Dana Rp9,5 Triliun yang Digelontorkan Pemerintah Buat Hilirisasi Perkebunan Tumbuhkan Usaha Perbenihan

Ahad, 04 Januari 2026 | 09:09:50 WIB
Petani penakaran biji kakao di Jember.

Jakarta, BGNNEWS.CO.ID - Untuk pengembangan tujuh komoditas perkebunan, Pemerintahan Prabowo gelontorkan dana sebesar Rp9,5 Triliun untuk tahun 2025-2027. Komoditas tersebut yakni kakao, kopi, kelapa, pala, lada, mente, dan tebu. 

Ketua Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan, Badaruddin pada wartawan, Minggu (4/1/2026) menyebut, bahwa pada tahun 2025 lalu produsen benih melakukan pembibitan sebanyak 115 juta batang kakao, 2,7 juta batang kakao, 38 juta batang kopi dan 1.500 ha kebun benih tebu. Ini adalah jumlah penangkar terbesar sepanjang Sejarah perkebunan yang melibatkan lebih dari 500 produsen, baik sebagai penyedia langsung ataupun sebagai mitra.

''Untuk penyediaan bibit kakao menyerap tenaga kerja sebanyak 5.720 pekerja, kopi sebanyak 1.115 pekerja, kelapa dan 866 orang pekerja. Dengan asumsi biaya harian Rp. 100.000 maka dalam 1 bulan saja dana yang beredar di desa sebanyak Rp23,3 Miliar,'' jelas Badaruddin.

Ini menjadi kabar baik bagi penangkar, yang sempat mengalami keterpurukan selama masa COVID dan belum pulih hingga saat ini. 

Agus Nirmala, penangkar kopi asal Jember menyebutkan, di daerah ini sebelumnya masyarakatnya biasa merantau ke Bali sebagai tenaga serabutan dan pembantu rumah tangga. Namun saat dengan adanya penyediaan pembibitan untuk mendukung program hilirisasi perkebunan telah mengakibatkan masyarakat kembali ke desa dan bekerja di pembibitan. 

Sementara Wawan Setiyawan, pemilik dari CV Langbuana, sebagai pelaksana pembangunan kebun benih datar tebu di daerah Blitar, Jawa Timur seluas 250 ha mempekerjaan paling tidak 10 – 15 orang per ha, dengan biaya tanaman rata-rata sekitar 4 juta per ha ata setara Rp1 Miliar selama 1 bulan.

''Program ini telah memberikan angin surga bagi penangkar yang notabene sebagian besar adalah UMKM. Serta menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan serta perputaran uang,'' katanya. (jdi/mdp)

Terkini