<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://bgnnews.id/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://bgnnews.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia</title><link>https://bgnnews.id/detail/4980/keluarga-besar-pwi-berduka-sekjen-pwi-pusat-zulmansyah-sekedang-tutup-usia</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; – Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, S.Sos., M.Ikom (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/4/2026) dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba&#45;tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah&#45;muntah. Ia segera dilarikan ke RS Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1920/1080;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/ca0f16be65357e8e85741c40eb99a085.jpg&quot; width=&quot;1920&quot; height=&quot;1080&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;list&#45;style&#45;type:disc;&quot;&gt;&lt;li&gt;Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke&#45;24 di Bandung tahun 2023&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,&quot; ujarnya, Sabtu (18/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas. (&lt;i&gt;Sumber: Siaran Pers PWI Pusat 18 April 2026&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/42812760103-videocapture_20260418-173355.jpg"/><pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:35:45 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4980/keluarga-besar-pwi-berduka-sekjen-pwi-pusat-zulmansyah-sekedang-tutup-usia</guid></item><item><title>PLN Nyalakan Listrik 24 Jam di Rokan Hulu–Kampar: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, dan Pariwisata</title><link>https://bgnnews.id/detail/4979/pln-nyalakan-listrik-24-jam-di-rokan-hulu–kampar-dorong-pertumbuhan-ekonomi-pendidikan-dan-pariwisata</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Aliantan, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – PT PLN (Persero) kembali memperluas akses listrik nasional dengan menyalakan jaringan listrik desa (lisdus) bagi sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) di Provinsi Riau yang membentang dari Dusun Dua, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu hingga Dusun Langgai, Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PT PLN (Persero) melalui Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Ujung Batu resmi melakukan penyalaan (&lt;i&gt;energize&lt;/i&gt;) jaringan listrik desa di Dusun Dua, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, pada Selasa (14/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pembangunan jaringan lisdus tersebut menghubungkan dua kabupaten, yakni Rokan Hulu dan Kampar, serta menjangkau sedikitnya 300 KK yang sebelumnya belum menikmati listrik secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan jaringan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, dimulai sejak 10 Januari 2026. Proyek ini didanai melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN 2025 yang disalurkan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, Kementerian ESDM tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga melakukan pengawasan hingga tahap pemeriksaan fisik jaringan sebelum dinyatakan siap beroperasi (&lt;i&gt;energize&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara teknis, jaringan yang dibangun meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 17 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 11 kms. Selain itu, PLN juga memasang empat unit transformator, terdiri dari dua unit berkapasitas 100 kVA dan dua unit berkapasitas 50 kVA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh pekerjaan telah rampung 100 persen sesuai target, dan jaringan listrik kini telah beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan penyalaan dipimpin oleh Team Leader Teknik ULP Ujung Batu, Defiyanto, serta dihadiri jajaran manajemen PLN dari berbagai unit, antara lain ULP Ujung Batu, ULP Pekanbaru, Unit Induk Distribusi (UID) Kepulauan Riau, Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Riau, dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bangkinang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Defiyanto menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah untuk menghadirkan listrik yang merata dan berkeadilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kehadiran listrik di wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta mendukung aktivitas pendidikan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga infrastruktur kelistrikan agar pasokan listrik tetap andal dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Desa Aliantan Marisal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aliantan Zulkani, serta Kepala Desa Koto Tuo Saifudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir juga Bhabinkamtibmas Desa Aliantan Aipda Eddy S. Tampubolon, tokoh masyarakat Aliantan H. Herman Datuk Panglimo Sultan dan Ishak, serta RT Desa Koto Tua Irwansyah dan Rinso Sihombing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tokoh masyarakat Aliantan H. Herman Datuk Panglimo Sultan, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di wilayah tersebut. Menurutnya, listrik akan membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Anak&#45;anak kini akan dapat belajar dengan penerangan yang layak, dan aktivitas ekonomi seperti warung UMKM juga akan semakin berkembang,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa keberadaan listrik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan produktivitas warga.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1182/530;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/c0e9f416601c34fca374eb45777a5b1d.jpg&quot; width=&quot;1182&quot; height=&quot;530&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menariknya, pembangunan jaringan lisdus ini juga melintasi kawasan Bukit Suligi (Suligi Hill), sebuah dataran tinggi di ketinggian sekitar 812 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang pernah meraih Juara I Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori wisata dataran tinggi terpopuler.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan tersedianya listrik, akses dan pengembangan potensi pariwisata di kawasan tersebut diperkirakan juga akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program lisdus Aliantan–Langgai menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah dan PLN dalam menghadirkan keadilan energi. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kehadiran listrik diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan potensi&#45;potensi daerah di Indonesia. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/58855140649-img-20260415-wa0002.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 23:48:56 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4979/pln-nyalakan-listrik-24-jam-di-rokan-hulu–kampar-dorong-pertumbuhan-ekonomi-pendidikan-dan-pariwisata</guid></item><item><title>UIN Suska Riau Dorong Pordisnas, Dispora Riau Beri Sinyal Dukungan Penuh</title><link>https://bgnnews.id/detail/4978/uin-suska-riau-dorong-pordisnas-dispora-riau-beri-sinyal-dukungan-penuh</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (FORMA KIP&#45;Kuliah) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, H. Yurnalis Basri, Sabtu (4/4/2026). Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Diskusi Ilmiah Nasional (Pordisnas) yang digagas sebagai program strategis mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kadispora Riau, H. Yurnalis Basri beserta jajaran, serta Ketua Umum FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan bersama pengurus organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan pemerintah daerah sekaligus menyampaikan program kerja strategis FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau. Selain itu, audiensi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan mendorong dukungan pemerintah terhadap kegiatan pengembangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau memaparkan secara komprehensif konsep Pordisnas. Program ini dirancang sebagai kegiatan berskala nasional yang mengintegrasikan olahraga dengan forum diskusi ilmiah. Ketua Umum FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, menegaskan pentingnya sinergi antara intelektualitas dan sportivitas dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pordisnas diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non&#45;akademik, sekaligus meningkatkan daya saing, membangun jejaring intelektual, serta mendorong kolaborasi nasional antar mahasiswa,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyebutkan bahwa program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa dan diyakini mampu memberikan dampak positif secara luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal tersebut, Kadispora Riau, H. Yurnalis Basri, memberikan apresiasi atas inisiatif yang diusung mahasiswa. Ia menilai program Pordisnas sebagai kegiatan inovatif yang mampu mendorong generasi muda menjadi lebih aktif, kreatif, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menyambut baik dan mendukung program ini. Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat sportivitas,” kata Yurnalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan tersebut disambut positif oleh FORMA KIP&#45;Kuliah UIN Suska Riau. Muhammad Ikhsan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Dispora Riau. Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi organisasi untuk terus mengembangkan program&#45;program yang bermanfaat bagi mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami bangga karena program Pordisnas mendapat perhatian langsung dari Kadispora Riau. Ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak luas,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Audiensi ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Dispora Riau juga memastikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Pordisnas ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui audiensi ini, sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat, khususnya dalam mendorong program&#45;program inovatif yang berkontribusi pada pengembangan generasi muda Indonesia. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/38676814109-img-20260404-wa0004.jpg"/><pubDate>Tue, 07 Apr 2026 01:34:18 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4978/uin-suska-riau-dorong-pordisnas-dispora-riau-beri-sinyal-dukungan-penuh</guid></item><item><title>Harmoni Pasca&#45;Fitri, UNISBANK Gelar Halal Bihalal Pererat Silaturahmi</title><link>https://bgnnews.id/detail/4977/harmoni-pascafitri-unisbank-gelar-halal-bihalal-pererat-silaturahmi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Paguyuban Bidikmisi Universitas Stikubank (PADIKSI UNISBANK) Semarang menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “&lt;i&gt;Harmoni Pasca&#45;Fitri, Sucikan Hati dengan Silaturahmi&lt;/i&gt;” di Masjid Al&#45;Ikhsan, Kampus Kendeng, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas diri mahasiswa setelah menjalani ibadah Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara yang diikuti oleh anggota PADIKSI UNISBANK tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al&#45;Qur’an dari Surah Al&#45;Mu’minun ayat 1–3 oleh Najwa Atifah, yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, acara dipandu oleh pembawa acara Anggraini dan Kelana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana, Nur Jihan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan persaudaraan antaranggota. Ia juga mengapresiasi kehadiran para peserta yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Momentum ini diharapkan mampu memperkuat tali silaturahmi agar tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PADIKSI UNISBANK, Rayhan Dzikra Adrian Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi anggota sekaligus memohon maaf atas kekhilafan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan dan memperkuat solidaritas internal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Saeffurohman, S.Kom., M.Cs. