UNRI Edukasi Olah Air Bersih di Desa Jayapura Siak

Ahad, 15 Februari 2026 | 23:22:56 WIB
Suasana penyuluhan olah air bersih mahasiswa UNRI di Balai Kampung Desa Jayapura, Selasa (10/2/2026). (foto: mixsie/ndi/bgnnews.co.id)

Siak, BGNNEWS.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) menggelar penyuluhan sekaligus praktik pembuatan alat penyaringan air bertingkat sederhana di Balai Kampung Desa Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diikuti sekitar 15 warga dengan pendampingan perangkat desa dan menjadi bagian implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa UNRI menilai sebagian warga masih memanfaatkan sumber air dengan kualitas kurang baik. Beberapa keluhan yang ditemui antara lain air keruh, berbau logam, mengandung endapan, berminyak hingga bergas. Di sisi lain, akses jaringan air bersih perpipaan belum merata.

Kondisi itu mendorong mahasiswa UNRI menghadirkan solusi sederhana dan murah yang dapat diterapkan mandiri di rumah tangga, yakni teknologi penyaringan air bertingkat berbahan mudah diperoleh.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Alvia Ulfatun Hasanah selaku pembawa acara. Selanjutnya, penyampaian kata sambutan oleh M. Daffa Mixsie selaku Ketua Kelompok Kukerta FMIPA UNRI, serta kata sambutan Kepala Desa Jayapura yang diwakili oleh Rodiana selaku Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Jayapura.

Materi utama disampaikan Mutiara Sefti yang selanjutnya pemaparan secara bergantian oleh Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, Alvia Ulfatun Hasanah, Haura Shaba, Hannifah Azzahra, Noviteriani Sinaga, dan Zaskia Aulia Rahman.

Mereka memaparkan tahapan pembuatan alat filtrasi bertingkat menggunakan media sederhana seperti pasir, kerikil, arang, dan bahan penyaring lain.

Tidak hanya teori, warga juga langsung merakit alat penyaring sehingga memahami proses kerja filtrasi secara aplikatif.

“Penerapan teknologi penyaringan bertingkat sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air bersih sekaligus mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mutiara.

Program ini juga dikaitkan dengan target pembangunan berkelanjutan sektor air bersih dan sanitasi layak yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 6 tentang Clean Water and Sanitation.

Mahasiswa UNRI berharap masyarakat mampu memahami pentingnya kualitas air, mampu memproduksi air layak pakai secara mandiri, serta mampu menjaga kesehatan keluarga.

Ketua Kukerta FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menambahkan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal perubahan kebiasaan masyarakat.

“Kami berharap pengetahuan ini terus diterapkan sehingga akses air bersih meningkat dan kualitas hidup warga menjadi lebih baik,” katanya.

Dampak yang diharapkan dalam jangka pendek adalah warga memperoleh keterampilan mengolah air rumah tangga. Sedangkan dampak jangka panjang, edukasi ini ditargetkan membantu pencegahan penyakit berbasis air, membantu peningkatan sanitasi lingkungan, serta membantu  pemenuhan kebutuhan air bersih berkelanjutan di Desa Jayapura.

Kegiatan berakhir dengan diskusi dan evaluasi bersama perangkat desa serta warga peserta. (ndi/bgnnews.co.id)

Terkini