Didorong Hilirisasi Sawit, Investasi Indonesia Capai Rp62,8 Triliun

Didorong Hilirisasi Sawit, Investasi Indonesia Capai Rp62,8 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani

Jakarta, BGNNEWS.CO.ID - Investasi hilirisasi sektor kelapa sawit Indonesia tembus diangka Rp62,8 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhan investasi nasional ini diketahui melampaui target.

''Total realisasi investasi nasional tahun lalu mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target Rp1.905,6 triliun. Dari jumlah tersebut, tercatat penyerapan tenaga kerja hingga 2,71 juta orang,'' kata Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, pada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Dijelaskan, hilirisasi komoditas strategis seperti kelapa sawit membawa efek ekonomi berlapis. Selain menambah nilai produk, hilirisasi membuka peluang kerja baru dan memperkuat struktur industri dalam negeri. 

Rincian menunjukkan, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) Rp900,9 triliun. 

Dari sisi lokasi, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan kontribusi 51,3 persen, sementara Pulau Jawa 48,7 persen. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemerataan pembangunan industri di daerah.

Fokus pada hilirisasi, sepanjang 2025 realisasi investasi sektor ini mencapai Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total investasi nasional, naik 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada triwulan IV 2025, investasi tercatat Rp496,9 triliun atau 26,1 persen dari target tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 754.186 orang.

Pakar ekonomi menilai, peningkatan investasi di hilirisasi sawit tidak hanya menambah nilai domestik, tapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Produk turunan sawit, mulai biodiesel hingga oleokimia, semakin kompetitif di perdagangan internasional.

Dengan strategi hilirisasi yang konsisten, sektor sawit diprediksi tetap menjadi penggerak ekonomi dan memperkokoh daya saing Indonesia di mata dunia. (jdi/els)

Berita Lainnya

Index