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan, seperti salat berjamaah dan tadarus Al&#45;Qur’an, agar tetap berlanjut setelah Idul Fitri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyoroti fenomena kehidupan modern, di mana sebagian orang cenderung menampilkan citra baik di hadapan publik tanpa diimbangi kebersihan hati. Menurutnya, silaturahmi yang tulus menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kejernihan hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penting untuk senantiasa menjaga hati melalui silaturahmi yang ikhlas,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Saeffurohman mengajak peserta untuk terus melakukan pengembangan diri secara bertahap, di antaranya dengan memperbaiki kekurangan, meningkatkan kebiasaan positif, serta membangun kualitas diri secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri. Acara kemudian ditutup dengan prosesi saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan, serta sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara keseluruhan, Halal Bihalal PADIKSI UNISBANK tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana refleksi diri dan penguatan nilai&#45;nilai spiritual serta kebersamaan di kalangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, PADIKSI UNISBANK juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan sosial keagamaan selama Ramadhan 1447 Hijriah, antara lain buka bersama pada Jumat (27/2/2026) di Aula Kampus UNISBANK serta kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di kawasan Taman Indonesia Kaya, Semarang, pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan&#45;kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penguatan solidaritas, empati sosial, serta kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1044/468;&quot; src=&quot;https://bgnnews.co.id/assets/foto/83d1dcea51c203d4898db974b869a025.jpg&quot; width=&quot;1044&quot; height=&quot;468&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 28 April 1968 di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI). Mengusung tagline “&lt;i&gt;Digital Youth Entrepreneurial University&lt;/i&gt;”, UNISBANK memiliki empat fakultas utama dengan total 14 program studi pada jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister. Kurikulumnya menekankan integrasi kompetensi digital dan kewirausahaan guna menjawab tantangan era transformasi teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berbagai kegiatan tersebut, PADIKSI UNISBANK menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang kuat. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/20171466568-img-20260329-wa0011.jpg"/><pubDate>Sun, 29 Mar 2026 20:31:06 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4977/harmoni-pascafitri-unisbank-gelar-halal-bihalal-pererat-silaturahmi</guid></item><item><title>IMA Madina Pekanbaru Perkuat Solidaritas untuk Mandailing Natal Berkemajuan</title><link>https://bgnnews.id/detail/4976/ima-madina-pekanbaru-perkuat-solidaritas-untuk-mandailing-natal-berkemajuan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Panyabungan, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan dialog interaktif pada Kamis, (26/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dilan Coffee Shop, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini berjalan khidmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan), memperkuat solidaritas, serta menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa, kader, dan alumni IMA Madina Pekanbaru dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni “&lt;i&gt;Merajut Ukhuwah di Idul Fitri, Menguatkan Solidaritas Anggota, Kader, dan Alumni IMA Madina Pekanbaru dalam Membangun Mandailing Natal yang Berkemajuan&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara ini dihadiri oleh pengurus, anggota aktif, alumni, serta mahasiswa dari berbagai paguyuban daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya jaringan sosial mahasiswa Mandailing Natal di perantauan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen kolektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Halal bihalal ini menjadi titik temu hati dan pikiran. Kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan Mandailing Natal,” ujarnya kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Jumat (27/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Sekretaris Jenderal IMA Madina Pekanbaru, Aji Pangestu, menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan mahasiswa agar tidak berhenti pada diskusi semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita tidak kekurangan forum, tetapi sering kali kekurangan keberlanjutan. Apa yang dibahas hari ini harus menjadi pijakan gerakan ke depan. Mahasiswa tidak boleh hanya kuat di ruang diskusi, tetapi juga hadir dalam realitas sosial – mengawal kebijakan, mengkritisi ketimpangan, dan berdiri bersama masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar organisasi mahasiswa saat ini adalah menjaga integritas dan keberpihakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jika mahasiswa kehilangan keberanian dan idealisme, maka yang tersisa hanyalah formalitas organisasi. IMA Madina harus tetap menjadi rumah perjuangan, bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat lahirnya keberanian melawan ketidakadilan,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana kegiatan, Mhd Sopian Pulungan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan kolektif mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog interaktif yang menjadi bagian utama kegiatan berlangsung dinamis dan konstruktif. Sejumlah isu strategis dibahas, antara lain pembangunan daerah, peran pemuda, serta kontribusi mahasiswa dalam mendorong perubahan positif di Mandailing Natal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban yang mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat persaudaraan di tubuh IMA Madina Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, IMA Madina Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah perjuangan intelektual dan sosial bagi mahasiswa Mandailing Natal, sekaligus berperan aktif sebagai bagian dari solusi dalam mendorong kemajuan daerah. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/76497888721-img-20260327-wa0005.jpg"/><pubDate>Fri, 27 Mar 2026 22:10:19 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4976/ima-madina-pekanbaru-perkuat-solidaritas-untuk-mandailing-natal-berkemajuan</guid></item><item><title>STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Gelar Aksi Berbagi Takjil Sambut Ramadhan 2026</title><link>https://bgnnews.id/detail/4975/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-aksi-berbagi-takjil-sambut-ramadhan-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al&#45;Azhar Pekanbaru menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (13/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang mengusung tema “&lt;i&gt;Menebar Kebaikan, Meraih Keberkahan&lt;/i&gt;” tersebut dilaksanakan di depan Kampus STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 96, Kota Pekanbaru. Aksi sosial ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya para pengendara dan warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berbagi takjil tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, bersama jajaran pengurus serta mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pekerja, serta masyarakat sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program sosial mahasiswa dalam menyambut bulan Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersama&#45;sama menebar kebaikan serta meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan,” ujar Noprianda kepada BGNNEWS.CO.ID, Jumat (13/03/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat gotong royong di kalangan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DEMA STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk melakukan kegiatan sosial selama bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak kampus berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian sosial, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/34111193818-img-20260314-wa0005.jpg"/><pubDate>Tue, 17 Mar 2026 01:24:45 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4975/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-aksi-berbagi-takjil-sambut-ramadhan-2026</guid></item><item><title>UNISBANK Gelar Aksi Bagi Takjil Ramadhan di Kota Semarang</title><link>https://bgnnews.id/detail/4974/unisbank-gelar-aksi-bagi-takjil-ramadhan-di-kota-semarang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang kembali menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) di kawasan Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi sosial ini merupakan inisiatif Paguyuban Bidikmisi (Padiksi) UNISBANK Semarang dengan mengusung tema “&lt;i&gt;Bagi Takjil Ramadhan PADIKSI&lt;/i&gt;”. Kegiatan tersebut melibatkan 10 anggota Padiksi UNISBANK yang bertindak sebagai panitia sekaligus relawan dalam proses pembagian takjil kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembagian takjil dilakukan mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Para relawan membagikan paket takjil kepada warga yang melintas maupun masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar area taman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, sekitar 50 paket takjil berhasil dibagikan kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa UNISBANK yang turun langsung ke lapangan mendapat respons positif dan antusias dari masyarakat yang menerima takjil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua kegiatan dari Padiksi UNISBANK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya pada momentum bulan Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, khususnya anggota Padiksi UNISBANK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Padiksi UNISBANK berharap dapat memberikan kontribusi sederhana namun bermakna bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Semangat berbagi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi kegiatan sosial lainnya di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;/gambar/images/1000971649.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 28 April 1968. Awalnya, institusi ini dikenal sebagai Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUBANK) sebelum berkembang menjadi universitas di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini UNISBANK mengusung tagline “Digital Youth Entrepreneurial University” dan memiliki empat fakultas utama, yakni Fakultas Teknologi Informasi dan Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum dan Bahasa, serta Fakultas Vokasi. Total terdapat 14 program studi yang mencakup jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengembangan akademiknya, UNISBANK menekankan integrasi kompetensi digital dan kewirausahaan guna menjawab kebutuhan dunia kerja di era transformasi teknologi. Kurikulumnya juga memperkuat pembelajaran kewirausahaan dan manajemen bisnis, sehingga lulusan diharapkan memiliki kesiapan kerja sekaligus kemampuan menciptakan peluang usaha. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/33260841158-img-20260311-wa0010.