Sosialisasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Menangkal Perilaku Bullying

Sosialisasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Menangkal Perilaku Bullying
Suasana kegiatan sosialisasi menangkal bahaya bullying oleh kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau di Panti Asuhan Bakti Mufarridhun Pekanbaru. (foto: rgr)

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID – Salah satu bentuk sosialisasi untuk menangkal bahaya perundungan (bullying) sejak dini adalah memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak mengenai pengertian perundungan, jenis-jenis perundungan, dampak negatif yang ditimbulkan, serta sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku perundungan.

Bertempat di Panti Asuhan Bakti Mufarridhun Pekanbaru, kelompok mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan sosialisasi “Stop Bullying” pada hari Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Ade Wira Abdullah, S.H., selaku pimpinan Panti Asuhan Bakti Mufarridhun, dilanjutkan dengan pemberian materi sosialisasi yang disampaikan oleh Nanda Oktavia sebagai ketua kelompok mahasiswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan benar-benar menambah wawasan anak-anak panti supaya mereka lebih paham tentang bahaya bullying serta pentingnya saling menghargai dan peduli satu sama lain. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosialisasi yang sudah dilaksanakan,” ucap Ade Wira saat membuka kegiatan sosialisasi.

Selanjutnya para mahasiswa memberikan pemahaman bahwa perilaku bullying dapat menjadi pintu masuk bagi munculnya sikap kekerasan dan radikalisme apabila tidak dicegah sejak dini. Anak-anak panti pun diajak untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, saling menghargai, serta empati terhadap sesama sebagai bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa agar adik-adik di panti lebih berani menolak bullying dan membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan saling mendukung,” ucap Nanda yang didampingi Domy May Gabena Harahap, Elma Kencana, Firly Rahmadhani, Nadya, Ridha Nur Hilmi, dan Sintya.

Lebih jauh dipaparkan bahwa perilaku perundungan (bullying), baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila karena dapat menimbulkan rasa takut, kebencian, serta memicu sikap intoleransi yang berpotensi berkembang menjadi paham radikalisme.

Kegiatan sosialisasi kali ini disertai dengan diskusi interaktif dan penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia anak-anak panti, sehingga pesan “Stop Bullying” dapat dipahami dengan baik. Diharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak panti mampu mengenali dan menghindari perilaku bullying serta membangun sikap positif sebagai upaya pencegahan radikalisme sejak dini.

Adapun dampak positif yang diharapkan adalah menurunkan angka bullying, meningkatkan kesehatan mental anak-anak, serta membentuk karakter anak yang lebih bertanggung jawab dan peduli.

Seperti diketahui, Panti Asuhan Bakti Mufarridhun merupakan panti asuhan yang terbuka untuk anak laki-laki dan perempuan. Saat ini panti asuhan yang terletak di Jl. Jend. Sudirman Kota Pekanbaru ini mengasuh 28 orang dengan tingkat pendidikan dari SD hingga mahasiswa. (rgr)

Berita Lainnya

Index