Bengkalis, BGNNEWS.CO.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mendorong gerakan penghijauan di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, melalui program “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan” yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak 1.000 bibit tanaman disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat di 10 RT yang mencakup 768 kepala keluarga (KK). Melalui program ini, mahasiswa KKN mendorong agar kegiatan penghijauan tidak hanya dilakukan di ruang publik, tetapi juga dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Program “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan” mengusung pesan sederhana bahwa setiap rumah dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Satu pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan bagi masyarakat pada masa mendatang.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian bibit dan penanaman. Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program. Masyarakat diajak untuk merawat dan menjaga tanaman yang telah diberikan agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.
“Kami ingin program KKN tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak yang dapat terus dirasakan masyarakat. Melalui 1.000 bibit yang didistribusikan ke 10 RT, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar Robbi, Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Suska Riau.
Menurut Robbi, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan penggerak, sedangkan keberlanjutan gerakan penghijauan sangat bergantung pada kepedulian serta komitmen masyarakat dalam merawat tanaman yang telah ditanam.
Gerakan penghijauan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya peduli lingkungan di Desa Beringin. Kehadiran tanaman di lingkungan rumah masing-masing diharapkan dapat menciptakan suasana permukiman yang lebih hijau dan asri sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
Bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Penanaman satu bibit di satu rumah, disertai kepedulian untuk merawatnya, dinilai dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas.
Melalui gerakan “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu Harapan”, mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap kegiatan penghijauan di Desa Beringin dapat terus berjalan meskipun masa KKN telah berakhir.
Sebab, pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari harapan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, masyarakat yang semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.
1.000 bibit, 768 keluarga, 10 RT. Satu gerakan bersama untuk menumbuhkan harapan dan menghijaukan Desa Beringin. (ton/bgnnews.co.id)