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 18:47:38 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4974/unisbank-gelar-aksi-bagi-takjil-ramadhan-di-kota-semarang</guid></item><item><title>Ketuk Pintu Tetangga, Ruang Asa Project dan DDV Riau Salurkan Sembako untuk Warga Dhuafa di Pekanbaru</title><link>https://bgnnews.id/detail/4973/ketuk-pintu-tetangga-ruang-asa-project-dan-ddv-riau-salurkan-sembako-untuk-warga-dhuafa-di-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID &lt;/strong&gt;— Komunitas sosial Ruang Asa Project berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Riau menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat dhuafa melalui kegiatan sosial bertajuk “&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&lt;/i&gt;” di sejumlah kawasan permukiman di Kota Pekanbaru, Selasa (10/3/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program tersebut dilakukan dengan metode &lt;i&gt;door&#45;to&#45;door&lt;/i&gt;, yakni para relawan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan untuk menyerahkan bantuan sekaligus menyapa dan berbincang dengan penerima manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Staf EO Ruang Asa Project, Dinda Fania, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian sosial yang bertujuan memastikan bantuan benar&#45;benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui program &quot;&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&quot;,&lt;/i&gt; kami ingin memastikan bantuan diterima langsung oleh warga yang membutuhkan. Dengan mendatangi rumah mereka, relawan juga dapat melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus menjalin silaturahmi dan kedekatan emosional,” ujar Dinda di sela kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah relawan dari kedua komunitas yang menyusuri gang&#45;gang permukiman warga di Pekanbaru untuk menyalurkan paket sembako kepada keluarga dhuafa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang penerima manfaat, Nurmaili (55), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bantuan sembako tersebut sangat membantu kebutuhan sehari&#45;hari keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih kepada Ruang Asa dan Dompet Dhuafa Riau yang sudah peduli kepada kami,” ungkap Nurmaili dengan haru saat menerima paket sembako di kediamannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Dinda, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan membantu sesama,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program “&lt;i&gt;Ketuk Pintu Tetangga&lt;/i&gt;” juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat serta mendorong lebih banyak pihak untuk berbagi dengan lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Ruang Asa Project merupakan komunitas non&#45;profit yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan di Provinsi Riau. Komunitas ini berkomitmen menjadi wadah kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan berbagai lembaga untuk menghadirkan program&#45;program yang memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/60550941474-img-20260311-wa0007.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 17:52:42 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4973/ketuk-pintu-tetangga-ruang-asa-project-dan-ddv-riau-salurkan-sembako-untuk-warga-dhuafa-di-pekanbaru</guid></item><item><title>UIR Gelar “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Pekanbaru</title><link>https://bgnnews.id/detail/4972/uir-gelar-“pesantren-1000-cahaya-ramadan”-di-panti-asuhan-putra-muhammadiyah-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, menggelar kegiatan sosial keagamaan bertajuk “&lt;i&gt;Pesantren 1000 Cahaya Ramadan&lt;/i&gt;” di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Kota Pekanbaru, pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan spiritual sekaligus pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini diselenggarakan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UIR angkatan ke&#45;6 dan ke&#45;7 yang diketuai oleh Arya Ardiyansyah. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat berbagi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memberikan motivasi dan kebahagiaan kepada anak&#45;anak panti asuhan dalam menjalani ibadah Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak awal kegiatan, suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat antara para mahasiswa dengan anak&#45;anak panti asuhan. Berbagai rangkaian kegiatan telah dipersiapkan guna memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengurus Panti Asuhan Putra Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilaksanakan para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi anak&#45;anak panti untuk menjalani aktivitas Ramadan dengan lebih ceria.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih kepada adik&#45;adik mahasiswa UIR yang telah meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan bersama anak&#45;anak di panti ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” ujar salah seorang pengurus panti asuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mentor mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UIR, Febry Ferdiyanto Purba, S.Pi., turut menyampaikan apresiasi kepada pihak pengurus panti asuhan yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan doa dan harapan kepada para donatur yang telah menyalurkan zakat dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus panti asuhan yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UIR untuk melaksanakan kegiatan ini. Semoga para donatur yang telah bersedekah dan berzakat melalui BAZNAS senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan hidup, serta rezeki yang luas oleh Allah SWT,” ungkap Febry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, pembina mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UIR, Assoc. Prof. Dr. Anton Afrizal Candra, M.Si., juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas dukungan yang terus diberikan kepada mahasiswa penerima beasiswa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Anton, dukungan BAZNAS tidak hanya membantu mahasiswa dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong mereka untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang terus mendukung kegiatan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UIR. Dukungan ini sangat berarti dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat,” ujar Anton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun rangkaian kegiatan “&lt;i&gt;Pesantren 1000 Cahaya Ramadan&lt;/i&gt;” diisi dengan berbagai aktivitas bernuansa religius dan edukatif. Kegiatan diawali dengan membaca Al&#45;Qur’an bersama antara mahasiswa dan anak&#45;anak panti asuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif (games) yang bertujuan menciptakan suasana menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antara peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah bertema &quot;&lt;i&gt;Sirah Nabawiyah&lt;/i&gt;&quot; oleh Faturrahman. Dalam ceramah tersebut, anak&#45;anak panti diajak mengenal lebih dekat kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW serta mengambil hikmah dari perjuangan dan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan anak&#45;anak panti asuhan untuk saling berbagi cerita sekaligus mempererat tali silaturahmi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan sosial keagamaan ini, mahasiswa UIR, khususnya penerima beasiswa, berharap dapat terus menebarkan nilai&#45;nilai kebaikan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak&#45;anak panti asuhan. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengamalkan nilai&#45;nilai keislaman serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (ndi/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/26123232387-img-20260310-wa0011.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:06:44 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4972/uir-gelar-“pesantren-1000-cahaya-ramadan”-di-panti-asuhan-putra-muhammadiyah-pekanbaru</guid></item><item><title>UMRI Sukses Jalankan PLP Internasional di Malaysia</title><link>https://bgnnews.id/detail/4971/umri-sukses-jalankan-plp-internasional-di-malaysia</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kota Bharu, Malaysia, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Delegasi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) berhasil melaksanakan program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Internasional Malaysia 2026 di Sekolah Rendah Islam Al&#45;Hilal Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program praktik mengajar internasional tersebut berlangsung hampir satu bulan, mulai 18 Januari hingga 11 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa calon pendidik melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rilis resmi yang diterima &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Jumat (6/3/2026), dijelaskan bahwa kegiatan PLP Internasional ini diikuti oleh delegasi mahasiswa FKIP UMRI yang terlibat dalam berbagai aktivitas akademik di sekolah mitra. Selama pelaksanaan program, para mahasiswa melakukan observasi proses pembelajaran, membantu kegiatan mengajar di kelas, serta berinteraksi langsung dengan guru dan siswa di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai praktik pembelajaran di sekolah dasar luar negeri, sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara institusi pendidikan di Indonesia dan Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa peserta PLP dinilai mampu beradaptasi dengan baik serta berkontribusi dalam proses pembelajaran. Beragam kegiatan seperti observasi kelas, asistensi guru, hingga penerapan metode pembelajaran interaktif turut mewarnai program ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Sekolah Rendah Islam Al&#45;Hilal Kota Bharu, Guru Besar Kamarudin Bin Deraman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dari Indonesia yang menjalani praktik mengajar di sekolah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya amat gembira dan berbesar hati dengan kehadiran mahasiswa Indonesia yang menjalani praktikal di sekolah kami sebagai guru pelatih. Mereka berjaya mengaplikasikan segala kemahiran dan pengetahuan bagi subjek yang diajar masing&#45;masing dengan penuh komitmen. Murid&#45;murid juga sangat menyukai dan menerima kehadiran mereka dengan baik,” ujar Kamarudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa seluruh guru di sekolah tersebut, termasuk guru pelatih, senantiasa menerapkan nilai&#45;nilai keislaman dalam setiap proses pembelajaran. Bahkan, setiap hari Ahad pihak sekolah rutin mengadakan pertemuan guru yang disertai kajian Islam sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan UMRI, Melly Novalia, S.Kom., M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi pintu awal bagi penguatan kemitraan pendidikan internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kedatangan mahasiswa praktikal dari kampus UMRI ini menjadi peluang sekaligus pembuka kerja sama internasional antara FKIP UMRI dalam Perserikatan Muhammadiyah dengan Sekolah Rendah Islam Al&#45;Hilal yang berada di bawah naungan NJO Haluan Malaysia. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang peserta PLP Internasional, Alwi Afriansyah, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Program PLP Internasional ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai calon guru. Kami dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran di sekolah Malaysia serta belajar beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang berbeda,” kata Alwi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berakhirnya kegiatan pada 11 Februari 2026, delegasi mahasiswa FKIP UMRI dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian program PLP Internasional di Sekolah Rendah Islam Al&#45;Hilal Kota Bharu. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama pendidikan lintas negara serta meningkatkan kualitas calon pendidik yang memiliki wawasan global. