Forma KIP-K Serukan Mahasiswa Jaga Marwah UIN Suska Pascainsiden Kekerasan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:53:13 WIB
Muhammad Ikhsan, Ketua Forma KIP-K UIN Suska Riau. (foto: ikhsan/ton/bgnnews.co.id)

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID – Seorang mahasiswi semester delapan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska) berinisial FAP (23) dilaporkan menjadi korban kekerasan di lingkungan kampus pada Kamis (26/2/2026). Terduga pelaku berinisial RM (21), yang disebut sebagai teman dekat korban, kini tengah menjalani proses hukum.

Penanganan perkara tersebut dilakukan oleh Polresta Pekanbaru melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian.

Peristiwa kekerasan yang dilaporkan berupa dugaan pembacokan itu terjadi di area kampus UIN Suska Riau, Kota Pekanbaru. Namun, detail lokasi spesifik dan waktu persis kejadian masih dalam pendalaman aparat penegak hukum. Pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait latar belakang konflik antara korban dan terduga pelaku.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Forum Mahasiswa (Forma) Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak serta-merta mencerminkan kegagalan institusi, melainkan menjadi momentum refleksi bersama bagi seluruh civitas akademika.

“Yang terpenting, kita tidak saling menyalahkan, tetapi menjadikannya bahan evaluasi dan pembelajaran bersama,” ujar Ikhsan saat dimintai tanggapan.

Menurutnya, kampus bukan hanya ruang akademik untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat pembentukan karakter, kedewasaan emosional, serta tanggung jawab sosial mahasiswa.

Ikhsan mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga marwah dan nama baik UIN Suska Riau dengan memperkuat etika akademik serta membangun budaya dialog dalam menyelesaikan konflik. Ia menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai-nilai akademik dan integritas civitas kampus.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum introspeksi bagaimana kita menyikapi konflik, menegakkan etika, dan menghormati sesama mahasiswa sebagai cerminan karakter kita sekaligus citra institusi,” tambahnya.

Ia juga berharap proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan secara transparan dan adil sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak kepolisian memastikan kasus tersebut ditangani sesuai prosedur hukum. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk memastikan konstruksi perkara secara objektif.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang urgensi menciptakan lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan bermartabat. Civitas akademika diharapkan dapat memperkuat budaya saling menghormati dan mengedepankan penyelesaian konflik secara damai.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rektorat UIN Suska Riau terkait langkah internal yang akan diambil menyusul kejadian tersebut. (ton/bgnnews.co.id)

Terkini