Ekspor Riau Tembus US$19,21 Miliar, Komoditas Lemak dan Minyak Hewan Penyumbang Paling Banyak

Ekspor Riau Tembus US$19,21 Miliar, Komoditas Lemak dan Minyak Hewan Penyumbang Paling Banyak
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID - Kinerja ekspor Provinsi Riau periode Januari hingga November 2025 mencapai US$19,21 miliar atau mengalami pertumbuhan 16,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor komoditas nonmigas. Nilai ekspor nonmigas Riau dalam periode tersebut mencapai US$18,16 miliar, tumbuh lebih tinggi sebesar 21,18 persen secara year-on-year (yoy).

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi kepada wartawan, Kamis (8/1/2026) menyebutkan, bahwa ekspor dari sektor industri pengolahan naik 21,21 persen dan ekspor hasil pertanian meningkat 22,27 persen dibanding Januari-November 2024.

Meski secara kumulatif tumbuh, perlu dicatat bahwa pada November 2025 terjadi penurunan ekspor.

Sementara itu pada bulan November 2025 secara sendiri, ekspor Riau tercatat senilai US$1,63 miliar. Angka ini turun 4,55 persen dibandingkan realisasi ekspor pada November 2024. Ekspor nonmigas bulanan juga terkontraksi sebesar 4,06 persen (yoy) menjadi US$1,52 miliar.

"Sepanjang Januari-November 2025, komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang peningkatan terbesar dengan nilai US$2.519,27 juta, melonjak 31,84 persen," ujarnya.

Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor paling signifikan adalah ampas dan sisa industri makanan. Ekspornya merosot tajam sebesar 60,37 persen menjadi US$302,70 juta.

Dari sisi negara tujuan tambahnya, Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$3.058,94 juta pada periode Januari-November 2025. Posisi berikutnya ditempati India (US$1.592,07 juta) dan Malaysia (US$1.266,77 juta). Kontribusi ketiga negara ini mencapai 32,59 persen dari total ekspor nonmigas Riau.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai US$3.341,60 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$2.129,38 juta. (jdi/bgnnews)

Berita Lainnya

Index