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/22801289553-img-20260308-wa0098.jpg"/><pubDate>Sun, 08 Mar 2026 04:07:03 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4971/umri-sukses-jalankan-plp-internasional-di-malaysia</guid></item><item><title>UMRI Hadiri Persidangan Mahasiswa Nusantara 2026 di Universiti Malaysia Kelantan</title><link>https://bgnnews.id/detail/4970/umri-hadiri-persidangan-mahasiswa-nusantara-2026-di-universiti-malaysia-kelantan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kelantan, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara mengikuti Persidangan Mahasiswa Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Kelantan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Negara Bagian Kelantan, Malaysia. Forum akademik ini menjadi wadah pertemuan mahasiswa dari negara serumpun seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk berdiskusi serta bertukar gagasan terkait isu pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan penguatan kerja sama regional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan persidangan dilaksanakan secara luring di Ibis Hotel Kota Bharu serta di lingkungan kampus Universiti Malaysia Kelantan dengan melibatkan sejumlah delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa Kolej Teknologi Darulnaim Kelantan, serta mahasiswa tuan rumah dari Universiti Malaysia Kelantan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Forum akademik yang berlangsung selama rangkaian kegiatan pekan ini bertujuan memperkuat jejaring akademik, memperluas kolaborasi riset, serta meningkatkan interaksi intelektual di kalangan mahasiswa negara serumpun. Agenda kegiatan mencakup seminar ilmiah, presentasi makalah mahasiswa, diskusi panel lintas negara, dialog budaya kepemudaan, serta kunjungan kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rektor Universiti Malaysia Kelantan, Arham Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa persidangan ini merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk berbagi gagasan dan pengalaman riset sekaligus mempererat hubungan akademik antarperguruan tinggi di kawasan Nusantara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Forum ini diharapkan dapat mendorong pertukaran ide, pengalaman akademik, serta memperkuat kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi di Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam forum tersebut, delegasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau mempresentasikan sejumlah isu global yang berfokus pada inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi guru di era digital. Sementara itu, delegasi mahasiswa dari Kolej Teknologi Darulnaim Kelantan memaparkan hasil penelitian terapan di bidang teknologi dan kewirausahaan berbasis komunitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang delegasi FKIP Universitas Muhammadiyah Riau, Alwi Afriansyah, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam forum tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga sekaligus membuka peluang jejaring internasional bagi mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Diskusi lintas negara menjadi kesempatan untuk memahami perbedaan sistem pendidikan sekaligus mencari solusi bersama terhadap tantangan pembelajaran di era digital,” ujar Alwi dalam keterangan yang diterima BGNNEWS.CO.ID, Kamis (5/3/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan, Adila Qistina binti Azhar, menilai kehadiran delegasi dari Indonesia memberikan perspektif baru dalam diskusi ilmiah yang berlangsung. Menurutnya, interaksi akademik tersebut tidak hanya memperkaya wawasan ilmiah, tetapi juga mempererat hubungan budaya antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran pelajar di masa mendatang,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua panitia pelaksana, Saiful Azam bin Shamsul Amir, menambahkan bahwa Persidangan Mahasiswa Nusantara diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta mendorong kerja sama riset dan pengembangan kepemudaan di kawasan Nusantara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui forum ini, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi pemikiran mahasiswa Nusantara, memperkuat jaringan kerja sama mahasiswa lintas negara, serta mendorong pertukaran ide untuk pengembangan pendidikan dan kepemudaan di kawasan serumpun. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/41158435717-img-20260306-wa0000.jpg"/><pubDate>Sun, 08 Mar 2026 04:07:25 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4970/umri-hadiri-persidangan-mahasiswa-nusantara-2026-di-universiti-malaysia-kelantan</guid></item><item><title>Pemerintah Naikkan Tarif Pungutan Ekspor Kelapa Sawit</title><link>https://bgnnews.id/detail/4969/pemerintah-naikkan-tarif-pungutan-ekspor-kelapa-sawit</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, resmi menaikkan tarif pungutan dana perkebunan untuk ekspor kelapa sawit, Crude Palm Oil (CPO), produk turunan, produk olahan, dan produk hilir minyak kelapa sawit. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas sektor perkebunan serta memperkuat nilai tambah industri hilir sawit nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenaikan tarif tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 69 Tahun 2025 mengenai Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada Kementerian Keuangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Regulasi ini ditetapkan pada 27 Februari 2026 dan berlaku dua hari setelah diundangkan. Dalam &lt;i&gt;beleid Menimbang&lt;/i&gt; peraturan tersebut dijelaskan bahwa penyesuaian tarif diperlukan untuk meningkatkan produktivitas produk perkebunan serta memberikan nilai tambah bagi petani dan industri hilir kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyesuaian tarif pungutan ekspor dilakukan terhadap berbagai kelompok produk kelapa sawit, mulai dari bahan baku hingga produk hilir. Besaran tarif bervariasi yang dihitung berdasarkan Harga Referensi CPO.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarif pungutan ekspor untuk produk CPO, CPKO, POME, EFBO, dan HAPOR sebesar 12,5% dari Harga Referensi CPO. Tarif sebelumnya adalah 10% atau mengalami kenaikan 25%.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarif pungutan ekspor untuk produk turunan kelapa sawit seperti Fraksi Minyak Sawit, Produk Oleokimia, dan Limbah Minyak Sawit sebesar 12% dari Harga Referensi CPO. Tarif sebelumnya adalah 9,5% atau mengalami kenaikan 26,32%.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarif pungutan ekspor untuk produk olahan minyak kelapa sawit seperti Produk RBDP dan Gliserin sebesar 10% dari Harga Referensi CPO. Tarif sebelumnya adalah 7,5% atau mengalami kenaikan 33,33%.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarif pungutan ekspor untuk produk hilir minyak kelapa sawit seperti Super Olein dan FAME sebesar 7,25% dari Harga Referensi CPO. Tarif sebelumnya adalah 4,75% atau mengalami kenaikan 52,63%.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain tarif berbasis persentase, pemerintah juga menaikkan pungutan spesifik untuk beberapa komoditas turunan sawit.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarif pungutan ekspor spesifik produk Bungkil Inti naik US$ 5/MT atau 20%, dan produk Cangkang Kernel naik US$ 2/MT atau 66,67%. Sementara produk Inti Sawit, Buah Sawit, dan Tandan Kosong tidak mengalami perubahan tarif.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;/gambar/images/1000967256.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Pemerintah menilai penyesuaian tarif pungutan ekspor melalui BPDP diperlukan untuk memperkuat pendanaan program pengembangan perkebunan sawit nasional. Dana yang dihimpun digunakan antara lain untuk peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan biodiesel, peningkatan produktivitas, serta riset dan penguatan industri hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap industri kelapa sawit Indonesia tetap kompetitif di pasar global sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku industri, dan perekonomian nasional. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/60706701376-screenshot_20260305_230419_tiktok.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Mar 2026 21:30:53 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4969/pemerintah-naikkan-tarif-pungutan-ekspor-kelapa-sawit</guid></item><item><title>Putri Dara Dewi Mahasiswi UIN Suska Riau Raih Empat Medali di LETIN&#45;7 &amp; FIM&#45;2 2026</title><link>https://bgnnews.id/detail/4968/putri-dara-dewi-mahasiswi-uin-suska-riau-raih-empat-medali-di-letin7--fim2-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau), Putri Dara Dewi, menorehkan prestasi nasional dengan meraih satu medali perak (Silver Medal) dan tiga medali perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Lomba Essay Tingkat Nasional ke&#45;7 (LETIN&#45;7) dan Forum Indonesia Muda ke&#45;2 (FIM&#45;2) tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra sebagai mitra akademik dan tuan rumah. Kegiatan berlangsung secara luring pada 14–15 Februari 2026 di Kampus Universitas Janabadra, Yogyakarta, dengan mengusung tema “&lt;i&gt;Gagasan Generasi Muda Menuju Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan&lt;/i&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putri yang merupakan mahasiswi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau meraih Silver Medal melalui esai berjudul “&lt;i&gt;Asidah Berdaya Saing: Strategi Inovasi Kuliner Lokal untuk Menembus Pasar Global Berbasis Keberlanjutan dan Ekonomi Kreatif&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam karya tersebut, ia mengangkat kue Asidah sebagai kuliner tradisional Melayu Riau yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi. Putri menawarkan strategi penguatan &lt;i&gt;branding&lt;/i&gt; berbasis identitas lokal, inovasi kemasan modern, optimalisasi pemasaran digital, serta kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif agar produk tradisional mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan autentisitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, tiga Bronze Medal diraih melalui esai berjudul “&lt;i&gt;Lopek Bugi: Inovasi Kuliner Tradisional Kampar oleh Generasi Muda dalam Meningkatkan Daya Saing dan Keberlanjutan Budaya Lokal&lt;/i&gt;”, “&lt;i&gt;Gunung Malelo Eco&#45;Innovillage: Mengangkat Budaya Ikan Lubuk Larangan sebagai Laboratorium Generasi Inovatif untuk Masa Depan Berkelanjutan&lt;/i&gt;”, dan “&lt;i&gt;Gulai Ikan Patin sebagai Identitas Pangan Lokal dan Strategi Inovasi Generasi Muda Menuju Sistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Era Globalisasi&lt;/i&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga karya tersebut menitikberatkan pada peran generasi muda dalam pelestarian budaya, inovasi pangan lokal, serta penguatan ketahanan sosial&#45;ekonomi berbasis keberlanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam wawancara dengan &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; pada Rabu (4/3/2026), Putri menjelaskan bahwa pemilihan tema kuliner dan kearifan lokal dilatarbelakangi keinginannya mengangkat potensi daerah agar memiliki daya saing lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang ekonomi besar jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengakui proses persiapan tidak berlangsung singkat. Selain mengikuti perkuliahan, Putri melakukan riset literatur, observasi lapangan, serta penyusunan naskah yang melalui sejumlah tahap revisi. Ketekunan, manajemen waktu, dan konsistensi menjadi faktor utama keberhasilannya hingga meraih penghargaan di tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prestasi Putri turut berkontribusi terhadap capaian UIN Suska Riau sebagai Juara Umum dalam ajang LETIN&#45;7 dan FIM&#45;2 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 20 mahasiswa UIN Suska Riau berhasil meraih medali dalam berbagai kategori, di antaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Irfan Ramadani (Hukum Tata Negara) – Silver Medal bidang Budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Lailatul Rahmi, Nursita Juliana, Rosikhatul Fadilah, dan Sindi Klaudia (Pendidikan Bahasa Inggris) – Gold Medal dan Juara Harapan I bidang Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Putri Laila Nurul Azizah (Pendidikan Bahasa Arab) – Bronze Medal bidang Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Nuur Nilam Sari (Pendidikan Bahasa Inggris) – Bronze Medal bidang Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Okti Nurvadila (Pendidikan Matematika) – Bronze Medal bidang Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Aulia Zalianty, Aulia Agrevina, Siti Ananda Az&#45;Zahra, dan Suci Laila Lestari (Ilmu Komunikasi) – Bronze Medal bidang Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Marisa Listari (Pendidikan Geografi) – Silver Medal bidang Pangan dan Bronze Medal bidang Budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Marwana (Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial) – Bronze Medal bidang Budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Alfrenda Sembiring (Ilmu Hukum) – Bronze Medal bidang Hukum, Ekonomi, Sosial, dan Pariwisata Budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Nadila Nur Anisa (Ilmu Komunikasi) – Bronze Medal bidang Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Brilian Khanaya (Pendidikan Bahasa Inggris) – Bronze Medal bidang Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Alfian Syahrizal dan Mhd Rival Juanda (Fakultas Syari’ah dan Hukum) – Bronze Medal bidang Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;LETIN&#45;7 dan FIM&#45;2 diikuti oleh 309 finalis dari 104 institusi perguruan tinggi dan lembaga yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia. Kategori lomba meliputi &lt;i&gt;Essay Presentation&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Poster Presentation&lt;/i&gt; dengan subtema pendidikan, pariwisata, budaya, hukum, sosial, ekonomi, pangan, lingkungan, teknologi, dan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ajang ini bertujuan menjadi &lt;i&gt;platform&lt;/i&gt; bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, kreativitas, serta solusi ilmiah terhadap persoalan strategis bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat kompetensi berpikir kritis, penulisan ilmiah, dan presentasi akademik mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan Putri dan rekan&#45;rekannya dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui gagasan inovatif berbasis potensi lokal. Diharapkan, ide&#45;ide yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan guna mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Indonesia. