkan Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Mandailing Natal menertibkan aktivitas PETI, khususnya di Kecamatan Lingga Bayu, Batang Natal, dan Muara Batang Gadis, serta mengusut dugaan keterlibatan pihak&#45;pihak tertentu yang disebut dalam tuntutan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat, AMP2K meminta Kapolri memerintahkan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala desa yang mereka sebut dalam tuntutannya karena diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas PETI. Dugaan tersebut, menurut AMP2K, perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan resmi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelima, AMP2K mendesak Kapolri mengevaluasi Kapolda Sumatera Utara terkait penanganan dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Mandailing Natal. Mereka meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran atau kelalaian berdasarkan hasil pemeriksaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keenam, AMP2K meminta evaluasi terhadap Kapolres Mandailing Natal terkait penanganan aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Mereka menilai penegakan hukum terhadap aktivitas tersebut belum berjalan secara maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketujuh, AMP2K menyatakan Kapolri harus bertanggung jawab terhadap pemberantasan tambang ilegal secara nasional dan meminta adanya evaluasi kepemimpinan apabila persoalan pertambangan ilegal tidak mampu ditangani secara efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedelapan, AMP2K mendesak Panglima TNI memerintahkan Polisi Militer melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minta Penegakan Hukum Transparan. AMP2K menilai pemberantasan PETI tidak cukup hanya dilakukan melalui penertiban terhadap pekerja atau operator di lapangan. Mereka meminta aparat mengungkap pihak yang diduga menjadi pemodal, pengendali, maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, seluruh tudingan mengenai keterlibatan aparat, pejabat, kepala desa, ataupun pihak tertentu perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum. Prinsip praduga tak bersalah juga tetap harus dikedepankan sampai terdapat putusan atau bukti hukum yang berkekuatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi tersebut menjadi demonstrasi Jilid III yang dilakukan AMP2K untuk menyuarakan persoalan PETI di Mandailing Natal. Massa berharap Mabes Polri memberikan perhatian serius terhadap tuntutan mereka dan melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal serta kemungkinan adanya pihak yang terlibat. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/66419064378-img-20260821-wa0022.jpg"/><pubDate>Fri, 21 Aug 2026 22:00:54 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4985/amp2k-gelar-aksi-di-mabes-polri-desak-pengusutan-peti-di-mandailing-natal</guid></item><item><title>KUA&#45;PPAS 2027 Jadi Ujian Janji Beasiswa Mahasiswa Kampar</title><link>https://bgnnews.id/detail/4984/kuappas-2027-jadi-ujian-janji-beasiswa-mahasiswa-kampar</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Perjuangan mahasiswa Kabupaten Kampar untuk memperoleh kepastian program beasiswa kembali memasuki tahap penting. Setelah menggelar aksi pada 28 Mei 2025 dan 29 Oktober 2025, mahasiswa kini menunggu pembuktian komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar terkait penyediaan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sorotan mahasiswa mengarah pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA&#45;PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang telah disepakati Pemerintah Kabupaten Kampar bersama DPRD Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesepakatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk melihat apakah komitmen pemerintah yang sebelumnya disampaikan dalam rangkaian dialog dengan mahasiswa benar&#45;benar telah diterjemahkan ke dalam kebijakan dan perencanaan anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam dialog sebelumnya, pemerintah disebut telah menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan pengalokasian anggaran beasiswa sekaligus mendorong pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaan program.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, mahasiswa meminta keterbukaan mengenai tindak lanjut dari komitmen tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sudah dua kali menyampaikan tuntutan. Pemerintah juga sudah menyampaikan komitmen. Sekarang kami tidak membutuhkan janji baru, tetapi bukti,” ujar Muhammad Ikhsan kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Ikhsan, apabila program beasiswa benar&#45;benar menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kampar, sejumlah hal perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Di antaranya besaran anggaran yang dialokasikan, jumlah calon penerima, kriteria penerima, mekanisme seleksi, serta waktu pelaksanaan program.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau memang sudah masuk dalam perencanaan anggaran, sampaikan kepada publik. Kalau belum, pemerintah harus menjelaskan alasannya. Jangan sampai aspirasi mahasiswa didengar saat aksi, tetapi hilang ketika anggaran dibahas,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aspek anggaran, mahasiswa juga menyoroti janji pembentukan Perbup. Menurut mereka, regulasi tersebut diperlukan agar program beasiswa memiliki dasar hukum, kriteria yang jelas, serta mekanisme penyaluran dan pengawasan yang transparan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara normatif, dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu memiliki landasan dalam Pasal 76 Undang&#45;Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mengatur pemenuhan hak mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk melalui beasiswa dan bantuan biaya pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KUA&#45;PPAS 2027 Jadi Momentum Pembuktian. Bagi mahasiswa, tahapan penyusunan anggaran 2027 menjadi momentum penting untuk mengukur keseriusan pemerintah dalam merealisasikan komitmen yang telah disampaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua kali aksi telah dilakukan. Komitmen pemerintah telah disampaikan. Pembentukan regulasi juga telah dijanjikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, pertanyaan mahasiswa berfokus pada satu hal: apakah program beasiswa