Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying

Selasa, 23 Desember 2025 | 15:25:18 WIB
Suasana kegiatan sosialisasi pencegahan bullying oleh kelompok Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Wilayah Pekanbaru. (foto: rgr)

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, kelompok Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Wilayah Pekanbaru pada Kamis (18/12/2025).

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Hj. Rosni Alwis selaku Pimpinan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Wilayah Pekanbaru, dilanjutkan dengan pemberian materi sosialisasi bullying yang disampaikan oleh Nazwa Afrilia sebagai Ketua Kelompok Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak panti dalam menanamkan nilai saling menghormati dan empati sejak dini. Kami mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di panti ini dan semoga kerja sama kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” ucap Hj. Rosni Alwis saat membuka kegiatan sosialisasi.

Sosialisasi kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak panti mengenai apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku bullying.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap anak-anak panti dapat memahami bahwa bullying bukanlah hal yang sepele dan setiap individu berhak mendapatkan rasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik. Kami berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mencegah bullying sejak dini,” demikian Nazwa Afrilia saat memulai sosialisasi.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal, psikologis, dan sosial yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental serta perkembangan kepribadian anak. Dampak bullying yang dijelaskan antara lain menurunnya rasa percaya diri, gangguan emosional, trauma psikologis, hingga menurunnya prestasi belajar.

Sosialisasi anti-bullying adalah kegiatan edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang definisi, dampak, dan cara mencegah perundungan dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat agar tercipta lingkungan aman, nyaman, serta berani melaporkan jika terjadi bullying

Tujuannya sosialisasi untuk menciptakan budaya lingkungan yang positif, mengajarkan empati, saling menghargai, serta memberdayakan anak untuk bersuara dan mencari bantuan saat mengalami atau melihat bullying. Hal ini sangat mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, suportif, dan bebas dari intimidasi. 

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara langsung dengan metode penyuluhan dan diskusi interaktif yang disampaikan secara komunikatif dan edukatif agar mudah dipahami oleh peserta. Dan terlihat anak-anak panti sangat antusias mengikuti dan aktif bertanya seputar contoh kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Dampak positif yang diharapkan adalah menurunkan angka bullying, meningkatkan kesehatan mental anak-anak, dan membentuk karakter anak yang lebih bertanggung jawab dan peduli. 

Adapun kegiatan mahasiswa ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pancasila dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, saling menghormati, dan keadilan sosial sejak dini. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindakan bullying di kalangan anak-anak dan pelajar.

Kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut serta dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan. Kelompok mahasiswa ini juga diperkuat oleh Adellia Pirtika Putri Lubis, Safvhira Rahma Rosalia, Anin Ramaida, Deva Olivia, dan Saskia Dwi Putri. 

Seperti diketahui, Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Wilayah Pekanbaru merupakan panti asuhan yang didirikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panti asuhan ini dikhususkan untuk anak-anak yang berjenis kelamin perempuan. Saat ini jumlah anak yang diasuh 16 orang dengan tingkat pendidikan SD dan SMP. (rgr)

Terkini