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/25404864617-img-20260304-wa0009.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Mar 2026 02:11:30 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4968/putri-dara-dewi-mahasiswi-uin-suska-riau-raih-empat-medali-di-letin7--fim2-2026</guid></item><item><title>UNISBANK Semarang Gelar Buka Bersama Penerima KIP Kuliah</title><link>https://bgnnews.id/detail/4967/unisbank-semarang-gelar-buka-bersama-penerima-kip-kuliah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semarang, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Paguyuban Bidikmisi (Padiksi) Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang menggelar kegiatan buka bersama (bukber) bertema “&lt;i&gt;Di Bawah Langit Ramadhan, Temukan Hangatnya Kebersamaan&lt;/i&gt;” di Aula Kampus UNISBANK, Semarang, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus mempererat solidaritas antaranggota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara tersebut dihadiri Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan UNISBANK, Dwi Budi Santoso, S.Kom., M.Kom., yang juga bertindak sebagai Pembina Padiksi. Turut hadir Dariyo selaku staf Direktorat Kemahasiswaan sekaligus Pengelola Padiksi UNISBANK, jajaran fungsionaris Padiksi periode 2026/2027, serta demisioner dan alumni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Pelaksana Bukber 2026, Anisa Fadhila, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan berbuka puasa bersama, melainkan momentum untuk membangun kembali komunikasi yang hangat di tengah kesibukan perkuliahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kembali komunikasi yang lebih intens, solidaritas yang kuat, serta sinergi yang semakin kokoh antaranggota Padiksi,” ujar Anisa yang juga mahasiswi Prodi Teknik Informatika.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senada dengan itu, Ketua Umum Padiksi UNISBANK 2026, Rayhan Dzikra Adrian Ramadhan, mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas, termasuk sesi &lt;i&gt;ice breaking&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;games&lt;/i&gt; interaktif yang telah disiapkan panitia guna meningkatkan keakraban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Partisipasi aktif peserta diharapkan mampu menambah keakraban serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan organisasi,” kata Rayhan yang juga mahasiswa Prodi Manajemen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa kegiatan ini menjadi penting? Dalam sambutannya, Dwi Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa menyelenggarakan kegiatan yang bernilai spiritual sekaligus organisatoris tersebut. Menurutnya, kebersamaan dalam suasana Ramadhan dapat membangun komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan pihak kemahasiswaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya menilai kebersamaan dalam suasana Ramadhan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter mahasiswa yang solid dan berintegritas,” ucap Dwi Budi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menekankan bahwa mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memiliki tanggung jawab akademik dan administratif yang harus dipenuhi secara konsisten, termasuk kewajiban penyusunan laporan perkembangan akademik dan nonakademik setiap semester. Pada kesempatan itu, disampaikan bahwa laporan semester penerima bantuan biaya pendidikan KIP Kuliah UNISBANK telah dinyatakan valid dan selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aspek administrasi, pihak kemahasiswaan juga mendorong mahasiswa untuk aktif berkompetisi dan mengembangkan kapasitas organisasi melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Mahasiswa yang mengikuti program tersebut diingatkan untuk menjaga fokus dan komitmen agar tidak berbenturan dengan program lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan penuh antusiasme dari para peserta, diawali dengan sambutan dari panitia dan pengurus, dilanjutkan tausiyah singkat, buka puasa bersama, serta sesi dokumentasi. Suasana semakin meriah melalui kegiatan &lt;i&gt;ice breaking&lt;/i&gt; dan pengumuman pemenang &lt;i&gt;games&lt;/i&gt; yang disambut antusias peserta. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar kebersamaan yang terjalin dapat terus terpelihara.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;/gambar/images/1000964080.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 28 April 1968. Awalnya dikenal sebagai Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUBANK), institusi ini berkembang menjadi universitas di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengusung tagline “&lt;i&gt;Digital Youth Entrepreneurial University&lt;/i&gt;”, UNISBANK memiliki empat fakultas utama – Fakultas Teknologi Informasi &amp;amp; Industri, Fakultas Ekonomi &amp;amp; Bisnis, Fakultas Hukum &amp;amp; Bahasa, serta Fakultas Vokasi – dengan total 14 program studi pada jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister. Kurikulumnya menekankan integrasi kompetensi digital dan kewirausahaan guna menjawab kebutuhan era transformasi teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;UNISBANK menerapkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan era digital, serta membekali mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan dan aplikasi teknologi dalam berbagai bidang. Kurikulum di kampus ini menambahkan mata kuliah kewirausahaan hingga tingkatan &lt;i&gt;business management&lt;/i&gt; untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu sebabnya kegiatan Bukber Padiksi UNISBANK ini menjadi refleksi komitmen mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual, solidaritas organisasi, dan tanggung jawab akademik. (rgr/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/78674659148-img-20260303-wa0008.jpg"/><pubDate>Tue, 03 Mar 2026 17:57:34 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4967/unisbank-semarang-gelar-buka-bersama-penerima-kip-kuliah</guid></item><item><title>Forma KIP&#45;K Serukan Mahasiswa Jaga Marwah UIN Suska Pascainsiden Kekerasan</title><link>https://bgnnews.id/detail/4966/forma-kipk-serukan-mahasiswa-jaga-marwah-uin-suska-pascainsiden-kekerasan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Seorang mahasiswi semester delapan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska) berinisial FAP (23) dilaporkan menjadi korban kekerasan di lingkungan kampus pada Kamis (26/2/2026). Terduga pelaku berinisial RM (21), yang disebut sebagai teman dekat korban, kini tengah menjalani proses hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan perkara tersebut dilakukan oleh Polresta Pekanbaru melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa kekerasan yang dilaporkan berupa dugaan pembacokan itu terjadi di area kampus UIN Suska Riau, Kota Pekanbaru. Namun, detail lokasi spesifik dan waktu persis kejadian masih dalam pendalaman aparat penegak hukum. Pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait latar belakang konflik antara korban dan terduga pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Forum Mahasiswa (Forma) Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP&#45;K) UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak serta&#45;merta mencerminkan kegagalan institusi, melainkan menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh civitas akademika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang terpenting, kita tidak saling menyalahkan, tetapi menjadikannya bahan evaluasi dan pembelajaran bersama,” ujar Ikhsan saat dimintai tanggapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kampus bukan hanya ruang akademik untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat pembentukan karakter, kedewasaan emosional, serta tanggung jawab sosial mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikhsan mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga marwah dan nama baik UIN Suska Riau dengan memperkuat etika akademik serta membangun budaya dialog dalam menyelesaikan konflik. Ia menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai&#45;nilai akademik dan integritas civitas kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Peristiwa ini harus menjadi momentum introspeksi bagaimana kita menyikapi konflik, menegakkan etika, dan menghormati sesama mahasiswa sebagai cerminan karakter kita sekaligus citra institusi,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga berharap proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan secara transparan dan adil sesuai ketentuan perundang&#45;undangan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak kepolisian memastikan kasus tersebut ditangani sesuai prosedur hukum. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk memastikan konstruksi perkara secara objektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang urgensi menciptakan lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan bermartabat. Civitas akademika diharapkan dapat memperkuat budaya saling menghormati dan mengedepankan penyelesaian konflik secara damai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rektorat UIN Suska Riau terkait langkah internal yang akan diambil menyusul kejadian tersebut. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/31294053978-img-20260226-wa0002.jpg"/><pubDate>Sat, 28 Feb 2026 20:53:13 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4966/forma-kipk-serukan-mahasiswa-jaga-marwah-uin-suska-pascainsiden-kekerasan</guid></item><item><title>STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru Gelar LDKO dan Penyambutan Ramadhan 2026</title><link>https://bgnnews.id/detail/4965/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-ldko-dan-penyambutan-ramadhan-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; &amp;nbsp;— Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al&#45;Azhar Pekanbaru menyelenggarakan kegiatan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO), Senin (16/2/2026), di aula kampus tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan bertema “&lt;i&gt;Membentuk Kader Pemimpin yang Berintegritas dan Berakhlak Mulia&lt;/i&gt;” ini diikuti mahasiswa dan civitas akademika sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa menjelang datangnya Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara memadukan dua agenda utama, yakni penyambutan Ramadhan sebagai penguatan spiritual mahasiswa dan LDKO sebagai pelatihan kepemimpinan organisasi mahasiswa. Materi yang disampaikan meliputi nilai kepemimpinan islami, etika organisasi, tanggung jawab sosial mahasiswa, serta manajemen organisasi kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan dihadiri pimpinan kampus, di antaranya Ketua STAI, Wakil Ketua III, pimpinan program studi, pengurus DEMA, serta mahasiswa dari berbagai angkatan. Ketua DEMA, Noprianda Ramadhan, menjadi penanggung jawab kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut panitia, kegiatan dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi Ramadhan sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan organisasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ramadhan adalah madrasah spiritual, sementara LDKO adalah madrasah kepemimpinan. Keduanya menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan berakhlak mulia,” kata Noprianda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak pimpinan kampus juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa karena dinilai selaras dengan visi pendidikan karakter berbasis nilai keislaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung melalui rangkaian sesi pembukaan, penyampaian materi kepemimpinan, diskusi interaktif, serta penguatan nilai religius menjelang Ramadhan. Peserta aktif mengikuti dialog dan simulasi kepemimpinan organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, DEMA menegaskan komitmennya menghadirkan program pembinaan mahasiswa yang mengintegrasikan spiritualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan berkarakter. Kampus berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin pembentukan kader organisasi yang profesional, beretika, dan berkontribusi bagi masyarakat. (&lt;i&gt;ton/bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/30457839138-img-20260217-wa0023.jpg"/><pubDate>Wed, 18 Feb 2026 04:07:52 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4965/stai-alazhar-pekanbaru-gelar-ldko-dan-penyambutan-ramadhan-2026</guid></item><item><title>Sastra di Ujung Jari Generasi Muda</title><link>https://bgnnews.id/detail/4964/sastra-di-ujung-jari-generasi-muda</link><description>&lt;p&gt;Di era media sosial yang serba cepat, ekspresi anak muda – caption, utas, puisi pendek di story, hingga curahan hati di kanal digital – sesungguhnya merupakan bentuk sastra kontemporer. Namun banyak di antara mereka belum menyadari bahwa praktik menulis sehari&#45;hari itu adalah embrio karya literer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sastra tidak lagi eksklusif lahir dari buku tebal bersampul keras. Ia hadir di blog sederhana, kolom komentar, panggung komunitas kecil, hingga ruang digital yang diakses melalui telepon genggam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Generasi muda menjadi aktor utama dalam fenomena ini. Mereka hidup di tengah arus informasi, tetapi sekaligus memproduksi narasi personal. Salah satu contoh datang dari mahasiswa Hafara Nurisra dari Universitas Islam Riau Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menulis novel “The Greatest Lover” sejak masih duduk di sekolah dasar dan kemudian menerbitkan novel “Bumi Berat”. Bahkan sebelumnya ia telah membacakan puisi di hari ulang tahunnya sendiri – sebuah tindakan sederhana yang menandai keberanian awal berkarya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, hambatan terbesar bukan minat membaca atau menulis, melainkan rasa tidak percaya diri. “Banyak anak muda sebenarnya ingin menulis, tapi merasa belum layak duluan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fenomena ini menguat dalam satu dekade terakhir, bersamaan dengan dominasi platform digital dan budaya berbagi instan. Intensitasnya meningkat sejak media sosial menjadi ruang utama komunikasi generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fenomena ini terjadi hampir di seluruh ruang digital: Instagram, blog pribadi, forum komunitas, hingga panggung literasi lokal di kota&#45;kota. Secara sosial, fenomena ini tidak terikat lokasi geografis, namun berakar kuat pada kehidupan sehari&#45;hari anak muda Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak remaja memandang sastra sebagai sesuatu yang “tinggi”, akademis, atau hanya milik kalangan tertentu. Padahal sastra justru berangkat dari pengalaman paling personal: patah hati, kegelisahan identitas, kesehatan mental, ketimpangan sosial, krisis lingkungan, atau benturan tradisi dan modernitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kompleksitas hidup generasi digital menyediakan bahan mentah yang melimpah. Tanpa kesadaran literer, ekspresi itu hanya menjadi konten cepat hilang; dengan pengolahan kreatif, ia menjadi karya yang bertahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan sastra generasi muda berlangsung melalui tiga tahap. Biasanya dimulai dengan tahap ekspresi spontan berupa caption, utas, dan tulisan personal sebagai pelepasan emosi. Lalu tahap kesadaran bentuk seperti mulai memahami ritme bahasa, metafora, dan struktur naratif. Terakhir tahap karya bernyawa yang memuat konsistensi menulis, revisi, dan keberanian mempublikasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak muda memiliki keunggulan eksperimental: memadukan tradisi lisan, estetika visual digital, dan narasi personal. Di tangan mereka, sastra tidak kehilangan akar, melainkan bercabang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebangkitan sastra tidak selalu dimulai dari penerbit besar atau panggung megah. Ia sering lahir dari satu keberanian kecil: menulis dan setia pada prosesnya. Selama kejujuran tetap menjadi napas generasi muda, sastra akan selalu menemukan pembacanya, bahkan dari layar sekecil telapak tangan. (&lt;i&gt;Sumber: Hafara Nurisra/rgr&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/93469056934-img-20260217-wa0020(1).jpg"/><pubDate>Tue, 17 Feb 2026 21:47:00 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4964/sastra-di-ujung-jari-generasi-muda</guid></item><item><title>IMA Madina Pekanbaru Peringati Isra Mi’raj dan Sambut Ramadhan 1447 H Secara Khidmat</title><link>https://bgnnews.id/detail/4963/ima-madina-pekanbaru-peringati-isra-mi’raj-dan-sambut-ramadhan-1447-h-secara-khidmat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA) Madina Pekanbaru menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Musholla Al&#45;Ikhlas, Kota Pekanbaru, mulai pukul 19.50 WIB hingga selesai, dengan suasana religius dan kekeluargaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga warga sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al&#45;Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, serta tausiyah agama oleh Ali Junjung Daulay, S.Pd.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua IMA Madina Pekanbaru menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ukhuwah sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat pentingnya menjaga shalat dan meningkatkan ketakwaan. Menjelang Ramadhan, mari memperbaiki niat, memperbanyak ibadah, dan mempererat silaturahmi agar ibadah kita lebih bermakna,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam tausiyah bertema “&lt;i&gt;Meneladani Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj untuk Persiapan Ramadhan yang Lebih Bermakna dengan Keikhlasan dan Ketaatan&lt;/i&gt;”, penceramah menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pelajaran tentang ketaatan dan keikhlasan, serta menjadikan shalat sebagai fondasi kehidupan seorang Muslim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik, baik secara ibadah maupun sosial kemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjamaah. Melalui peringatan ini, panitia berharap nilai&#45;nilai Isra Mi’raj dapat menjadi bekal spiritual dalam menyambut Ramadhan 1447 H dengan kesiapan ibadah, peningkatan keimanan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. (&lt;i&gt;ton/bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/89675322055-img-20260216-wa0056.jpg"/><pubDate>Tue, 17 Feb 2026 19:55:48 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4963/ima-madina-pekanbaru-peringati-isra-mi’raj-dan-sambut-ramadhan-1447-h-secara-khidmat</guid></item><item><title>UNRI Edukasi Olah Air Bersih di Desa Jayapura Siak</title><link>https://bgnnews.id/detail/4962/unri-edukasi-olah-air-bersih-di-desa-jayapura-siak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) menggelar penyuluhan sekaligus praktik pembuatan alat penyaringan air bertingkat sederhana di Balai Kampung Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (10/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diikuti sekitar 15 warga dengan pendampingan perangkat desa dan menjadi bagian implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa UNRI menilai sebagian warga masih memanfaatkan sumber air dengan kualitas kurang baik. Beberapa keluhan yang ditemui antara lain air keruh, berbau logam, mengandung endapan, berminyak hingga bergas. Di sisi lain, akses jaringan air bersih perpipaan belum merata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi itu mendorong mahasiswa UNRI menghadirkan solusi sederhana dan murah yang dapat diterapkan mandiri di rumah tangga, yakni teknologi penyaringan air bertingkat berbahan mudah diperoleh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara diawali dengan pembukaan oleh Alvia Ulfatun Hasanah selaku pembawa acara. Selanjutnya, penyampaian kata sambutan oleh M. Daffa Mixsie selaku Ketua Kelompok Kukerta FMIPA UNRI, serta kata sambutan Kepala Desa Jayapura yang diwakili oleh Rodiana selaku Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Jayapura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Materi utama disampaikan Mutiara Sefti yang selanjutnya pemaparan secara bergantian oleh Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, Alvia Ulfatun Hasanah, Haura Shaba, Hannifah Azzahra, Noviteriani Sinaga, dan Zaskia Aulia Rahman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka memaparkan tahapan pembuatan alat filtrasi bertingkat menggunakan media sederhana seperti pasir, kerikil, arang, dan bahan penyaring lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya teori, warga juga langsung merakit alat penyaring sehingga memahami proses kerja filtrasi secara aplikatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penerapan teknologi penyaringan bertingkat sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air bersih sekaligus mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mutiara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini juga dikaitkan dengan target pembangunan berkelanjutan sektor air bersih dan sanitasi layak yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (&lt;i&gt;Sustainable Development Goals&lt;/i&gt;/SDGs) poin 6 tentang &lt;i&gt;Clean Water and Sanitation&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa UNRI berharap masyarakat mampu memahami pentingnya kualitas air, mampu memproduksi air layak pakai secara mandiri, serta mampu menjaga kesehatan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menambahkan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal perubahan kebiasaan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap pengetahuan ini terus diterapkan sehingga akses air bersih meningkat dan kualitas hidup warga menjadi lebih baik,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak yang diharapkan dalam jangka pendek adalah warga memperoleh keterampilan mengolah air rumah tangga. Sedangkan dampak jangka panjang, edukasi ini ditargetkan membantu pencegahan penyakit berbasis air, membantu peningkatan sanitasi lingkungan, serta membantu &amp;nbsp;pemenuhan kebutuhan air bersih berkelanjutan di Desa Jayapura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berakhir dengan diskusi dan evaluasi bersama perangkat desa serta warga peserta. (&lt;i&gt;ndi/bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/55720782067-img-20260215-wa0015.jpg"/><pubDate>Sun, 15 Feb 2026 23:22:56 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4962/unri-edukasi-olah-air-bersih-di-desa-jayapura-siak</guid></item><item><title>UMRI Promosi Pendidikan Tinggi di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru</title><link>https://bgnnews.id/detail/4961/umri-promosi-pendidikan-tinggi-di-sma-muhammadiyah-1-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) melaksanakan kegiatan promosi pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang dunia perguruan tinggi kepada siswa Kelas XII yang akan segera lulus dari jenjang pendidikan menengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Promosi pendidikan dilakukan di ruang kelas dengan menghadirkan mahasiswa PLP sebagai pemateri. Ketua Program PLP M. Hisyam bersama Wulan Yulianti dan Hesi Pattrisia secara bergantian menyampaikan materi meliputi pengenalan kampus dan program studi, jalur masuk perguruan tinggi, serta gambaran kehidupan mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi sesi diskusi dan tanya jawab interaktif agar siswa dapat memperoleh informasi secara langsung dan jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang siswa Kelas XII MIA 4, Agung Dinata, menilai kegiatan tersebut membantu memahami proses masuk perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami jadi lebih paham tentang dunia perkuliahan dan jalur masuk perguruan tinggi karena penjelasannya mudah dipahami,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak sekolah juga memberikan apresiasi. