Jakarta, BGNNEWS.CO.ID - Akibat bencana alam, saat ini masih ada enam daerah yang berada di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) terisolasi. Untuk menyalurkan logistik membantu korban, pemerintah terpaksa melakukan via udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Abdul Muhari saat ini dihubungi wartawan, Selasa (16/12/2025) merincikan untuk Provinsi Aceh masih ada tiga kabupaten yang terisolasi akibat akses jalur darat masih terbatas.
''Kabupaten Bener Meriah itu ada empat kecamatan terdiri dari 15 desa. Kemudian Aceh Tengah ada 7 kecamatan dan beberapa desa. Kemudian Gayo Lues itu tiga kecamatan 27 desa,'' ujarnya seperti dikutip melalui akin YouTube @bnpb_indonesia.
Ia menyampaikan terputusnya akses jalan banyak terjadi pada jalur penghubung lintas kabupaten serta akses antara pusat Kabupaten dengan kecamatan maupun desa di dalam wilayah kabupaten tersebut.
Meski begitu, distribusi logistik terus dioptimalkan via jalur udara agar kebutuhan warga terdampak bisa terpenuhi.
"Untuk dukungan logistik ini terus dioptimalkan via jalur udara, tiap hari kami menerima informasi koordinat titik pengungsi di desa yang masih sulit akses daratnya ini," katanya.
Sementara di Sumut masih ada 21 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara yang akses daratnya masih sulit dilalui. Pemerintah terus mengupayakan perbaikan jalan agar akses darat puluhan desa itu bisa kembali terbuka.
"Per 13 Desember pukul 08.00 WIB itu untuk daerah yang masih sulit akses daratnya itu dua kabupaten, sembilan kecamatan yang terdiri dari 21 desa," ujarnya.
Abdul menyampaikan, daerah yang akses daratnya sulit dijangkau merupakan jalur lintas kabupaten serta jalur di antara penghubung kecamatan dan desa dalam kabupaten tersebut.
Terakhir di Provinsi Sumbar, tersisa satu nagari yang terletak di Kabupaten Agam. Abdul menjelaskan, satu nagari ini setingkat satu kampung.
"Jadi di Kabupaten Agam masih ada satu nagari yang terdampak banjir longsor itu yang masih belum terbuka aksesnya, tetapi ini logistik terus kita drop via udara," ungkapnya. (jdi/bnpb)