STAI Al-Azhar Pekanbaru Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Kepedulian Ekoteologi

Senin, 14 September 2026 | 23:11:06 WIB
Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan STAI Al-Azhar Pekanbaru yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026. (foto: ton/bgnnews.co.id)

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Azhar Pekanbaru menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026–2027 pada 12–13 September 2026. Kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai momentum membangun budaya akademik, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

PBAK tahun ini mengusung tema “Membangun Budaya Akademik yang Unggul dan Berintegritas untuk Membangun Generasi Muda yang Adaptif dan Peduli Ekoteologi.”

Tema tersebut menjadi landasan dalam rangkaian kegiatan yang memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan akademik, struktur kelembagaan, kehidupan organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang diharapkan menjadi bekal selama menjalani pendidikan di STAI Al-Azhar Pekanbaru.

Selain aspek akademik dan kemahasiswaan, penyelenggara juga menempatkan isu lingkungan dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Konsep ekoteologi diperkenalkan sebagai pendekatan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tanggung jawab moral dan keagamaan.

Pelaksanaan PBAK berlangsung dengan antusiasme dan semangat kebersamaan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan STAI Al-Azhar Pekanbaru, antara lain Ketua STAI Al-Azhar Pekanbaru Dr. Hj. Mutia Eliza, M.M., Wakil Ketua I Bidang Akademik Ali Wardana, S.E.I., M.E.Sy., serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Plt. Wakil Ketua II Bambang Wahyu Susanto, M.Si.

Hadir pula Ketua LP2M Dr. H. Suhaimi, Lc., M.A., Sekretaris LP2M Yusnimar Yusri, M.Pd.I., Ketua LPM Assoc. Prof. Dr. Khairul Amien, M.Pd.I., dan Sekretaris LPM Marzuenda, M.Pd.I.

Dari unsur program studi, kegiatan dihadiri Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr. Mulyadi, M.A., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Mashuri, M.Pd.I., Ketua Prodi Ekonomi Syariah Dr. Mawardi Dalimunte, M.Sy., serta Ketua Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Aliando, S.H., M.H.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Polda Riau, Kompol Dr. Reza Aditya Syahputra, S.E., M.Ak.

Kehadiran unsur pimpinan perguruan tinggi, program studi, dan kepolisian tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial dan kehidupan kemahasiswaan.

Presiden Mahasiswa STAI Al-Azhar Pekanbaru, Noprianda Ramadhan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PBAK TA 2026–2027.

Menurut Noprianda, PBAK harus dipandang sebagai tahap awal pembentukan karakter mahasiswa, bukan sekadar seremoni penyambutan.

“PBAK bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah pintu masuk untuk membangun budaya akademik yang unggul, membentuk karakter yang berintegritas, serta menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya,” kata Noprianda.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam merespons perubahan sosial dan perkembangan zaman. Namun, kemampuan beradaptasi, menurutnya, tetap harus berjalan seiring dengan prinsip dan integritas.

“Mahasiswa hari ini harus adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi adaptif bukan berarti kehilangan prinsip. Kita membutuhkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” sambung Noprianda.

Noprianda juga menyoroti pentingnya memperkenalkan gagasan ekoteologi kepada mahasiswa. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan ekologis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan keagamaan.

“Peduli ekoteologi berarti membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi Islam, kepedulian terhadap alam harus menjadi bagian dari karakter kita,” ujar Noprianda.

Lebih lanjut, Noprianda mengajak mahasiswa baru untuk tidak berhenti sebagai penerima ilmu pengetahuan di ruang perkuliahan.

Ia mendorong mahasiswa agar aktif membaca persoalan, berdiskusi, berorganisasi, serta mengambil peran dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, duduk di kelas, kemudian pulang. Jadilah mahasiswa yang berpikir, berdiskusi, berorganisasi, membaca persoalan, dan berani memberikan solusi. Karena masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya menunggu, tetapi oleh mereka yang mau belajar dan bergerak,” pungkas Noprianda.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PBAK TA 2026–2027, Ikromil, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan pada 12–13 September 2026.

Ia menyebut kelancaran kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan tanggung jawab panitia, DEMA, serta dukungan pihak kampus.

“Alhamdulillah, PBAK TA 2026–2027 yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026 dapat berjalan dengan lancar. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan tanggung jawab seluruh panitia, DEMA, serta dukungan dari pihak kampus,” kata Ikromil.

Ikromil berharap materi dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa baru selama PBAK dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun organisasi.

“Kami berharap PBAK ini tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari saja. Apa yang didapatkan selama kegiatan harus menjadi bekal untuk menjalani proses perkuliahan, organisasi, dan kehidupan sosial ke depannya,” ujar Ikromil.

Atas nama panitia, Ikromil juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan STAI Al-Azhar Pekanbaru, para ketua program studi, perwakilan Polda Riau, DEMA, seluruh panitia, serta mahasiswa baru yang telah mengikuti kegiatan.

 

Pelaksanaan PBAK TA 2026–2027 menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan di STAI Al-Azhar Pekanbaru.

DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Integritas, kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan teknologi, dinamika sosial, serta tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.

Dengan demikian, PBAK tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi sebagai langkah awal untuk memperkenalkan nilai-nilai akademik dan kemahasiswaan yang diharapkan dapat diterapkan sepanjang perjalanan pendidikan mereka.

PBAK telah berakhir, tetapi proses pembentukan karakter mahasiswa baru baru dimulai. Budaya akademik yang kuat diharapkan melahirkan intelektualitas, integritas membangun kepercayaan, kemampuan beradaptasi membentuk ketangguhan, sementara kepedulian terhadap lingkungan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan kehidupan. (ton/bgnnews.co.id)

Terkini