Bengkalis, BGNNEWS.CO.ID - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis turut serta dalam pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek. Acara ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya Melayu di Provinsi Riau, yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 11 Januari 2026, di sepanjang Jalan Gajah Mada.
Tari Zapin yang ditampilkan berasal dari Zapin Meskom, varian khas dari Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis. Zapin Meskom dikenal sebagai representasi budaya Melayu pesisir Bengkalis yang sarat dengan nilai kesederhanaan, kekompakan, dan keselarasan gerak, serta tumbuh dari tradisi Islam dan adat Melayu yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
Ketua GOW Kabupaten Bengkalis, Ira Vandriani mengatakan, kalau Bengkalis melibatkan 32 peserta dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Bengkalis. Keikutsertaan ini adalah wujud nyata komitmen dalam mendukung pelestarian budaya daerah di tingkat provinsi, dengan kehadiran Ketua PKK Kabupaten Bengkalis, Siti Aisyah, serta pejabat di lingkup Pemkab Bengkalis.
Keseriusan peserta dari Bengkalis terlihat dari persiapan intensif melalui latihan rutin sebelum acara. Persiapan ini bertujuan untuk menampilkan Tari Zapin terbaik yang menonjolkan keseragaman gerak dan irama, serta mencerminkan nilai filosofis Zapin Meskom sebagai identitas budaya Melayu Bengkalis.
Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek ini bukan hanya pencapaian nasional, tetapi juga simbol kebangkitan budaya Melayu di Riau.
Kegiatan ini menegaskan kembali bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen daerah, agar warisan budaya Melayu tetap hidup, berkembang, dan bermakna lintas generasi. (win/bgnnews)