APBD Siak 2026 Diproyeksikan Rp2,37 Triliun, Belanja Pegawai Masih Dominan

Ahad, 04 Januari 2026 | 15:01:07 WIB
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal

Siak, BGNNEWS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Siak memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,37 triliun. Struktur anggaran tersebut masih didominasi oleh belanja wajib, khususnya belanja pegawai dan operasional.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal saat dihubungi wartawan, Minggu (4/1/2026) menyampaikan, sekitar 82,15 persen APBD 2026 dialokasikan untuk belanja operasi yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah, serta bantuan sosial.

Sementara belanja pembangunan dan layanan publik hanya sekitar 17,81 persen, dan belanja tidak terduga sebesar 0,04 persen. Belanja pegawai tercatat mencapai sekitar Rp1,07 triliun, belanja barang dan jasa Rp824 miliar, subsidi Rp38 miliar, hibah Rp46 miliar, dan bantuan sosial sekitar Rp2 miliar. Adapun belanja modal diproyeksikan Rp189 miliar dan belanja transfer Rp234 miliar.  

Dari sisi pendapatan, APBD 2026 masih didominasi dana transfer sebesar Rp1,68 triliun, yang terdiri dari transfer pemerintah pusat sekitar Rp1,5 triliun dan transfer antar daerah sekitar Rp178 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak diproyeksikan mencapai Rp690 miliar.

PAD tersebut bersumber dari pajak dan retribusi daerah sekitar Rp126 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp247 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sekitar Rp8 miliar. Dalam APBD 2026, Pemkab Siak memproyeksikan defisit anggaran sekitar Rp1 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan daerah sebesar Rp14 miliar, bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Syamsurizal menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan efisiensi anggaran dan mendorong optimalisasi PAD untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer. Meski menghadapi tantangan fiskal, Pemkab Siak tetap memprioritaskan 17 program utama yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah. (ton/bgnnews)

Terkini