Adrias Harap Generasi Muda Semakin Mencintai dan Melestarikan Budaya Melayu

Senin, 12 Januari 2026 | 08:12:17 WIB
Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau Adrias Hariyanto.

Riau, BGNNEWS.CO.ID - Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin Meskon Berkebaya Labuh Kekek dengan target awal diikuti 4.000 penari menjadi 6.085 penari diapresiasi oleh Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, Adrias Hariyanto.

"Pergelaran yang dilaksanakan Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Minggu (11/1/2026) ini menjadi wujud antusias bahwa kami berkomitmen dalam melestarikan budaya melayu Riau. Dan hari ini kami turut berbangga, karena bukan lagi Rekor MURI melainkan Rekor Dunia,'' kata Adrias Hariyanto saat ditanya wartawan.

Adrias menekankan, bahwa kegiatan ini tidak sekadar menari atau mengejar rekor semata. Menurutnya, pemecahan Rekor MURI ini merupakan ikhtiar bersama untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau hadir di garda terdepan dalam menjaga dan merawat warisan budaya Melayu.

“Ini bukan sekadar menari atau mengejar rekor. Ini adalah impian kita bersama untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau hadir di garda terdepan menjaga dan merawat warisan Melayu,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Zapin seperti kebersamaan, kesantunan, keteraturan, dan keharmonisan tercermin nyata selama proses latihan hingga pelaksanaan kegiatan. Nilai-nilai tersebut diyakini relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Selain itu, busana Kebaya Labuh Kekek yang dikenakan para penari turut menjadi simbol kuat kesantunan, keanggunan, serta komitmen perempuan dalam menjaga marwah budaya dan adat Melayu.

Keberhasilan ini, didahului proses latihan para penari hampir dua bulan penuh. Dalam kurun waktu tersebut, kedisiplinan, kekompakan, dan keseriusan peserta tumbuh menjadi kekuatan utama yang mengantarkan kegiatan berjalan sukses.

Melalui momentum pemecahan Rekor MURI ini, Adrias berharap generasi muda semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan Melayu, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (jdi/bgnnews)

Terkini