mahasiswa Kampar benar&#45;benar akan diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran 2027 dan kemudian direalisasikan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya memberikan respons ketika aspirasi disampaikan melalui aksi, tetapi juga memastikan adanya kebijakan yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak meminta janji baru. Kami hanya meminta janji yang sudah disampaikan dibuktikan melalui regulasi, anggaran, dan realisasi,” tutup Muhammad Ikhsan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini ditulis, pernyataan atau penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kampar terkait besaran anggaran beasiswa, jumlah penerima, mekanisme pelaksanaan, serta progres pembentukan Perbup belum dimuat dalam informasi yang disampaikan kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/6389788413-img-20260820-wa0003.jpg"/><pubDate>Thu, 20 Aug 2026 21:58:28 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4984/kuappas-2027-jadi-ujian-janji-beasiswa-mahasiswa-kampar</guid></item><item><title>PMII Riau Minta Polemik HGB STC Pekanbaru Diselesaikan Lewat Klarifikasi dan Jalur Hukum</title><link>https://bgnnews.id/detail/4983/pmii-riau-minta-polemik-hgb-stc-pekanbaru-diselesaikan-lewat-klarifikasi-dan-jalur-hukum</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau meminta polemik terkait status Hak Guna Bangunan (HGB) 133 unit ruko di kawasan Sukaramai Trade Centre (STC) Pekanbaru disikapi secara proporsional, terbuka, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, menilai perbedaan informasi mengenai konsultasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu segera diluruskan agar tidak berkembang menjadi polemik antarlembaga maupun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para pedagang STC.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polemik tersebut mencuat setelah adanya pemberitaan mengenai pernyataan sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD Kota Pekanbaru, yang menyebut Kemendagri tidak pernah mengeluarkan rekomendasi bahwa 133 HGB milik pedagang STC tidak dapat diperpanjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan tersebut kemudian diluruskan oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Pemko Pekanbaru menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan adanya rekomendasi Menteri Dalam Negeri terkait STC. Konsultasi yang dilakukan Pemko Pekanbaru disebut berkaitan dengan ketentuan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi perkembangan tersebut, Supriadi mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan komunikasi dan klarifikasi sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami melihat perlu adanya komunikasi yang baik dan terbuka antarpihak. Jangan sampai perbedaan pandangan justru terkesan saling menjatuhkan. Dalam persoalan seperti ini, yang paling penting adalah duduk bersama, melakukan tabayyun, serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Supriadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Supriadi, konsultasi Pemko Pekanbaru dengan lembaga dan instansi terkait merupakan langkah yang wajar sekaligus bentuk kehati&#45;hatian pemerintah dalam mengambil keputusan. Terlebih, persoalan STC tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum pertanahan dan HGB, tetapi juga menyentuh pengelolaan aset daerah serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami rasa langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru sudah berada pada koridornya. Konsultasi dengan lembaga terkait merupakan langkah yang tepat agar setiap kebijakan mengenai STC memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Supriadi kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supriadi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi secara utuh. Menurutnya, penyampaian informasi yang tidak lengkap berpotensi membentuk persepsi sepihak dan memperkeruh persoalan yang sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui komunikasi antarpihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kondusif, bijak dalam memilih dan memilah pemberitaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang terkesan tendensius. Kedepankan tabayyun, klarifikasi, dan komunikasi yang baik antarlembaga maupun antarpihak,” lanjut Supriadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, persoalan STC tidak semata&#45;mata menyangkut status HGB atau pengelolaan aset daerah. Di balik persoalan tersebut terdapat kepentingan ekonomi para pedagang yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas perdagangan di kawasan STC.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, PKC PMII Riau mendorong Pemko Pekanbaru agar setiap kebijakan terkait STC mempertimbangkan secara seimbang aspek kepastian hukum, pengelolaan aset daerah, kepentingan masyarakat, dan keberlangsungan usaha para pedagang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami memberikan dorongan dan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencari solusi terbaik terkait STC. Harapannya, kawasan tersebut tetap dapat beroperasi sebagaimana mestinya sehingga masyarakat dan para pedagang tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonominya,” tegas Supriadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supriadi berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat menghindari perdebatan yang kontraproduktif dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme yang transparan, komunikasi terbuka, serta mengacu pada peraturan perundang&#45;undangan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PKC PMII Riau juga mendorong adanya forum bersama yang melibatkan Pemko Pekanbaru, DPRD Kota Pekanbaru, pihak terkait pengelolaan STC, para pedagang, serta instansi berwenang untuk memperoleh kejelasan mengenai aspek hukum dan status pengelolaan kawasan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan sampai persoalan ini justru merugikan masyarakat dan pedagang. Pemerintah, DPRD, pedagang, serta seluruh pihak terkait harus duduk bersama mencari jalan keluar yang legal, adil, dan berpihak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat,” tutup Supriadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, PKC PMII Riau menilai penyelesaian polemik STC sebaiknya tidak berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang benar atau siapa yang