Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID - Maraknya paham radikalisme di kalangan siswa sekolah menengah menjadi perhatian bagi mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Riau. Hal ini yang menjadi dasar kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 4 Pekanbaru.
Ketua Pelaksana kegiatan, Annisa Maha Rani menyebutkan, paham radikal disinyalir dengan adanya propaganda digital melalui media sosial dan game online yang dikemas menarik.
"Selain itu kelemahan emosional dan rasa ingin tahu, serta lemahnya pengawasan dan literasi digital juga memperkuat hal itu. Kami hadir memberikan sosialisasi agar siswa sekolah menengah dapat mengerti dampak buruk akan hal ini," kata Annisa Maha Rani pada wartawan, Senin (12/12/2025).
Adapun kegiatan yang diberi tema "Hentikan Provokasi! Gunakan Bahasa yang Menyatukan" ini diampu oleh dosen Nurul Rahmadani MPd. Dengan mahasiswa lain sebagai anggota sosialisasi, diantaranya Abyan Khairi Risha, Raendi Putra Gautama, Ahmad Faizar Pratama dan ?Rifqi Nur Arifin.
Kemudian Abhinaya Salsabila, Lutfi Naila, Fadhil Zikri Amaludin, ?Rizky Rahmadani serta Waly Ilham Rasyid Husein.
Annisa mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi siswa bahwa provokasi dapat memicu konflik, perpecahan, dan menyebarkan kebencian.
Sebaliknya, penggunaan bahasa yang menyatukan membantu meredam ketegangan, membangun saling pengertian, dan menjaga persatuan dalam masyarakat. (jdi/ra)