Mahasiswa UIN Suska Riau Lolos Final LETIN 7 dengan Gagasan Pelestarian Tari Zapin Berbasis Teknologi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:33:56 WIB
Irfan Ramadani, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau asal Kota Pekanbaru. (foto: ton/bgnnews.co.id)

PEKANBARU, BGNNEWS.CO.ID — Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau asal Kota Pekanbaru, Irfan Ramadani, berhasil melaju ke babak final Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) ke-7 yang diselenggarakan di Yogyakarta.

LETIN 7 merupakan ajang kompetisi esai nasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kritis, inovatif, dan solutif terhadap isu-isu strategis yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam kompetisi tersebut, Irfan yang merupakan mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah) mengusung esai berjudul “Tari Zapin Melayu Riau dalam Perspektif Modern: Harmonisasi Tradisi dengan Teknologi Augmented Reality sebagai Tonggak Pelestarian di Masa Depan.”

Melalui esainya, Irfan mengangkat Tari Zapin sebagai salah satu warisan budaya Melayu Riau yang sarat nilai estetika, moral, dan religius. Ia menilai bahwa di tengah pesatnya arus globalisasi dan digitalisasi, seni tradisional menghadapi tantangan serius dalam hal regenerasi dan keberlanjutan.

Sebagai solusi, Irfan menawarkan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman interaktif, edukatif, dan adaptif bagi generasi muda tanpa menghilangkan nilai filosofis dan kearifan lokal yang terkandung dalam Tari Zapin.

Kepada BGNNEWS.CO.ID, Jumat (30/01/2025), Irfan menjelaskan bahwa gagasan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara budaya dan teknologi agar seni tradisional tetap relevan di era digital.

“Teknologi seharusnya tidak diposisikan sebagai ancaman bagi budaya, melainkan sebagai alat untuk memperkuat eksistensi dan pelestariannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menyampaikan harapannya agar Tari Zapin tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus kancah internasional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

“Saya berharap Tari Zapin dapat berkembang dan dikenal secara luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional, sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan seni budaya. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau perlu memandang Tari Zapin tidak hanya sebagai simbol budaya Melayu, tetapi sebagai ikon budaya daerah yang strategis.

“Peran Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau serta komitmen Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan pihak terkait sangat penting untuk memperkuat identitas budaya daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” jelas Irfan.

Sebagai putra asli Pekanbaru, Irfan turut berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap generasi muda yang berprestasi.

“Dukungan pemerintah daerah sangat berarti agar generasi muda terus termotivasi untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pelestarian budaya,” tutupnya.

Keberhasilan Irfan Ramadani melaju ke babak final LETIN 7 menjadi capaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi civitas akademika UIN Suska Riau dan masyarakat Riau secara umum. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong peran aktif generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah melalui pendekatan ilmiah dan inovatif di tengah arus globalisasi. (ton/bgnnews.co.id)

Terkini