IMA Madina Pekanbaru Perkuat Solidaritas untuk Mandailing Natal Berkemajuan

IMA Madina Pekanbaru Perkuat Solidaritas untuk Mandailing Natal Berkemajuan
Suasana kegiatan Halal Bihalal IMA Madina Pekanbaru di Dilan Coffee Shop Panyabungan pada Kamis, (26/3/2026). (foto: ton/bgnnews.co.id)

Panyabungan, BGNNEWS.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan dialog interaktif pada Kamis, (26/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dilan Coffee Shop, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini berjalan khidmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan), memperkuat solidaritas, serta menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa, kader, dan alumni IMA Madina Pekanbaru dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Merajut Ukhuwah di Idul Fitri, Menguatkan Solidaritas Anggota, Kader, dan Alumni IMA Madina Pekanbaru dalam Membangun Mandailing Natal yang Berkemajuan.”

Acara ini dihadiri oleh pengurus, anggota aktif, alumni, serta mahasiswa dari berbagai paguyuban daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya jaringan sosial mahasiswa Mandailing Natal di perantauan.

Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen kolektif.

“Halal bihalal ini menjadi titik temu hati dan pikiran. Kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan Mandailing Natal,” ujarnya kepada BGNNEWS.CO.ID, Jumat (27/03/2026).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IMA Madina Pekanbaru, Aji Pangestu, menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan mahasiswa agar tidak berhenti pada diskusi semata.

“Kita tidak kekurangan forum, tetapi sering kali kekurangan keberlanjutan. Apa yang dibahas hari ini harus menjadi pijakan gerakan ke depan. Mahasiswa tidak boleh hanya kuat di ruang diskusi, tetapi juga hadir dalam realitas sosial – mengawal kebijakan, mengkritisi ketimpangan, dan berdiri bersama masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar organisasi mahasiswa saat ini adalah menjaga integritas dan keberpihakan.

“Jika mahasiswa kehilangan keberanian dan idealisme, maka yang tersisa hanyalah formalitas organisasi. IMA Madina harus tetap menjadi rumah perjuangan, bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat lahirnya keberanian melawan ketidakadilan,” tambahnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Mhd Sopian Pulungan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan kolektif mahasiswa.

Dialog interaktif yang menjadi bagian utama kegiatan berlangsung dinamis dan konstruktif. Sejumlah isu strategis dibahas, antara lain pembangunan daerah, peran pemuda, serta kontribusi mahasiswa dalam mendorong perubahan positif di Mandailing Natal.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban yang mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat persaudaraan di tubuh IMA Madina Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, IMA Madina Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah perjuangan intelektual dan sosial bagi mahasiswa Mandailing Natal, sekaligus berperan aktif sebagai bagian dari solusi dalam mendorong kemajuan daerah. (ton/bgnnews.co.id)

Berita Lainnya

Index