Siak, BGNNEWS.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Tahun 2026 menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus praktik penanaman sayuran dengan sistem hidroponik air statis di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Jayapura, Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Rabu (4/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas IV dengan rentang usia 9–10 tahun. Sebanyak 32 siswa mengikuti kegiatan secara aktif dengan pendampingan para guru dan Kepala Sekolah SDN 05 Jayapura, Asa, S.Pd.
Penyuluhan dan praktik hidroponik ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai metode bercocok tanam sederhana yang dapat diterapkan tanpa memerlukan lahan luas. Melalui metode hidroponik air statis, siswa dikenalkan cara menanam sayuran menggunakan media botol plastik bekas yang ramah lingkungan dan hemat air.
Ketua Kelompok Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan ketahanan pangan sejak usia dini, terutama di tengah keterbatasan lahan dan tantangan lingkungan saat ini.
“Melalui praktik hidroponik sederhana ini, anak-anak dapat memahami bahwa menanam sayuran tidak selalu membutuhkan lahan luas. Selain mengenalkan konsep ketahanan pangan, kegiatan ini juga mengajarkan pemanfaatan barang bekas serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Mixsie saat diwawancarai BGNNEWS.CO.ID, Jumat (6/2/2026).
Materi penyuluhan dan praktik disampaikan secara bergantian oleh mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNRI, yakni Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, dan Alvia Ulfatun Hasanah. Para pemateri menjelaskan tahapan penanaman hidroponik, mulai dari persiapan media tanam, peracikan nutrisi, hingga proses penanaman bibit sayuran.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi ringan dan sesi tanya jawab, sehingga siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Selain sebagai sarana edukasi pertanian, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran lingkungan dan mendukung pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 12 tentang Responsible Consumption and Production.
Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa serta menumbuhkan minat terhadap aktivitas bercocok tanam yang ramah lingkungan.
“Kami berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak, serta menjadi bekal pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Mixsie. (ndi/bgnnews.co.id)