SMK Negeri 5 Pekanbaru Bikin Vacuum Cleaner Sederhana

SMK Negeri 5 Pekanbaru Bikin Vacuum Cleaner Sederhana
Siswa SMKN 5 Pekanbaru dan mahasiswa UMRI melaksanakan Proyek Pembuatan Vacuum Cleaner Sederhana di laboratorium SMKN 5 Pekanbaru. (foto: ton/bgnnews.co.id)

Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID — Siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Elektronika SMK Negeri 5 Pekanbaru melaksanakan proyek pembelajaran praktik berupa pembuatan vacuum cleaner sederhana di lingkungan sekolah, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik kejuruan dan dilaksanakan dengan pendampingan mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Proyek pembuatan vacuum cleaner sederhana tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar elektronika, sekaligus melatih keterampilan praktik dalam merancang dan merakit perangkat elektronik yang bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada berbagai komponen elektronika, antara lain motor listrik, kipas, sakelar, dan sumber daya listrik. Seluruh komponen tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah alat pembersih yang bekerja berdasarkan prinsip hisap udara.

Secara teknis, vacuum cleaner merupakan alat pembersih yang memanfaatkan motor listrik untuk menghasilkan daya hisap, sehingga mampu menyedot debu dan kotoran dari permukaan lantai atau benda lain ke dalam wadah penampung. Melalui proyek ini, siswa dapat memahami secara langsung proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik.

Salah seorang mahasiswa PLP UMRI, Sardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam memahami penerapan teori yang dipelajari di kelas.

“Melalui proyek vacuum cleaner sederhana ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami penerapannya secara langsung. Kegiatan ini melatih keterampilan teknis, kreativitas, serta kerja sama tim siswa,” ujar Sardiansyah kepada BGNNEWS.CO.ID, Selasa (3/2/2026).

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa PLP berperan sebagai pendamping dengan memberikan arahan teknis, mengawasi proses perakitan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan kerja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan antara mahasiswa dan siswa di lingkungan sekolah.

Pihak SMK Negeri 5 Pekanbaru menyambut baik pelaksanaan proyek tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran praktik serta menumbuhkan minat dan kompetensi siswa di bidang rekayasa dan teknologi.

Melalui kerja sama dengan UMRI, SMK Negeri 5 Pekanbaru berharap kegiatan pembelajaran berbasis proyek seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas dan daya saing lulusan sekolah kejuruan. (ton/bgnnews.co.id)

Berita Lainnya

Index