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru yang diwakili Yosse Yulliza, S.Pd., M.M., menilai kegiatan tersebut bermanfaat bagi siswa dalam menentukan rencana studi lanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kegiatan ini memberi tambahan informasi sekaligus memotivasi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam wawancara dengan &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, pada Jumat (13/02/2025), M. Hisyam menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada sekolah sekaligus sarana berbagi pengalaman kuliah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami ingin adik&#45;adik memiliki gambaran jelas sebelum menentukan pilihan setelah lulus SMA,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan PLP ini, siswa diharapkan lebih siap merencanakan pendidikan tinggi, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman sosial dan profesional sebagai calon pendidik melalui praktik langsung di lingkungan sekolah. (&lt;i&gt;ton/bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/88625433577-img-20260213-wa0014.jpg"/><pubDate>Sun, 15 Feb 2026 21:59:03 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4961/umri-promosi-pendidikan-tinggi-di-sma-muhammadiyah-1-pekanbaru</guid></item><item><title>Kejagung Bongkar Modus Ekspor CPO Untuk Menghindari DMO Dan Pajak</title><link>https://bgnnews.id/detail/4960/kejagung-bongkar-modus-ekspor-cpo-untuk-menghindari-dmo-dan-pajak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penyimpangan kegiatan ekspor &lt;i&gt;Crude Palm Oil&lt;/i&gt; (CPO) dan turunannya periode 2022–2024.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para tersangka diduga merekayasa klasifikasi komoditas ekspor dengan menyamarkan CPO sebagai produk limbah POME (&lt;i&gt;Palm Oil Mill Effluent&lt;/i&gt;) atau PAO (&lt;i&gt;Palm Acid Oil&lt;/i&gt;/minyak kotor) guna menghindari kewajiban &lt;i&gt;Domestic Market Obligation &lt;/i&gt;(DMO) dan pungutan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan, penyidik menemukan adanya manipulasi klasifikasi barang ekspor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“CPO berkadar asam tinggi sengaja diklaim sebagai POME agar dapat diekspor tanpa memenuhi kewajiban yang berlaku untuk CPO,” ujar Syarief di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Selasa (10/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Syarief, pada periode 2020–2024 pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menerapkan kebijakan pengendalian ekspor CPO dan turunannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan tersebut mencakup DMO atau kewajiban produsen menyisihkan sebagian produksi untuk kebutuhan dalam negeri, persetujuan ekspor (PE) sebelum pengapalan, serta bea keluar dan pungutan ekspor (&lt;i&gt;levy&lt;/i&gt;) sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;CPO ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional dengan klasifikasi kepabeanan berdasarkan &lt;i&gt;Harmonized System Code&lt;/i&gt; (Kode HS) tertentu. Sementara itu, POME dan PAO pada prinsipnya merupakan residu atau limbah hasil pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit, yang tidak termasuk kategori utama ekspor CPO&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perkara ini, penyidik menduga para tersangka menyalahgunakan kode HS dengan mencantumkan HS Code 2306 – yang seharusnya untuk residu atau limbah – padahal barang yang diekspor merupakan CPO berkadar asam tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan cara tersebut, eksportir dapat menghindari kewajiban DMO, mengurangi atau tidak membayar bea keluar dan pungutan ekspor sawit, atau membayar pajak lebih rendah dibandingkan ketentuan ekspor CPO.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejagung juga mendalami dugaan adanya pemberian imbalan (&lt;i&gt;kickback&lt;/i&gt;) kepada oknum tertentu guna memuluskan proses administrasi dan pengawasan ekspor. Potensi kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp10 triliun hingga Rp14,3 triliun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan 11 tersangka yang terdiri atas tiga penyelenggara negara dan delapan pihak swasta. Dari unsur penyelenggara negara, penyidik menetapkan &lt;strong&gt;FJR&lt;/strong&gt; selaku Direktur Teknis Kepabeanan DJBC Kementerian Keuangan, &lt;strong&gt;LBH&lt;/strong&gt; selaku Kasubdit Industri Hasil Perkebunan Non&#45;Pangan sekaligus Analis Kebijakan dan Pembina Industri Ahli Madya pada Direktorat Industri Hasil Hutan Kementerian Perindustrian, dan &lt;strong&gt;MZ&lt;/strong&gt; selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPBC Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pihak swasta, &lt;strong&gt;RND&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT TAJ, &lt;strong&gt;TNY&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT TEO dan pemegang saham PT Green Product International, &lt;strong&gt;VNR&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT SIP, &lt;strong&gt;ES&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT SMP, PT SMA, PT SMS, &lt;strong&gt;ERW&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT BMM, &lt;strong&gt;FLX&lt;/strong&gt; selaku Direktur Utama PT AP dan Head Commerce PT AP, &lt;strong&gt;RBN&lt;/strong&gt; selaku Direktur PT CKK, dan &lt;strong&gt;YSR&lt;/strong&gt; selaku Direktur Utama PT MAS dan Komisaris PT SBP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejagung menyatakan praktik tersebut mengakibatkan hilangnya penerimaan negara dari bea keluar, pungutan sawit, dan pajak yang seharusnya diterima pemerintah. Selain merugikan keuangan negara, perbuatan tersebut dinilai merusak efektivitas kebijakan pengendalian ekspor CPO serta tata kelola komoditas strategis nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para tersangka telah ditahan untuk kepentingan penyidikan. Penyidik juga melakukan pelacakan aset dan membuka kemungkinan penyitaan guna memulihkan kerugian negara. Proses penyidikan masih berlanjut untuk mendalami jaringan keterlibatan pihak lain serta menghitung secara pasti nilai kerugian negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkara ini menjadi salah satu kasus besar dugaan korupsi di sektor tata niaga sawit, dengan skema rekayasa ekspor melalui penyamaran CPO sebagai produk limbah demi menghindari kewajiban ekspor dan pungutan negara. (&lt;i&gt;rgr/bgnnews.co.id&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/41577252026-img-20260214-wa0005.jpg"/><pubDate>Sun, 15 Feb 2026 01:07:18 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4960/kejagung-bongkar-modus-ekspor-cpo-untuk-menghindari-dmo-dan-pajak</guid></item><item><title>Satpam Khoirul Anam Pecahkan Rekor MURI Kategori Karya Ilmiah Terbanyak</title><link>https://bgnnews.id/detail/4959/satpam-khoirul-anam-pecahkan-rekor-muri-kategori-karya-ilmiah-terbanyak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Profesi satuan pengamanan (Satpam) yang selama ini identik dengan tugas penjagaan dan patroli, mendapat sorotan berbeda setelah Khoirul Anam, S.M., S.Pd., M.M., CHRMP, mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai &lt;i&gt;“Anggota Satpam dengan Karya Ilmiah Terbanyak”&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khoirul Anam meraih penghargaan MURI 2026 atas 13 karya ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional. Capaian tersebut tercatat sebagai rekor pertama dalam kategori karya ilmiah oleh anggota Satpam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khoirul Anam merupakan anggota Satpam PT PKSS yang bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jakarta Tanjung Priok. Ia dikenal aktif menulis artikel ilmiah yang membahas disiplin kerja, etika profesi, manajemen sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan kompetensi aparatur pengamanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan MURI, Jaya Suprana, didampingi Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo serta perwakilan manajemen MURI dan mitra profesional lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekor tersebut diumumkan dan piagam diserahkan dalam ajang MURI Award 2026. Khoirul Anam menerima piagam penghargaan rekor MURI dari Jaya Suprana untuk kategori &lt;i&gt;“Anggota Satpam dengan Karya Ilmiah Terbanyak” &lt;/i&gt;di kantor BRI Cabang Tanjung Priok pada Jumat, 30 Januari 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekor ini diberikan karena jumlah karya ilmiah yang dihasilkan Khoirul Anam dinilai terbanyak dalam kategori anggota Satpam. Capaian tersebut menjadi penanda bahwa profesi pengamanan juga memiliki ruang pengembangan intelektual dan akademik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khoirul Anam menyatakan, kebiasaan menyusun laporan harian tugas menjadi titik awal ketertarikannya pada dunia penulisan ilmiah. “Seperti sungai yang mengering namun meninggalkan alur di bebatuan, jadilah manusia yang karyanya tetap mengalir meski napas telah berhenti,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Produktivitas akademiknya berawal dari dokumentasi tugas yang kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah terstruktur. Dengan latar belakang pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang, S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah, serta S2 Magister Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, ia memadukan pengalaman lapangan dengan pendekatan teoritis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain disiplin menulis, Khoirul Anam juga dikenal menjalani gaya hidup sehat, termasuk rutin mengikuti kegiatan lari jarak jauh. Ia menilai olahraga membantu menjaga konsistensi mental dan ketahanan dalam berkarya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah rekan sesama Satpam mengakui capaian tersebut memicu diskusi tentang pentingnya peningkatan kapasitas SDM di bidang pengamanan. Profesi Satpam dinilai semakin membutuhkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta pemahaman manajerial seiring kompleksitas risiko keamanan modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak manajemen MURI menyatakan, rekor ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota Satpam lain untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan budaya literasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekor MURI yang diraih Khoirul Anam menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi intelektual dari profesi yang kerap bekerja di balik layar. Capaian tersebut menegaskan bahwa pengembangan diri dan literasi dapat tumbuh dari berbagai lini profesi, termasuk sektor pengamanan. (&lt;i&gt;rgr/bgnnews.co.id/jurnalsecurity&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/13606116419-img-20260214-wa0004.jpg"/><pubDate>Sat, 14 Feb 2026 01:12:47 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4959/satpam-khoirul-anam-pecahkan-rekor-muri-kategori-karya-ilmiah-terbanyak</guid></item><item><title>UNRI Kenalkan Hidroponik kepada Siswa SDN 05 Jayapura Siak</title><link>https://bgnnews.id/detail/4958/unri-kenalkan-hidroponik-kepada-siswa-sdn-05-jayapura-siak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Tahun 2026 menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus praktik penanaman sayuran dengan sistem hidroponik air statis di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Jayapura, Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Rabu (4/2/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas IV dengan rentang usia 9–10 tahun. Sebanyak 32 siswa mengikuti kegiatan secara aktif dengan pendampingan para guru dan Kepala Sekolah SDN 05 Jayapura, Asa, S.Pd.