keliru, tetapi diarahkan pada upaya memperoleh kepastian hukum dan solusi yang dapat memberikan perlindungan bagi kepentingan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/62169634530-img-20260819-wa0005.jpg"/><pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:10:18 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4983/pmii-riau-minta-polemik-hgb-stc-pekanbaru-diselesaikan-lewat-klarifikasi-dan-jalur-hukum</guid></item><item><title>PADIKSI Unisbank Tebar Kepedulian di Desa Pranten, Salurkan Sembako dan Edukasi Kesehatan</title><link>https://bgnnews.id/detail/4982/padiksi-unisbank-tebar-kepedulian-di-desa-pranten-salurkan-sembako-dan-edukasi-kesehatan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PURWODADI, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Paguyuban Bidikmisi (PADIKSI) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Menebar Kepedulian, Mewujudkan Kebersamaan” tersebut diisi dengan edukasi kesehatan, penyaluran bantuan sembako, serta kegiatan edukatif bagi anak&#45;anak desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu menjadi bagian dari upaya PADIKSI untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjalankan semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh fungsionaris PADIKSI terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari tahap persiapan, mobilisasi logistik, pelaksanaan acara, hingga penutupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari dengan berkumpulnya seluruh panitia di titik penjemputan. Proses diawali dengan registrasi dan presensi yang dipandu oleh sekretaris pelaksana untuk memastikan kesiapan dan kedisiplinan seluruh fungsionaris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah presensi, panitia mengikuti briefing yang dipimpin langsung oleh ketua pelaksana. Dalam pengarahan tersebut, panitia kembali memeriksa pembagian tugas setiap divisi, rundown kegiatan, serta sejumlah kebutuhan teknis di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seluruh persiapan dinyatakan siap, panitia bersama logistik kegiatan kemudian bergerak menuju Desa Pranten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan ramah tamah dan sambutan di balai pertemuan setempat. Kepala Desa Pranten menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Unisbank yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Bakti Sosial PADIKSI 2026 di Desa Pranten. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara Desa Pranten dan Universitas Stikubank,” ujar Kepala Desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, panitia kemudian menyerahkan plakat secara simbolis kepada Kepala Desa Pranten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua pelaksana dan Ketua Umum PADIKSI. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PADIKSI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pranten serta dr. Wahyu Indarti atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pranten serta Ibu dr. Wahyu Indarti atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi PADIKSI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” kata Ketua Umum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agenda utama berikutnya adalah seminar kesehatan yang diikuti warga Desa Pranten. Sebagian peserta seminar merupakan warga yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan sembako dari panitia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seminar menghadirkan dr. Wahyu Indarti sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui kebiasaan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dr. Wahyu Indarti mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya gangguan kesehatan untuk mulai menerapkan pola hidup sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Menjaga kesehatan perlu dimulai dari kebiasaan sehari&#45;hari. Lansia perlu menjaga pola hidup sehat, generasi muda juga perlu mulai memperhatikan kesehatan sejak sekarang. Kebiasaan yang baik hari ini akan menentukan kualitas kesehatan kita di masa depan,” kata dr. Wahyu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara warga dan narasumber. Setelah seminar selesai, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada dr. Wahyu Indarti sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seminar berakhir dan narasumber meninggalkan lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sembako dan logistik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyaluran dilakukan secara tertib berdasarkan kupon resmi yang sebelumnya diberikan panitia kepada warga penerima. Mekanisme tersebut diterapkan untuk membantu memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai sasaran yang telah ditetapkan panitia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seluruh paket bantuan disalurkan, panitia bersama warga melaksanakan ISHOMA atau istirahat, salat, dan makan siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menjadi waktu untuk beristirahat, momentum tersebut dimanfaatkan panitia untuk membangun komunikasi dan keakraban dengan masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada siang hari, rangkaian bakti sosial dilanjutkan dengan kegiatan yang menyasar anak&#45;anak Desa Pranten. Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan TPQ/TPG dan berbagai permainan edukatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal rutin TPQ di Desa Pranten. Panitia mengajak anak&#45;anak belajar bersama sekaligus mengembangkan kreativitas, kebersamaan, dan kekompakan melalui permainan yang telah dipersiapkan oleh Divisi Acara.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:3264/2176;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/4dc0ae73bdf21b5eefd0de2691270c0e.jpg&quot; width=&quot;3264&quot; height=&quot;2176&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan melibatkan anak&#45;anak secara langsung dalam aktivitas pembelajaran dan permainan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki sore hari, panitia mulai mempersiapkan rangkaian penutupan. Para peserta, tokoh masyarakat, dan tamu undangan kembali dikondisikan untuk mengikuti agenda perpisahan secara formal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh panitia melakukan pengecekan terhadap sisa logistik dan perlengkapan organisasi. Panitia juga melaksanakan aksi bersih&#45;bersih untuk memastikan lokasi kegiatan kembali dalam kondisi rapi dan bersih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan, Bakti Sosial PADIKSI 2026 di Desa Pranten resmi berakhir. Seluruh panitia kemudian bertolak menuju kampus Universitas Stikubank Semarang dengan tertib dan selamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat secara langsung. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/12175338333-img-20260810-wa0009.jpg"/><pubDate>Mon, 03 Aug 2026 12:30:02 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4982/padiksi-unisbank-tebar-kepedulian-di-desa-pranten-salurkan-sembako-dan-edukasi-kesehatan</guid></item><item><title>Bukit Suligi Aliantan Kembali Jadi Arena Latihan Kodam XIX/TT</title><link>https://bgnnews.id/detail/4981/bukit-suligi-aliantan-kembali-jadi-arena-latihan-kodam-xixtt</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ALIANTAN, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Kompi Kavaleri 6/Rajawali Bhakti Tama (Kikav 6/RBT) Kodam XIX/Tuanku Tambusai kembali melaksanakan latihan menembak senjata kendaraan tempur (ranpur) TA. 2026 di kawasan Bukit Suligi, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Latihan yang berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Agustus 2026, menjadi bagian dari program pembinaan kemampuan tempur prajurit kavaleri sekaligus menguji kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut bertujuan menguji kemampuan olah yuda prajurit, memelihara dan meningkatkan keterampilan menembak menggunakan persenjataan kendaraan tempur, mengukur kesiapan operasional ranpur, serta mengasah profesionalisme prajurit dalam mengoperasikan alutsista yang menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Latihan menembak tersebut dihadiri oleh Brigjen TNI Muhamad Yahya, S.A.P., selaku Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam XIX/TT, Kolonel Kav Sahid Sahabuddin, S.H., M.Si., Direktur Pembinaan Doktrin (Dirbindok) Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD, Letkol Kav M. Ruhum Lubis, Inspektur Madya Bidang Operasi (Irdya Ops) Inspektorat Kodam XIX/TT, serta Kapten Kav Arya Pandu Wicaksana, Komandan Kompi Kavaleri (Danki Kav) 6/Rajawali Bhakti Tama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain unsur TNI, kegiatan juga disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kabun dan tokoh masyarakat setempat, yakni Camat Kabun Anang Perdana Putra, S.STP., Kapolsek Kabun Iptu Jeri P. Sinaga, Danramil 08/TDN Kapten Arh Aswin Sembiring, Kepala Desa Aliantan Marisal, serta tokoh masyarakat Aliantan H. Herman Datuk Panglimo Sultan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Latihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit, memastikan kesiapan kendaraan tempur beserta sistem persenjataannya, memperkuat koordinasi antarprajurit dalam pelaksanaan operasi, menjaga kesiapsiagaan tempur satuan, serta meningkatkan kepercayaan diri personel dalam menjalankan tugas pertahanan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncak rangkaian latihan dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, yang bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke&#45;59 Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan kebersamaan berupa bakar ayam dan makan bersama di kawasan Agro Wisata Durian Musang King Suligi Hill. Seluruh peserta latihan mendapat jamuan dari tokoh masyarakat Aliantan sekaligus pengelola kawasan wisata tersebut, H. Herman Datuk Panglimo Sultan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana kebersamaan semakin semarak dengan kehadiran M. Hardan Alpadri, yang dikenal sebagai &quot;TNI Cilik&quot;, sehingga menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1128/677;&quot; src=&quot;https://bgnnews.id/assets/foto/bd9ab89c709fee91d971ce05dd8a5f93.jpg&quot; width=&quot;1128&quot; height=&quot;677&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti diketahui, Bukit Suligi bukanlah lokasi baru bagi TNI&#45;AD. Sejak 2021, kawasan yang berada pada ketinggian sekitar 812 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu telah lima kali dipercaya sebagai lokasi latihan menembak kendaraan tempur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memiliki kontur medan yang mendukung latihan militer, kawasan ini juga dinilai ideal untuk kegiatan pembaretan prajurit TNI dan Polri maupun sebagai bumi perkemahan Pramuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Bukit Suligi juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Riau. Kawasan ini pernah meraih Juara I Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 pada kategori Wisata Dataran Tinggi Terpopuler, serta memiliki kawasan Agro Wisata Durian dengan varietas unggulan Musang King yang dikelola oleh H. Herman Datuk Panglimo Sultan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pelaksanaan latihan tersebut, Kodam XIX/TT tidak hanya memperkuat kemampuan tempur dan kesiapan operasional satuan kavaleri, tetapi juga menunjukkan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung kegiatan pembinaan pertahanan negara di wilayah Riau. (rgr)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/93427168281-img-20260806-wa0045.jpg"/><pubDate>Thu, 06 Aug 2026 17:29:59 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4981/bukit-suligi-aliantan-kembali-jadi-arena-latihan-kodam-xixtt</guid></item><item><title>Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia</title><link>https://bgnnews.id/detail/4980/keluarga-besar-pwi-berduka-sekjen-pwi-pusat-zulmansyah-sekedang-tutup-usia</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; – Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, S.Sos., M.Ikom (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/4/2026) dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba&#45;tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah&#45;muntah. Ia segera dilarikan ke RS Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1920/1080;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/ca0f16be65357e8e85741c40eb99a085.jpg&quot; width=&quot;1920&quot; height=&quot;1080&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list&#45;style&#45;type:disc;&quot;&gt;&lt;li&gt;Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke&#45;24 di Bandung tahun 2023&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,&quot; ujarnya, Sabtu (18/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas. (&lt;i&gt;Sumber: Siaran