Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau secara resmi menerbitkan surat dukungan atas usulan penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Provinsi Riau. Dukungan tersebut diberikan kepada Persatuan Hijau Riau sebagai penggagas utama inisiatif dimaksud.
Dukungan LAMR tertuang dalam Surat Rekomendasi Nomor RM-22/LAMR/I/2026 tertanggal 21 Januari 2026, bertepatan dengan 2 Sya’ban 1447 Hijriah. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil dan Sekretaris Umum Datuk H. Jonnadi Dasa.
Dalam surat rekomendasi itu, LAMR menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Persatuan Hijau Riau untuk mengusulkan penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau. Penetapan hari tersebut dinilai penting sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap perlindungan dan pelestarian ekosistem, meliputi hutan, lahan gambut, sungai, serta seluruh sistem kehidupan alam di wilayah Riau atau Bumi Lancang Kuning.
Ketua Persatuan Hijau Riau, Hengky Primana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan resmi dari lembaga adat tersebut.
Menurut Hengky, dukungan LAMR memiliki makna strategis karena menunjukkan bahwa isu pelestarian lingkungan sejalan dengan nilai-nilai adat dan kearifan lokal Melayu Riau.
“Hari Ekosistem Riau tidak dimaksudkan hanya sebagai simbol seremonial, tetapi sebagai momentum refleksi dan aksi nyata dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta kerusakan ekosistem gambut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hengky menjelaskan bahwa Persatuan Hijau Riau akan mengawal inisiatif ini agar dapat ditetapkan secara resmi melalui kebijakan daerah, baik dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun keputusan kepala daerah. Proses tersebut, kata dia, akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh adat, akademisi, pemuda, dan unsur masyarakat sipil.
Dengan diterbitkannya surat dukungan tersebut, LAMR menegaskan perannya sebagai lembaga adat yang menjaga nilai dan marwah Melayu sekaligus berpihak pada kelestarian alam. Hari Ekosistem Riau diharapkan dapat menjadi agenda tahunan untuk edukasi publik, konsolidasi gerakan lingkungan, serta upaya berkelanjutan dalam menjaga ekosistem demi kepentingan generasi mendatang. (ton/bgnnews.co.id)