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyuluhan dan praktik hidroponik ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai metode bercocok tanam sederhana yang dapat diterapkan tanpa memerlukan lahan luas. Melalui metode hidroponik air statis, siswa dikenalkan cara menanam sayuran menggunakan media botol plastik bekas yang ramah lingkungan dan hemat air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Kelompok Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan ketahanan pangan sejak usia dini, terutama di tengah keterbatasan lahan dan tantangan lingkungan saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui praktik hidroponik sederhana ini, anak&#45;anak dapat memahami bahwa menanam sayuran tidak selalu membutuhkan lahan luas. Selain mengenalkan konsep ketahanan pangan, kegiatan ini juga mengajarkan pemanfaatan barang bekas serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Mixsie saat diwawancarai &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Jumat (6/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Materi penyuluhan dan praktik disampaikan secara bergantian oleh mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNRI, yakni Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, dan Alvia Ulfatun Hasanah. Para pemateri menjelaskan tahapan penanaman hidroponik, mulai dari persiapan media tanam, peracikan nutrisi, hingga proses penanaman bibit sayuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi ringan dan sesi tanya jawab, sehingga siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain sebagai sarana edukasi pertanian, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran lingkungan dan mendukung pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (&lt;i&gt;Sustainable Development Goals&lt;/i&gt;/SDGs), khususnya poin 12 tentang &lt;i&gt;Responsible Consumption and Production.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa serta menumbuhkan minat terhadap aktivitas bercocok tanam yang ramah lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak, serta menjadi bekal pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari&#45;hari,” pungkas Mixsie. (ndi/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/39461200803-img-20260207-wa0006.jpg"/><pubDate>Sat, 07 Feb 2026 04:08:20 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4958/unri-kenalkan-hidroponik-kepada-siswa-sdn-05-jayapura-siak</guid></item><item><title>Runtuhnya Tangsi Belanda Lukai Pelajar, IPMAPURA Kecam Kelalaian Pemeliharaan Cagar Budaya di Siak</title><link>https://bgnnews.id/detail/4957/runtuhnya-tangsi-belanda-lukai-pelajar-ipmapura-kecam-kelalaian-pemeliharaan-cagar-budaya-di-siak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt; – Tragedi runtuhnya lantai dua bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Sabtu pagi (31/1/2026), melukai sejumlah pelajar dan guru yang tengah mengikuti kegiatan wisata edukasi. Insiden ini memicu sorotan tajam terhadap pengelolaan dan pemeliharaan aset cagar budaya oleh pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.45 WIB saat rombongan SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, yang terdiri dari 55 siswa dan 13 guru, berada di lantai dua Gedung A kompleks Tangsi Belanda. Tanpa tanda peringatan, lantai dan bordes tangga berbahan kayu tiba&#45;tiba ambruk, menyebabkan para siswa dan guru terjatuh ke lantai dasar dari ketinggian sekitar empat meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat kejadian tersebut, satu orang guru dan delapan siswa mengalami luka&#45;luka dengan tingkat cedera bervariasi, mulai dari luka robek di bagian kepala dan wajah, nyeri pinggang, hingga bengkak pada kaki dan tangan. Seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan penanganan medis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Insiden ini menuai reaksi keras dari Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Mempura (IPMAPURA) Pekanbaru, Muhammad Fauzi Ramadani. Ia menilai runtuhnya lantai bangunan bersejarah tersebut bukan sekadar kecelakaan, melainkan bentuk nyata kelalaian dalam pemeliharaan dan pengawasan cagar budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini bukan musibah biasa. Ini cerminan gagalnya manajemen risiko dan pengelolaan bangunan bersejarah. Keselamatan pengunjung, apalagi anak&#45;anak yang sedang belajar sejarah, seharusnya menjadi prioritas utama,” tegas Fauzi kepada &lt;strong&gt;BGNNEWS.CO.ID&lt;/strong&gt;, Rabu (4/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fauzi juga menyoroti fakta bahwa Tangsi Belanda telah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR pada 2018 dengan menggunakan anggaran APBN sebesar Rp5,2 miliar, yang mencakup perbaikan Gedung A dan Gedung F. Ironisnya, gedung yang telah direvitalisasi justru menjadi lokasi terjadinya insiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Apakah revitalisasi hanya bersifat kosmetik atau memang tidak diiringi dengan pengawasan dan perawatan berkala,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pemantauan awal di lapangan, runtuhnya lantai diduga disebabkan oleh kondisi kayu yang telah lapuk dan dimakan rayap, serta minimnya perawatan rutin terhadap bangunan yang telah berusia ratusan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas kejadian tersebut, IPMAPURA mendesak Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak untuk segera melakukan audit teknis dan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan fungsi seluruh bangunan cagar budaya, tidak hanya Tangsi Belanda, tetapi juga situs bersejarah lainnya seperti Istana Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan sampai cagar budaya yang seharusnya menjadi ruang edukasi justru berubah menjadi sumber bahaya. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan masyarakat,” tegas Fauzi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasca&#45;insiden, kawasan Tangsi Belanda ditutup sementara guna kepentingan penyelidikan dan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai informasi, bangunan Tangsi Belanda yang terletak di tepian Sungai Siak, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang diperkirakan dibangun pada abad ke&#45;19, pada masa Kesultanan Siak, khususnya setelah ditandatanganinya Traktat Siak pada masa pemerintahan Sultan Asy&#45;Syaidis Syarif Ismail Abdul Jalaluddin (1827–1864).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kompleks Tangsi Belanda memiliki luas sekitar 2.710 meter persegi dan terdiri dari enam unit bangunan yang tersusun membentuk formasi melingkar, dengan halaman di bagian tengah. Pada masa kolonial, kompleks ini berfungsi sebagai zona pertahanan dan perlindungan tentara Belanda, sekaligus difungsikan sebagai penjara, asrama, kantor, gudang senjata, gudang logistik, hingga fasilitas medis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keunikan Tangsi Belanda terletak pada struktur fondasi setengah lingkaran dengan sistem tiga sendi, teknologi arsitektur yang menyerupai bangunan kolonial di Eropa. Tata letak bangunan yang menghadap ke Sungai Siak juga mencerminkan konsep waterfront city, yang diduga digunakan untuk memantau lalu lintas kapal dari arah muara sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Kabupaten Siak berdasarkan SK Bupati Siak Nomor 436.a/HK/KPTS/2017, sehingga pelestariannya wajib berpedoman pada Undang&#45;Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tragedi runtuhnya lantai Tangsi Belanda kini menjadi peringatan serius bahwa pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya dengan revitalisasi fisik, tetapi harus disertai pengawasan teknis, perawatan rutin, dan manajemen risiko yang ketat demi keselamatan publik. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/61547045354-img-20260204-wa0011.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Feb 2026 18:22:22 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4957/runtuhnya-tangsi-belanda-lukai-pelajar-ipmapura-kecam-kelalaian-pemeliharaan-cagar-budaya-di-siak</guid></item><item><title>Muhammad Wahyudi Terima Mandat Pimpin Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar</title><link>https://bgnnews.id/detail/4956/muhammad-wahyudi-terima-mandat-pimpin-persatuan-hijau-riau-kabupaten-kampar</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR, BGNNEWS.CO.ID &lt;/strong&gt;— Muhammad Wahyudi resmi menerima mandat sebagai Ketua Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar. Mandat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Persatuan Hijau Provinsi Riau, Hengki Permana, dalam acara serah terima kepemimpinan yang digelar di Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Minggu (2/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyerahan mandat ini menandai penguatan struktur organisasi Persatuan Hijau Riau hingga tingkat kabupaten, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas dan memperkuat gerakan pelestarian lingkungan hidup di daerah. Kampar dinilai memiliki tantangan lingkungan yang kompleks, mulai dari persoalan hutan, sungai, hingga pengelolaan sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum Persatuan Hijau Provinsi Riau, Hengki Permana, mengatakan penunjukan Muhammad Wahyudi dilakukan melalui pertimbangan organisasi dan rekam jejak yang bersangkutan dalam isu lingkungan hidup. Menurutnya, kepemimpinan di tingkat daerah sangat menentukan efektivitas gerakan lingkungan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke daerah. Kami menilai Muhammad Wahyudi memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen yang kuat untuk membawa Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujar Hengki kepada BGNNEWS.CO.ID, Jumat (6/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah kepemimpinan Muhammad Wahyudi, Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar akan memfokuskan program kerja pada sejumlah isu utama lingkungan hidup. Program tersebut meliputi rehabilitasi dan perlindungan kawasan hutan, pelestarian daerah aliran sungai, serta upaya pengurangan sampah plastik melalui edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad Wahyudi dalam pernyataannya menegaskan bahwa keberhasilan gerakan lingkungan tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi lingkungan, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lingkungan yang bersih dan lestari adalah hak sekaligus tanggung jawab kita bersama. Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar akan mendorong kolaborasi lintas sektor agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Wahyudi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Persatuan Hijau Riau Kabupaten Kampar berencana melaksanakan sejumlah program konkret, antara lain penanaman ribuan pohon di kawasan hutan dan permukiman warga, serta kampanye sadar lingkungan melalui kegiatan edukasi di sekolah&#45;sekolah dan desa&#45;desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mandat yang diberikan oleh pengurus provinsi tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan lingkungan yang lebih terstruktur, masif, dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar, guna mendukung terciptanya wilayah yang hijau, sehat, dan ramah lingkungan. (ton/bgnnews.co.id)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bgnnews.id/assets/berita/original/91550481580-img-20260206-wa0004.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Feb 2026 18:18:10 +0700</pubDate><guid>https://bgnnews.id/detail/4956/muhammad-wahyudi-terima-mandat-pimpin-persatuan-hijau-riau-kabupaten-kampar</guid></item></channel></rss>