Pers PWI Pusat 18 April 2026&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/42812760103-videocapture_20260418-173355.jpg"/><pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:35:45 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4980/keluarga-besar-pwi-berduka-sekjen-pwi-pusat-zulmansyah-sekedang-tutup-usia</guid></item><item><title>PLN Nyalakan Listrik 24 Jam di Rokan Hulu–Kampar: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, dan Pariwisata</title><link>https://bgnnews.id/detail/4979/pln-nyalakan-listrik-24-jam-di-rokan-hulu–kampar-dorong-pertumbuhan-ekonomi-pendidikan-dan-pariwisata</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Aliantan, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – PT PLN (Persero) kembali memperluas akses listrik nasional dengan menyalakan jaringan listrik desa (lisdus) bagi sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) di Provinsi Riau yang membentang dari Dusun Dua, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu hingga Dusun Langgai, Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PT PLN (Persero) melalui Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Ujung Batu resmi melakukan penyalaan (&lt;i&gt;energize&lt;/i&gt;) jaringan listrik desa di Dusun Dua, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, pada Selasa (14/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pembangunan jaringan lisdus tersebut menghubungkan dua kabupaten, yakni Rokan Hulu dan Kampar, serta menjangkau sedikitnya 300 KK yang sebelumnya belum menikmati listrik secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan jaringan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, dimulai sejak 10 Januari 2026. Proyek ini didanai melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN 2025 yang disalurkan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, Kementerian ESDM tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga melakukan pengawasan hingga tahap pemeriksaan fisik jaringan sebelum dinyatakan siap beroperasi (&lt;i&gt;energize&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara teknis, jaringan yang dibangun meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 17 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 11 kms. Selain itu, PLN juga memasang empat unit transformator, terdiri dari dua unit berkapasitas 100 kVA dan dua unit berkapasitas 50 kVA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh pekerjaan telah rampung 100 persen sesuai target, dan jaringan listrik kini telah beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan penyalaan dipimpin oleh Team Leader Teknik ULP Ujung Batu, Defiyanto, serta dihadiri jajaran manajemen PLN dari berbagai unit, antara lain ULP Ujung Batu, ULP Pekanbaru, Unit Induk Distribusi (UID) Kepulauan Riau, Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Riau, dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bangkinang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Defiyanto menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah untuk menghadirkan listrik yang merata dan berkeadilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kehadiran listrik di wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta mendukung aktivitas pendidikan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga infrastruktur kelistrikan agar pasokan listrik tetap andal dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Desa Aliantan Marisal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aliantan Zulkani, serta Kepala Desa Koto Tuo Saifudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir juga Bhabinkamtibmas Desa Aliantan Aipda Eddy S. Tampubolon, tokoh masyarakat Aliantan H. Herman Datuk Panglimo Sultan dan Ishak, serta RT Desa Koto Tua Irwansyah dan Rinso Sihombing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tokoh masyarakat Aliantan H. Herman Datuk Panglimo Sultan, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di wilayah tersebut. Menurutnya, listrik akan membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Anak&#45;anak kini akan dapat belajar dengan penerangan yang layak, dan aktivitas ekonomi seperti warung UMKM juga akan semakin berkembang,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa keberadaan listrik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan produktivitas warga.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1182/530;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/c0e9f416601c34fca374eb45777a5b1d.jpg&quot; width=&quot;1182&quot; height=&quot;530&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menariknya, pembangunan jaringan lisdus ini juga melintasi kawasan Bukit Suligi (Suligi Hill), sebuah dataran tinggi di ketinggian sekitar 812 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang pernah meraih Juara I Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori wisata dataran tinggi terpopuler.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan tersedianya listrik, akses dan pengembangan potensi pariwisata di kawasan tersebut diperkirakan juga akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program lisdus Aliantan–Langgai menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah dan PLN dalam menghadirkan keadilan energi. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kehadiran listrik diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan potensi&#45;potensi daerah di Indonesia. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/58855140649-img-20260415-wa0002.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 23:48:56 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4979/pln-nyalakan-listrik-24-jam-di-rokan-hulu–kampar-dorong-pertumbuhan-ekonomi-pendidikan-dan-pariwisata</guid></item><item><title>UIN Suska Riau Dorong Pordisnas, Dispora Riau Beri Sinyal Dukungan Penuh</title><link>https://bgnnews.id/detail/4978/uin-suska-riau-dorong-pordisnas-dispora-riau-beri-sinyal-dukungan-penuh</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (FORMA KIP&#45;Kuliah) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, H. Yurnalis Basri, Sabtu (4/4/2026). Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Diskusi Ilmiah Nasional (Pordisnas) yang digagas sebagai program strategis mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kadispora Riau, H. Yurnalis Basri beserta jajaran, serta Ketua Umum FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan bersama pengurus organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan pemerintah daerah sekaligus menyampaikan program kerja strategis FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau. Selain itu, audiensi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan mendorong dukungan pemerintah terhadap kegiatan pengembangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau memaparkan secara komprehensif konsep Pordisnas. Program ini dirancang sebagai kegiatan berskala nasional yang mengintegrasikan olahraga dengan forum diskusi ilmiah. Ketua Umum FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, menegaskan pentingnya sinergi antara intelektualitas dan sportivitas dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pordisnas diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non&#45;akademik, sekaligus meningkatkan daya saing, membangun jejaring intelektual, serta mendorong kolaborasi nasional antar mahasiswa,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyebutkan bahwa program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa dan diyakini mampu memberikan dampak positif secara luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal tersebut, Kadispora Riau, H. Yurnalis Basri, memberikan apresiasi atas inisiatif yang diusung mahasiswa. Ia menilai program Pordisnas sebagai kegiatan inovatif yang mampu mendorong generasi muda menjadi lebih aktif, kreatif, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menyambut baik dan mendukung program ini. Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat sportivitas,” kata Yurnalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan tersebut disambut positif oleh FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau. Muhammad Ikhsan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Dispora Riau. Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi organisasi untuk terus mengembangkan program&#45;program yang bermanfaat bagi mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami bangga karena program Pordisnas mendapat perhatian langsung dari Kadispora Riau. Ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak luas,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Audiensi ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Dispora Riau juga memastikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Pordisnas ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui audiensi ini, sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat, khususnya dalam mendorong program&#45;program inovatif yang berkontribusi pada pengembangan generasi muda Indonesia. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/38676814109-img-20260404-wa0004.jpg"/><pubDate>Tue, 07 Apr 2026 01:34:18 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4978/uin-suska-riau-dorong-pordisnas-dispora-riau-beri-sinyal-dukungan-penuh</guid></item><item><title>Harmoni Pasca&#45;Fitri, UNISBANK Gelar Halal Bihalal Pererat Silaturahmi</title><link>https://bgnnews.id/detail/4977/harmoni-pascafitri-unisbank-gelar-halal-bihalal-pererat-silaturahmi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Paguyuban Bidikmisi Universitas Stikubank (PADIKSI UNISBANK) Semarang menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “&lt;i&gt;Harmoni Pasca&#45;Fitri, Sucikan Hati dengan Silaturahmi&lt;/i&gt;” di Masjid Al&#45;Ikhsan, Kampus Kendeng, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas diri mahasiswa setelah menjalani ibadah Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara yang diikuti oleh anggota PADIKSI UNISBANK tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al&#45;Qur’an dari Surah Al&#45;Mu’minun ayat 1–3 oleh Najwa Atifah, yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, acara dipandu oleh pembawa acara Anggraini dan Kelana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana, Nur Jihan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan persaudaraan antaranggota. Ia juga mengapresiasi kehadiran para peserta yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Momentum ini diharapkan mampu memperkuat tali silaturahmi agar tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PADIKSI UNISBANK, Rayhan Dzikra Adrian Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi anggota sekaligus memohon maaf atas kekhilafan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan dan memperkuat solidaritas internal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Saeffurohman, S.Kom., M.Cs. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan, seperti salat berjamaah dan tadarus Al&#45;Qur’an, agar tetap berlanjut setelah Idul Fitri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyoroti fenomena kehidupan modern, di mana sebagian orang cenderung menampilkan citra baik di hadapan publik tanpa diimbangi kebersihan hati. Menurutnya, silaturahmi yang tulus menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kejernihan hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penting untuk senantiasa menjaga hati melalui silaturahmi yang ikhlas,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Saeffurohman mengajak peserta untuk terus melakukan pengembangan diri secara bertahap, di antaranya dengan memperbaiki kekurangan, meningkatkan kebiasaan positif, serta membangun kualitas diri secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri. Acara kemudian ditutup dengan prosesi saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan, serta sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara keseluruhan, Halal Bihalal PADIKSI UNISBANK tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana refleksi diri dan penguatan nilai&#45;nilai spiritual serta kebersamaan di kalangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, PADIKSI UNISBANK juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan sosial keagamaan selama Ramadhan 1447 Hijriah, antara lain buka bersama pada Jumat (27/2/2026) di Aula Kampus UNISBANK serta kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di kawasan Taman Indonesia Kaya, Semarang, pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan&#45;kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penguatan solidaritas, empati sosial, serta kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1044/468;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/83d1dcea51c203d4898db974b869a025.jpg&quot; width=&quot;1044&quot; height=&quot;468&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 28 April 1968 di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI). Mengusung tagline “&lt;i&gt;Digital Youth Entrepreneurial University&lt;/i&gt;”, UNISBANK memiliki empat fakultas utama dengan total 14 program studi pada jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister. Kurikulumnya menekankan integrasi kompetensi digital dan kewirausahaan guna menjawab tantangan era transformasi teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berbagai kegiatan tersebut, PADIKSI UNISBANK menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang kuat. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/20171466568-img-20260329-wa0011.jpg"/><pubDate>Sun, 29 Mar 2026 20:31:06 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4977/harmoni-pascafitri-unisbank-gelar-halal-bihalal-pererat-silaturahmi</guid></item><item><title>IMA Madina Pekanbaru Perkuat Solidaritas untuk Mandailing Natal Berkemajuan</title><link>https://bgnnews.id/detail/4976/ima-madina-pekanbaru-perkuat-solidaritas-untuk-mandailing-natal-berkemajuan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Panyabungan, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan dialog interaktif pada Kamis, (26/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dilan Coffee Shop, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini berjalan khidmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan), memperkuat solidaritas, serta menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa, kader, dan alumni IMA Madina Pekanbaru dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni “&lt;i&gt;Merajut Ukhuwah di Idul Fitri, Menguatkan Solidaritas Anggota, Kader, dan Alumni IMA Madina Pekanbaru dalam Membangun Mandailing Natal yang Berkemajuan&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara ini dihadiri oleh pengurus, anggota aktif, alumni, serta mahasiswa dari berbagai paguyuban daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya jaringan sosial mahasiswa Mandailing Natal di perantauan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen kolektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Halal bihalal ini menjadi titik temu hati dan pikiran. Kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan Mandailing Natal,” ujarnya kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Jumat (27/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Sekretaris Jenderal IMA Madina Pekanbaru, Aji Pangestu, menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan mahasiswa agar tidak berhenti pada diskusi semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita tidak kekurangan forum, tetapi sering kali kekurangan keberlanjutan. Apa yang dibahas hari ini harus menjadi pijakan gerakan ke depan. Mahasiswa tidak boleh hanya kuat di ruang diskusi, tetapi juga hadir dalam realitas sosial – mengawal kebijakan, mengkritisi ketimpangan, dan berdiri bersama masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar organisasi mahasiswa saat ini adalah menjaga integritas dan keberpihakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jika mahasiswa kehilangan keberanian dan idealisme, maka yang tersisa hanyalah formalitas organisasi. IMA Madina harus tetap menjadi rumah perjuangan, bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat lahirnya keberanian melawan ketidakadilan,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana kegiatan, Mhd Sopian Pulungan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan kolektif mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog interaktif yang menjadi bagian utama kegiatan berlangsung dinamis dan konstruktif. Sejumlah isu strategis dibahas, antara lain pembangunan daerah, peran pemuda, serta kontribusi mahasiswa dalam mendorong perubahan positif di Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban yang mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat persaudaraan di tubuh IMA Madina Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, IMA Madina Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah perjuangan intelektual dan sosial bagi mahasiswa Mandailing Natal, sekaligus berperan aktif sebagai bagian dari solusi dalam mendorong kemajuan daerah. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/76497888721-img-20260327-wa0005.jpg"/><pubDate>Fri, 27 Mar 2026 22:10:19 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4976/ima-madina-pekanbaru-perkuat-solidaritas-untuk-mandailing-natal-berkemajuan</guid></item><item><title>STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Gelar Aksi Berbagi Takjil Sambut Ramadhan 2026</title><link>https://bgnnews.id/detail/4975/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-aksi-berbagi-takjil-sambut-ramadhan-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al&#45;Azhar Pekanbaru menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (13/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang mengusung tema “&lt;i&gt;Menebar Kebaikan, Meraih Keberkahan&lt;/i&gt;” tersebut dilaksanakan di depan Kampus STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 96, Kota Pekanbaru. Aksi sosial ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya para pengendara dan warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berbagi takjil tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, bersama jajaran pengurus serta mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pekerja, serta masyarakat sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program sosial mahasiswa dalam menyambut bulan Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersama&#45;sama menebar kebaikan serta meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan,” ujar Noprianda kepada BGNNEWS.CO.ID, Jumat (13/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat gotong royong di kalangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk melakukan kegiatan sosial selama bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak kampus berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian sosial, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/34111193818-img-20260314-wa0005.jpg"/><pubDate>Tue, 17 Mar 2026 01:24:45 