Korban Gempa Capai 91 Orang, 161 Ribu Mengungsi, Bantuan Terus Dikirim

Ahad, 23 Agustus 2026 | 23:21:44 WIB
Penyaluran bantuan untuk korban gempa NTT oleh FP-NTT mendapat dukungan dari BNPB dan TNI AU, Minggu (23/8/2026). (foto: dppfpntt)

FLORES, NTT, BGNNEWS.CO.ID — Penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih terus berlangsung. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 91 orang, sementara lebih dari 161 ribu warga mengungsi.

Data BNPB sehari sebelumnya mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang luka-luka, dan 150.576 orang mengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak. Korban meninggal terdiri atas 31 orang di Manggarai, 30 di Manggarai Timur, 13 di Nagekeo, 9 di Sikka, 4 di Ngada, 2 di Ende, dan 1 di Manggarai Barat.

954 Ton Bantuan Telah Didistribusikan. Pemerintah melalui BNPB terus memperkuat distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak. Hingga 22 Agustus 2026, sebanyak 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan melalui 68 sorti penerbangan, dengan rincian 651 ton menuju Labuan Bajo dan 303 ton menuju Maumere.

Bantuan yang dikirim mencakup sembako, makanan siap saji, mi instan, obat-obatan, tenda, matras, selimut, velbed, perlengkapan kebersihan, pakaian, genset, toilet portabel, serta alat penjernih air.

 

Selain bantuan logistik, pelayanan kesehatan juga diperkuat. KRI dr. Soeharso-990 telah memberikan pelayanan medis dan mendirikan rumah sakit lapangan di wilayah Manggarai. Kapal rumah sakit tersebut memiliki fasilitas untuk tindakan medis serta ruang rawat inap berkapasitas hingga 75 pasien.

Bantuan Menjangkau Pulau Terluar. Distribusi bantuan tidak hanya dilakukan di wilayah daratan Flores. BNPB pada Minggu (23/8) kembali mengirim bantuan ke Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, di Pulau Sukun, yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga terdampak.

 

Bantuan dikirim menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mencakup perangkat internet berbasis satelit, obat-obatan dan paket medis. Sebelumnya, bantuan berupa beras, sembako, minyak goreng, air mineral, selimut, telur, popok bayi, terpal, mi instan, perlengkapan kebersihan, tikar, dan kebutuhan kesehatan juga telah dikirim melalui kapal cepat.

Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah. Selain penanganan darurat, pemerintah mulai menyiapkan tahap pemulihan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyiapkan pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah bagi masyarakat terdampak di Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

 

Kementerian Sosial juga mulai menyalurkan santunan duka kepada ahli waris korban meninggal dunia, termasuk 13 ahli waris korban di Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih berlangsung. BMKG mencatat ribuan gempa susulan pascagempa utama dan mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.

Pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan distribusi bantuan serta pelayanan kepada masyarakat terdampak. Penanganan saat ini diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, tetapi juga mempercepat pemulihan rumah, layanan kesehatan, pendidikan, komunikasi, dan infrastruktur di wilayah terdampak. (detik, cbsnews, koranjakarta, fpntt, bgnnews.co.id)

Terkini