Dikira Sapi, Warga Sungai Apit Bertemu Harimau Sumatera

Dikira Sapi, Warga Sungai Apit Bertemu Harimau Sumatera
Tim BBKSDA Riau saat turun ke lokasi munculnya Harimau di Sungai Apit, Jumat (9/1).

Siak, BGNNEWS.CO.ID - Zulfikar warga Sungai Apit dibuat panik. Pasalnya, saat dirinya hendak menyusul dua temannya yang lebih dulu pergi memancing, dirinya malah bertemu Harimau Sumatera, Kamis (8/1/2026) di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid.

Waktu itu malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, Zulfikar yang hendak menuju lokasi temannya mancing di lahan perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya melihat ada binatang. Dari kejauhan, korban mengira itu sapi. Namun setelah diarahkan senter, ternyata seekor Harimau Sumatera dengan jarak sekitar 4 meter, terpisah oleh parit.

Melihat hal itu, korban terkejut dan panik. Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan di pondok pekerja koperasi, kemudian memperingatkan teman-temannya untuk berlindung. Atas temuan itu selanjutnya Zulfikar bersama temannya melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang mendapat laporan langsung turunkan tim ke lapangan. ''Jadi tidak ada warga yang diterkam Harimau, yang ada bertemu dengan hewan yang dilindungi tersebut di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak,'' kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin yang dihubungi wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Terkait hal ini, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. ''Dari hasil pengecekan, tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dengan Harimau Sumatera,'' kata Ujang menjelaskan.

Tambahnya, daam pengecekan lapangan, tim BBKSDA Riau bersama perangkat desa menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 cm, yang diperkirakan hanya satu individu, di koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT.

''Lokasi perjumpaan berada di kawasan APL perkebunan sawit. Sementara jejak mengarah ke kawasan Hutan Produksi yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian,'' kata Ujang.

Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya mengimbau warga tidak beraktivitas sendirian, sebaiknya berkelompok, menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan jam aktif Harimau Sumatera.

BBKSDA Riau juga meminta masyarakat segera melapor kepada petugas, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas jika kembali menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera. (ton/bgnnews)

Berita Lainnya

Index