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4975/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-aksi-berbagi-takjil-sambut-ramadhan-2026</guid></item><item><title>UNISBANK Gelar Aksi Bagi Takjil Ramadhan di Kota Semarang</title><link>https://bgnnews.id/detail/4974/unisbank-gelar-aksi-bagi-takjil-ramadhan-di-kota-semarang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang kembali menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) di kawasan Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi sosial ini merupakan inisiatif Paguyuban Bidikmisi (Padiksi) UNISBANK Semarang dengan mengusung tema “&lt;i&gt;Bagi Takjil Ramadhan PADIKSI&lt;/i&gt;”. Kegiatan tersebut melibatkan 10 anggota Padiksi UNISBANK yang bertindak sebagai panitia sekaligus relawan dalam proses pembagian takjil kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembagian takjil dilakukan mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Para relawan membagikan paket takjil kepada warga yang melintas maupun masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar area taman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, sekitar 50 paket takjil berhasil dibagikan kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa UNISBANK yang turun langsung ke lapangan mendapat respons positif dan antusias dari masyarakat yang menerima takjil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua kegiatan dari Padiksi UNISBANK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya pada momentum bulan Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, khususnya anggota Padiksi UNISBANK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Padiksi UNISBANK berharap dapat memberikan kontribusi sederhana namun bermakna bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Semangat berbagi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi kegiatan sosial lainnya di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;/gambar/images/1000971649.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 28 April 1968. Awalnya, institusi ini dikenal sebagai Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUBANK) sebelum berkembang menjadi universitas di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini UNISBANK mengusung tagline “Digital Youth Entrepreneurial University” dan memiliki empat fakultas utama, yakni Fakultas Teknologi Informasi dan Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum dan Bahasa, serta Fakultas Vokasi. Total terdapat 14 program studi yang mencakup jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengembangan akademiknya, UNISBANK menekankan integrasi kompetensi digital dan kewirausahaan guna menjawab kebutuhan dunia kerja di era transformasi teknologi. Kurikulumnya juga memperkuat pembelajaran kewirausahaan dan manajemen bisnis, sehingga lulusan diharapkan memiliki kesiapan kerja sekaligus kemampuan menciptakan peluang usaha. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/33260841158-img-20260311-wa0010.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 18:47:38 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4974/unisbank-gelar-aksi-bagi-takjil-ramadhan-di-kota-semarang</guid></item><item><title>Ketuk Pintu Tetangga, Ruang Asa Project dan DDV Riau Salurkan Sembako untuk Warga Dhuafa di Pekanbaru</title><link>https://bgnnews.id/detail/4973/ketuk-pintu-tetangga-ruang-asa-project-dan-ddv-riau-salurkan-sembako-untuk-warga-dhuafa-di-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID &lt;/strong&gt;— Komunitas sosial Ruang Asa Project berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Riau menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat dhuafa melalui kegiatan sosial bertajuk “&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&lt;/i&gt;” di sejumlah kawasan permukiman di Kota Pekanbaru, Selasa (10/3/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program tersebut dilakukan dengan metode &lt;i&gt;door&#45;to&#45;door&lt;/i&gt;, yakni para relawan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan untuk menyerahkan bantuan sekaligus menyapa dan berbincang dengan penerima manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Staf EO Ruang Asa Project, Dinda Fania, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian sosial yang bertujuan memastikan bantuan benar&#45;benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui program &quot;&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&quot;,&lt;/i&gt; kami ingin memastikan bantuan diterima langsung oleh warga yang membutuhkan. Dengan mendatangi rumah mereka, relawan juga dapat melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus menjalin silaturahmi dan kedekatan emosional,” ujar Dinda di sela kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah relawan dari kedua komunitas yang menyusuri gang&#45;gang permukiman warga di Pekanbaru untuk menyalurkan paket sembako kepada keluarga dhuafa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang penerima manfaat, Nurmaili (55), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bantuan sembako tersebut sangat membantu kebutuhan sehari&#45;hari keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih kepada Ruang Asa dan Dompet Dhuafa Riau yang sudah peduli kepada kami,” ungkap Nurmaili dengan haru saat menerima paket sembako di kediamannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Dinda, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan membantu sesama,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program “&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&lt;/i&gt;” juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat serta mendorong lebih banyak pihak untuk berbagi dengan lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Ruang Asa Project merupakan komunitas non&#45;profit yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan di Provinsi Riau. Komunitas ini berkomitmen menjadi wadah kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan berbagai lembaga untuk menghadirkan program&#45;program yang memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/60550941474-img-20260311-wa0007.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 17:52:42 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4973/ketuk-pintu-tetangga-ruang-asa-project-dan-ddv-riau-salurkan-sembako-untuk-warga-dhuafa-di-pekanbaru</guid></item></channel></rss>